WhatsApp Icon

Berita Terkini

Penerima Program Bidang Pendidikan BAZNAS Kota Bandar Lampung Menjuarai Ajang Internasional di Malaysia
Penerima Program Bidang Pendidikan BAZNAS Kota Bandar Lampung Menjuarai Ajang Internasional di Malaysia
Bandar Lampung - Salah satu siswa putra daerah asal Bandar Lampung yang berasal dari MAN 1 Kota Bandar Lampung berhasil menoreh prestasi dikancah internasional, siswa itu adalah Al Amin Fadilah M.Zain merupakan siswa berprestasi yang mendapat dukungan dari BAZNAS Kota Bandar Lampung melalui program bidang pendidikan untuk mengikuti kompetensi ASTAR Scrabble Challenge International (ASCI) pada tanggal 23 - 24 Mei 2026 yang berlangsung di KL Gateway Mall, Kuala Lumpur, Malaysia. Ajang kompetensi internasional ini diselenggarakan oleh university Malaya yang diikuti oleh peserta siswa dari berbagai negara di ASEAN. Pada ajang ini, Al Amin Fadilah M Zain sebagai perwakilan dari Indonesia dan berhasil menyambet Juara 3 Kompetensi Scrabble Internasional ini. "Saya mengucapkan terima kasih atas dukungan dari BAZNAS Kota Bandar Lampung atas bantuan melalui program bidang pendidikan ini, sehingga saya bisa mengikuti kompetensi ini atas dukungan dari BAZNAS Kota Bandar Lampung dan berbagai pihak yang sudah membantu saya, Alhamdulilah..Terima kasih " ucap Al Amin Fadilah M. Zain. BAZNAS Kota Bandar Lampung mengucapkan terima kasih kepada para Muzaki yang sudah menyalurkan zakat infak sedekah nya melalui BAZNAS Kota Bandar Lampung, sehingga semakin banyak program kolaborasi yang bisa dijalankan. "Komitmen BAZNAS Kota Bandar Lampung melalui program bidang pendidikan dengan bersinergi bersama Pemerintah Kota Bandar Lampung tidak hanya memberikan bantuan dukungan untuk siswa atau mahasiswa berprestasi yang mengikuti ajang internasional, selain itu kami juga memiliki program bidang pendidikan seperti bantuan tunggakan UKT/SPP, Beasiswa Pendidikan, Bantuan Alat Sekolah serta program lainnya yang memberikan manfaat bagi siswa ataupun mahasiswa di Kota Bandar Lampung" tambah Ketua BAZNAS Kota Bandar Lampung, Ust. H. Ismail Saleh, S.H.i,M.H BAZNAS KOTA BANDAR LAMPUNG
26/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Bandar Lampung
BAZNAS KOTA BATAM LAKUKAN AUDIENSI KE BAZNAS KOTA BANDAR LAMPUNG
BAZNAS KOTA BATAM LAKUKAN AUDIENSI KE BAZNAS KOTA BANDAR LAMPUNG
Bandar Lampung ( 21 Mei 2026 ), Bertempat di Kantor BAZNAS Kota Bandar Lampung Jl. Basuki Rahmat No,26, Sumur Putri, Teluk Betung Selatan, BAZNAS Kota Bandar Lampung menerima kunjungan audiensi dari BAZNAS Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Kunjungan ini dalam rangka sharing dan diskusi serta berbagi pengalaman antar kedua lembaga guna memperkuat pengelolaan ZIS di masing-masing lembaga. Pada kunjungan ini BAZNAS Kota Batam dihadiri oleh Hj. Sylvanni Syafruddin, Amd,.CPS selaku Wakil Ketua IV dan didampingi oleh Elvira Veronica Ramlan, Amd selaku staf pelaksana. Kunjungan audiensi ini diterima secara langsung oleh para Pimpinan BAZNAS Kota Bandar Lampung, Ust. H. Ismail Saleh, S.H.i., M.H (Ketua), Cahyo Prabowo, S.P (Wakil Ketua II), H. Rusdi Said, S.E (Wakil Ketua III), H.M. Ruslan Ali (Wakil Ketua IV) serta Doni Peryanto, S.Pi (Kepala Pelaksana). Pada pertemuan ini kedua lembaga membahas bagaimana program kerja antar kedua lembaga serta SOP yang berlaku dalam hal penguatan tata kelola lembaga guna memberikan manfaat yang lebih banyak bagi para Musthaik dan Muzaki. "Kami mengucapkan banyak terima kasih atas sambutan dari Para Pimpinan BAZNAS Kota Bandar Lampung, banyak hal yang bisa kita diskusikan guna memberikan hal-hal yang