Berita Terkini
Peduli Bidang Kesehatan, BAZNAS Kota Bandar Lampung Bantu Biaya Berobat Pasien Alergi Imunologi
Bandar Lampung ( 13 April 2026 ) BAZNAS Kota Bandar Lampung menyalurkan program bidang kesehatan berupa bantuan pendamping biaya berobat untuk salah satu warga kota bandar lampung, Ibu Ita-pasien alergi imunologi untuk dirujuk ke RSCM Jakarta.Ibu Ita sudah sekian lama mengalami gangguan alergi imunologi dan sudah sekian kali melakukan pengobatan di RSCM Jakarta dan masih melakukan pengobatan hingga saat ini. Pada kesempatan ini BAZNAS Kota Bandar Lampung memberikan bantuan bidang kesehatan berupa bantuan pendamping berobat untuk keluar kota.Penyerahan bantuan bidang kesehatan ini diberikan secara langsung kepada pasien oleh anggota dewan pengawas BAZNAS Kota Bandar Lampung, Bapak Yulius Arif mewakili Ketua BAZNAS Kota Bandar Lampung, Ust. H. Ismail Saleh, S.H.i., M.H bertempat di kantor BAZNAS Kota Bandar Lampung."BAZNAS Kota Bandar Lampung melalui program bantuan bidang kesehatan ini terus berkolaborasi bersama pemerintah daerah untuk membantu masyarakat kurang mampu khususnya di bidang kesehatan dalam hal ini bantuan pendamping biaya berobat pasien rujukan keluar kota" tambah Dewan Pengawas BAZNAS Kota Bandar Lampung, Bapak Yulius Arif"Terima kasih BAZNAS Kota Bandar Lampung, terima kasih para muzaki/donatur atas bantuannya untuk saya bisa berobat lanjutan ke RSCM Jakarta, semoga menjadi amal jariyah dan mohon doanya semoga saya segera pulih kembali,,aamiin" tutup Ibu Ita.Mari terus tebarkan kebaikannya melalui BAZNAS Kota Bandar Lampung dengan menitipkan sebagian hartanya untuk disalurkan kepada mustahik yang ada di Kota Bandar Lampung. Berapapun donasi bantuan yang kita titipkan akan memberikan banyak manfaat bagi saudara kita yang membutuhkan. BAZNAS KOTA BANDAR LAMPUNG
13/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Bandar Lampung
SUDAH DISIAPKAN KURBAN TERBAIKNYA TAHUN INI?
Setelah melewati berkahnya bulan ramadhan, Tak terasa 47 hari lagi akan memasuki idul kurban atau idul adha 1447 H / 2026 M. Ibadah dan kebaikan dibulan ramadhan tentunya tidak hanya berhenti dibulan ramadhan, namun terus dilanjutkan dibulan lainnya. karena sejatinya hasil dari kebaikan dan keberkahan bulan ramadhan adalah bertambahnya kebaikan dibulan lainnya.
Ibadah dibulan ramadhan tentunya terus bisa ditingkatkan dibulan lainya, antara lain dibulan Dzulhijjah yang dikenal dengan bulan haji atau idul kurban. Ada 4 bulan yang mulia bagi ummat islam yakni bulan muharram, rajab, dzulqo'dah dan dzulhijjah. karena pada bulan-bulan tersebut pahala amal saleh dilipat gandakan. oleh karena itu ummat islam dianjurkan meningkatkan ibadah, menjauhi maksiat dan tidak mendzalimi diri sendiri ataupun orang lain.
"Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, (sebagaimana) ketetapan Allah (di Lauh Mahfuz) pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu padanya (empat bulan itu), dan perangilah orang-orang musyrik semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa. (QS. At Taubah: 36)
Empat bulan tersebut adalah bulan Muharram, Rajab, Dzulqa’dah, dan Dzulhijjah, sebagaimana yang telah dijelaskan langsung oleh Rasulullah saw melalui hadits-haditsnya. Diantaranya, dalam Khutbah haji wada’ Rasulullah saw menyampaikan:
“Sesungguhnya waktu telah berputar sebagaimana mestinya, hal itu ditetapkan pada hari Allah menciptakan langit dan bumi. Dalam setahun ada dua belas bulan, diantaranya ada empat bulan yang mulia. Tiga darinya berturut-turut, yaitu Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab yang biasa diagungkan Bani Mudlar yaitu antara Jumadil Tsani dan Sya'ban.” (HR. Bukhari)
Mari menyambut bulan terbaik ini dengan melakukan ibadah kurban terbaiknya tahun ini. Ibadah kurban bisa disalurkan melalui BAZNAS Kota Bandar Lampung dengan ketentuan sebagai berikut :
*Kurban Kambing/Domba :
Paket A : Rp. 3.500.000
Paket B : Rp. 3.100.000
Paket C : Rp. 2.800.000
*Kurban Sapi :
Paket A : Rp. 3.800.000
Paket B : Rp. 3.500.000
Salurkan kurban terbaiknya melalui :
Bank BSI 372.777.0075
Bank MAndiri 114.00.1242.3144
Bank Lampung 380.03.04.99000.6
Bank BCA Syariah 066.300.6666
Bank Waway 001.10.005.22
An. BAZNAS Kota Bandar Lampung
Atau bisa melalui Kantor BAZNAS Kota Bandar Lampung jl. Basuki Rahmat No.26, Sumur Putri, Teluk Betung Selatan, Kota Bandar lampung.