positif untuk kedua lembaga agar kedepan bisa menjadi lebih baik lagi. semoga silahturahmi ini tetap berjalan dan bisa kami sambut kedatangan rekan-rekan BAZNAS Kota Bandar Lampung di BAZNAS Kota Batam " tambah Ibu Hj. Sylvanni Syafruddin, Amd., CPS Ada beberapa kesamaan program antara BAZNAS Kota Bandar Lampung dengan BAZNAS Kota Batam diberbagai bidang yang bisa diambil beberapa point untuk kebaikan kedua lembaga kedepannya. BAZNAS Kota Bandar Lampung dan BAZNAS Kota Batam sama-sama memiliki potensi ZIS yang cukup besar di sektor perusahaan, terutama perusahaan swasta."terima kasih dan selamat datang di Kantor BAZNAS Kota Bandar Lampung. Semoga kunjungan ini bisa memberikan manfaat kedua lembaga. kami tentunya akan banyak belajar dari BAZNAS Kota Batam dari aspek pengumpulan dan penyaluran yang luar biasa disana. Semoga nanti kami bisa silahturahmi ke BAZNAS Kota Batam. Salam hangat kami dari BAZNAS Kota Bandar Lampung untuk pimpinan dan keluarga besar BAZNAS Kota Batam" Tutup Ketua BAZNAS Kota Bandar Lampung, Ust. H. Ismail Saleh, S.H.i,.M.HBAZNAS KOTA BANDAR LAMPUNG
21/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Bandar Lampung
TERIMA KASIH MUZAKI, PASIEN IDAP JANTUNG BOCOR LANJUTKAN PENGOBATAN KE JAKARTA
TERIMA KASIH MUZAKI, PASIEN IDAP JANTUNG BOCOR LANJUTKAN PENGOBATAN KE JAKARTA
Bandar Lampung (Selasa, 19 Mei 2026), BAZNAS Kota Bandar Lampung melalui program bidang kesehatan menyalurkan bantuan untuk warga bandar lampung yang memiliki anggota keluarga yang mengidap sakit jantung bocor untuk diteruskan pengobatan lanjutan ke rumah sakit di Jakarta. Adapun penyaluran bantuan ini diberikan kepada warga bandar lampung dengan jumlah penerimaa manfaatnya 2 orang yang diwakilkan oleh orangtua pasien. Kedua orangtua pasien ini memiliki ananda yang masih berusia balita dengan mengidap penyakit jantung bocor sejak lahir dan sudah berulang kali mendapatkan tindakan medis, termasuk harus bolak balik rujukan berobat lanjutan ke rumah sakit jantung di Jakarta. Program kesehatan BAZNAS Kota Bandar Lampung dengan memberikan bantuan pendampingan biaya berobat pasien rujukan ke luar kota ini merupakan salah satu dari 5 program prioritas BAZNAS Kota Bandar Lampung yang sudah berjalan selama ini. Melalui program ini diharapkan bisa membantu para keluarga penyintas untuk biaya operasional selama pasien mendapatkan tindakan medis lanjutan ke luar kota, meskipun biaya tindakan medis lainya sudah di cover oleh BPJS Kesehatan. Pada kesempatan ini, penyaluran bantuan program kesehatan ini diberikan secara langsung oleh Kepala Pelaksana BAZNAS Kota Bandar Lampung, Doni Peryanto, S.Pi mewakili Ketua BAZNAS Kota Bandar Lampung , Ust. H. Ismail Saleh, S.H.i,M.H. Penyaluran bantuan secara langsung diterima oleh perwakilan orangtua pasien yang bertempat di Kantor BAZNAS Kota Bandar Lampung Jl. Basuki Rahmat, No.26, Sumur Putri, Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung. "Kami sampaikan terima kasih banyak kepada para muzaki/donatur yang sudah menitipkan zakat infak sedekahnya melalui BAZNAS Kota Bandar Lampung sehingga banyak program-program pengentasan kemiskinan yang bisa kami salurkan salah satunya program bidang kesehatan ini dengan memberikan bantuan pendamping biaya berobat untuk pasien rujukan ke luar kota " tambah Doni Peryanto, S.Pi Tidak hanya memberikan bantuan pendamping biaya berobat untuk pasien rujukan ke luar kota, BAZNAS Kota Bandar Lampung juga memberikan surat rekomendasi bagi keluarga pasien untuk bisa diteruskan ke BAZNAS RI di Jakarta agar bisa mengajukan program yang sama selama berobat lanjutan di Jakarta. Mari terus tebarkan kebaikannya melalui BAZNAS Kota Bandar Lampung dengan menitipkan sebagian hartanya untuk disalurkan kepada mustahik yang ada di Kota Bandar Lampung. Berapapun donasi bantuan yang kita titipkan akan memberikan banyak manfaat bagi saudara kita yang membutuhkan. salurkan zakat infak sedekah terbaiknya melalui : Bank BSI 372.777.0075 Bank Mandiri 114.00.1242.3144 Bank Lampung 380.03.04.99000.6 Bank BCA Syariah 066.300.6666 Bank Waway 001.10.005.22 An. BAZNAS Kota Bandar Lampung Atau bisa melalui Kantor BAZNAS Kota Bandar Lampung jl. Basuki Rahmat No.26, Sumur Putri, Teluk Betung Selatan, Kota Bandar lampung. Bisa menghubungi nomor layanan 08117911126 BAZNAS KOTA BANDAR LAMPUNG
19/05/2026 | Humas BAZNAS Kota Bandar Lampung

Artikel Terbaru

Penyebab Terkuat dan Cara Cepat Untuk Menarik Rezeki   (Amalan Pesugihan Ala Islam)
Penyebab Terkuat dan Cara Cepat Untuk Menarik Rezeki (Amalan Pesugihan Ala Islam)
Mendatangkan rezeki yang berlimpah dan berkah dalam pandangan Islam dapat dilakukan melalui kombinasi antara perbaikan hubungan dengan Tuhan (jalur langit) dan usaha nyata (ikhtiar bumi). Berikut adalah cara-cara sebab utama untuk membuka dan membocorkan pintu rezeki menurut kitab Ta'limul Muta'allim karya Syekh Burhanuddin al-Zarnuji, Penyebab terkuat untuk menarik rezeki adalah: 1. Melakukan shalat dengan rasa ta'dzim dan khusu', dengan menyempurnakan semua rukun-rukunnya, kewajiban-kewajiban, sunnah-sunnah dan adab-adabnya. 2. Melakukan shalat dhuha. 3. Membaca surat Waqi’ah, khususnya di malam hari sewaktu orang tidur. 4. Membaca surat Al-Mulk. 5. Membaca surat Al-Muzammil. 6. Membaca surat Al-lail. 7. Membaca surat Al-insyirah. 8. Hadir di mesjid sebelum adzan dikumandangkan. 9. Selalu suci (berwudhu). 10. Melakukan shalat sunnah fajar dan Shalat Witir di rumah. 11. Tidak berbicara urusan dunia setelah shalat witir. Sumber Maroji': Ta'limul Muta'allim, hal:44 Amalkan ya saudaraku, insyaallah terkabul dan manjur. Kalau sdh ada kelebihan rezeki jangan lupa berbagi melalui zakat, infaq, dan sedekah melalui : BAZNAS Kota Bandar Lampung : BSI 372 777 0075 An. BAZNAS Kota Bandar Lampung Atau bisa secara langsung melalui: Kantor BAZNAS Kota Bandar Lampung Jl. Basuki Rahmat no.26, sumur putri, Teluk Betung selatan, Kota Bandar Lampung. Informasi dan layanan: 08117911126 BAZNAS KOTA BANDAR LAMPUNG
30/04/2026 | Ust. H. Ismail Saleh, S.HI., M.H (Ketua BAZNAS Kota Bandar Lampung )
Zakat, Antara Ketentraman dan Kewajiban
Zakat, Antara Ketentraman dan Kewajiban
Zakat adalah bagian tertentu dari harta yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim apabila telah mencapai syarat yang ditetapkan, sebagai salah satu rukun Islam yang ditunaikan dengan cara diberikan kepada 8 asnaf yang berhak menerimanya. Zakat berasal dari bentuk kata "zaka" yang berarti suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang. Dinamakan zakat, karena di dalamnya terkandung harapan untuk memperoleh berkah, membersihkan jiwa dan memupuknya dengan berbagai kebaikan (Fikih Sunnah, Sayyid Sabiq: 5) Makna tumbuh dalam arti zakat menunjukkan bahwa mengeluarkan zakat sebagai sebab adanya pertumbuhan dan perkembangan harta, pelaksanaan zakat itu mengakibatkan pahala menjadi banyak. Sedangkan makna suci menunjukkan bahwa zakat adalah mensucikan jiwa dari kejelekan, kebatilan, dan pensuci dari dosa-dosa. Dalam Al-Quran disebutkan, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka” (QS. at-Taubah [9]: 103). Menurut istilah dalam kitab al-Hâwî, al-Mawardi mendefinisikan zakat dengan nama pengambilan tertentu dari harta tertentu, menurut sifat-sifat tertentu dan untuk diberikan kepada golongan tertentu. Orang yang menunaikan zakat disebut Muzaki. Sedangkan orang yang menerima zakat disebut Mustahik. Dalam QS. At-Taubah ayat 60, Allah memberikan ketentuan ada delapan golongan orang yang menerima zakat yaitu sebagai berikut: Fakir, mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup. Miskin, mereka yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar kehidupan. Amil, mereka yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat. Mualaf, mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menguatkan dalam tauhid dan syariah. Riqab, budak atau hamba sahaya yang ingin memerdekakan dirinya. Gharimin, mereka yang berhutang untuk kebutuhan hidup dalam mempertahankan jiwa dan izzahnya. Fisabilillah, mereka yang berjuang di jalan Allah dalam bentuk kegiatan dakwah, jihad dan sebagainya. Ibnu Sabil, mereka yang kehabisan biaya di perjalanan dalam ketaatan kepada Allah. Kewajiban mengeluarkan zakat selain sebagai bentuk penyucian diri pada bulan Ramadhan, zakat juga merupakan wujud kepedulian sosial kepada masyarakat yang kurang mampu. Melalui zakat, kebahagiaan dan kemenangan di bulan ramadhan diharapkan dapat dirasakan secara lebih merata, termasuk oleh masyarakat miskin yang membutuhkan. Mengeluarkan zakat tidak hanya sebatas menunaikan kewajiban, melainkan juga memberikan ketenangan dan ketentraman jiwa bagi Muzaki, sebagaimana sudah Allah S.w.t janjikan pada Qs. At-Taubah : 103 "Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." Semoga pada bulan ramadhan 1447 H ini memberikan edukasi dan literasi bagi kita semua tentang antara kewajiban dan ketentraman bagi jiwa yang mengeluarkan hartanya di jalan Allah.Wallahu'alam..
04/03/2026 | Doni Peryanto, S.Pi - Kepala Pelaksana BAZNAS Kota Bandar Lampung
Ketika Kejujuran Menang atas Kejahatan
Ketika Kejujuran Menang atas Kejahatan
Pagi itu Kota Jilan disambut matahari yang terbit dengan cerah. Langit tampak bersih, dan cahaya pagi perlahan menghangatkan bumi, seakan mengajak manusia memulai aktivitasnya. Namun suasana cerah itu tidak sepenuhnya terasa di sebuah rumah sederhana. Di sana, seorang ibu tengah menahan haru, melepas anak kecilnya pergi menuntut ilmu. Anak itu bernama Abdul Qodir Jailani. Dengan penuh kasih dan keikhlasan, sang ibu menitipkan putranya kepada rombongan saudagar yang hendak menuju Baghdad, kota ilmu yang masyhur pada masa itu. Sebelum berpisah, ia menyelipkan bekal perjalanan sebanyak empat puluh dinar ke dalam lipatan baju anaknya. Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, ia berpesan, “Wahai anakku, ingatlah nasihat ibu. Jangan sekali-kali engkau berdusta, walaupun dalam keadaan sesulit apa pun.” Abdul Qodir kecil mengangguk mantap dan menjawab singkat, “Aku berjanji akan mematuhinya.” Diiringi doa seorang ibu, kafilah pun berangkat menyusuri jalan panjang yang sunyi. Hari demi hari mereka tempuh hingga tiba di sebuah kawasan sepi. Tiba-tiba, dari balik bebatuan, muncul sekelompok perampok bersenjata. Wajah mereka keras dan penuh ancaman. Pemimpinnya berteriak lantang, “Serahkan seluruh harta kalian! Jangan ada yang disembunyikan, atau nyawa kalian melayang!” Dengan tubuh gemetar, para anggota kafilah menyerahkan harta mereka satu per satu. Setelah itu, sang pemimpin perampok kembali bertanya dengan suara menekan, “Masih adakah di antara kalian yang belum menyerahkan hartanya?” Tiba-tiba seorang anak kecil melangkah maju dengan berani. “Ada,” jawab Abdul Qodir kecil dengan suara mantap. Pemimpin perampok menatapnya heran. “Apa yang kau miliki?” “Uang empat puluh dinar,” jawabnya jujur. Sang perampok tertawa sinis sambil memandang tubuh kecil itu dari ujung kepala hingga kaki. “Kau berbohong!” katanya. Dengan tenang Abdul Qodir menjawab, “Aku tidak pernah berbohong.” Ia pun membuka lipatan bajunya dan mengeluarkan dinar-dinar tersebut. Seketika suasana hening. Para perampok terdiam, bukan karena gembira, melainkan karena heran. Selama bertahun-tahun merampok, baru kali itu mereka menjumpai seseorang—bahkan seorang anak kecil—yang dengan jujur menyerahkan harta yang sebenarnya bisa ia sembunyikan. Hati pemimpin perampok itu mulai bergetar. Dengan suara yang tak lagi garang, ia bertanya, “Wahai anak, mengapa engkau begitu jujur? Mengapa tidak berbohong saja? Kami tak akan tahu.” Abdul Qodir kecil menjawab dengan keyakinan yang kokoh, “Bagaimana aku akan bertemu Allah jika aku mengkhianati nasihat orang yang paling kucintai, ibuku? Ia berpesan agar aku selalu jujur, apa pun keadaannya.” Kalimat itu menghantam hati sang perampok. Ia terdiam lama, lalu bergumam lirih bahwa seorang anak kecil mampu menjaga amanah, sementara dirinya—lelaki dewasa—telah puluhan tahun mengkhianati Tuhan. Air matanya pun tumpah. Ia menangis, bersimpuh, dan menyatakan tobat kepada Allah. Tangis penyesalan itu diikuti oleh para perampok lainnya. Hari itu, bukan hanya harta yang dikembalikan, tetapi hati-hati yang lama mati kembali hidup. Kejujuran Abdul Qodir kecil hari itu bukan sekadar menyelamatkan dirinya, tetapi juga menghidupkan nurani banyak manusia. Inilah bukti bahwa kejujuran memiliki kekuatan yang jauh lebih besar daripada ancaman, kekerasan, dan tipu daya. Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya kejujuran menuntun kepada kebaikan, dan kebaikan menuntun ke surga. Sedangkan dusta menuntun kepada kejahatan, dan kejahatan menuntun ke neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim) Kejujuran selalu melahirkan ketenangan, sedangkan kebohongan hanya menunda kehancuran. Karena itu, Allah swt memerintahkan orang-orang beriman untuk senantiasa bersama orang-orang yang jujur, sebagaimana firman-Nya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur.” (QS. At-Taubah: 119). Dalam hadis lain, Rasulullah saw menegaskan: “Hendaklah kalian berlaku jujur, karena kejujuran itu mendatangkan ketenangan.” (HR. Ahmad) Kejujuran bukan sekadar akhlak pribadi, melainkan fondasi kepercayaan sosial. Ia melahirkan keberkahan, ketenteraman, dan kehidupan yang baik. Sebaliknya, runtuhnya integritas merusak tatanan, menghancurkan kepercayaan, mencederai keadilan, dan menumbuhkan kecurigaan di mana-mana. Kisah ini terasa semakin relevan di zaman sekarang. Kita hidup di tengah masyarakat yang tidak kekurangan orang pintar, bergelar tinggi, dan berjabatan strategis. Namun betapa sering kita menyaksikan orang-orang cerdas kehilangan masa depan karena runtuhnya integritas. Penjara hari ini tidak jarang diisi oleh mereka yang berilmu, tetapi menggadaikan kejujuran demi kepentingan sesaat. Ketika integritas hilang, kecerdasan justru berubah menjadi alat kehancuran. Abdul Qodir kecil telah mengajarkan kepada kita bahwa kejujuran mungkin tampak sederhana, tetapi dampaknya luar biasa. Dari satu kejujuran lahir perubahan, dari satu amanah yang dijaga tumbuh kemuliaan. Tidak berlebihan jika kelak ia dikenal sebagai Syekh Abdul Qodir Jailani, seorang ulama besar yang namanya harum hingga hari ini. Semua itu berawal dari satu pilihan sederhana: tetap jujur, meski dalam keadaan paling sulit. (*) Wallahu a‘lam.
03/03/2026 | Drs. H. Makmur, M.Ag Dewan Pengawas BAZNAS Kota Bandar Lampung