Bisa menghubungi nomor layanan 08117911126
BAZNAS KOTA BANDAR LAMPUNG
09/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Bandar Lampung
PASCA RAMADHAN, BAZNAS KOTA BANDAR LAMPUNG TERUS BERBAGI KEBAHAGIAAN DIBEBERAPA PANTI SOSIAL
Bandar Lampung, BAZNAS Kota Bandar Lampung terus melanjutkan kebahagaian bersama anak-anak di panti sosial yang ada dibeberapa titik di Kota Bandar Lampung. Tidak hanya menikmati berkahnya ramadhan dari bantuan yang disalurkan oleh BAZNAS Kota Bandar Lampung, anak-anak panti sosial juga terus menikmati berkahnya Zakat Infak Dan Sedekah yang disalurkan oleh BAZNAS Kota Bandar Lampung dibulan Syawal ini. Sebagaimana pada bulan ramadhan yang lalu, BAZNAS Kota Bandar Lampung menyalurkan paket makanan siap santap, sembako, uang tunai dan beras 95 ton yang bisa dinikmati oleh kurang lebih 22.000 Mustahik di Kota Bandar Lampung.
BAZNAS Kota Bandar Lampung pasca ramadhan ini, menyalurkan beberapa bantuan sosial berupa makanan siap santap, beras dan pakaian layak pakai yang disalurkan ke beberapa panti sosial di Kota Bandar Lampung. Penyaluran ini dilakukan secara langsung oleh ketua BAZNAS Kota Bandar Lampung , Ust. H. Ismail Saleh, S.Hi, M.H dengan didampingi oleh staf pelaksana. Bantuan yang disalurkan ini merupakan donasi dari masyarakat yang menitipkan sebagian hartanya, baik berupa uang tunai, beras ataupun pakaian layak pakai yang disalurkan melalui BAZNAS Kota Bandar Lampung.
"Alhamdulilah, BAZNAS Kota Bandar Lampung terus berbagi kepada saudara kita yang membutuhkan, dalam hal ini adik-adik di panti sosial yang berada di beberapa titik di Kota Bandar Lampung. Bantuan ini merupakan titipan donasi dari para muzaki/donatur melalui BAZNAS Kota Bandar Lampung " ujar Ustadz Solmed-sapaan akrab ketua BAZNAS Kota Bandar Lampung.
Tidak hanya sebatas menyalurkan makanan siap santap, beras dan pakaian layaka pakai, dalam waktu dekat BAZNAS Kota Bandar Lampung juga akan mempersiapkan penyaluran daging Qurban menyambut Idul Adha 1447 H yang tinggal beberapa puluh hari lagi, yakni pada akhir mei 2026.
"Insyaallah...kedepannya kami BAZNAS Kota Bandar Lampung bersama Ibu Walikota Bandar Lampung akan membuat program skema penyaluran daging Qurban idul adha 1447 H kepada Mustahik di beberapa titik di Kota Bandar Lampung dengan target minimal 4 ekor sapi, untuk itu kami mengajak para Muzaki/Donatur atau Mudhohi untuk menitipkan hewan kurbannya melalui BAZNAS Kota Bandar Lampung untuk nanti kami salurkan kepada para mustahik. Untuk Info lebih lanjut nanti bisa menghubungi kami BAZNAS Kota Bandar Lampung di nomor layanan 08117911126 " tutup Ketua BAZNAS Kota Bandar Lampung.
BAZNAS KOTA BANDAR LAMPUNG
07/04/2026 | Humas BAZNAS Kota Bandar Lampung
Artikel Terbaru
Zakat, Antara Ketentraman dan Kewajiban
Zakat adalah bagian tertentu dari harta yang wajib dikeluarkan oleh setiap muslim apabila telah mencapai syarat yang ditetapkan, sebagai salah satu rukun Islam yang ditunaikan dengan cara diberikan kepada 8 asnaf yang berhak menerimanya.
Zakat berasal dari bentuk kata "zaka" yang berarti suci, baik, berkah, tumbuh, dan berkembang. Dinamakan zakat, karena di dalamnya terkandung harapan untuk memperoleh berkah, membersihkan jiwa dan memupuknya dengan berbagai kebaikan (Fikih Sunnah, Sayyid Sabiq: 5)
Makna tumbuh dalam arti zakat menunjukkan bahwa mengeluarkan zakat sebagai sebab adanya pertumbuhan dan perkembangan harta, pelaksanaan zakat itu mengakibatkan pahala menjadi banyak. Sedangkan makna suci menunjukkan bahwa zakat adalah mensucikan jiwa dari kejelekan, kebatilan, dan pensuci dari dosa-dosa.
Dalam Al-Quran disebutkan, “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka” (QS. at-Taubah [9]: 103).
Menurut istilah dalam kitab al-Hâwî, al-Mawardi mendefinisikan zakat dengan nama pengambilan tertentu dari harta tertentu, menurut sifat-sifat tertentu dan untuk diberikan kepada golongan tertentu. Orang yang menunaikan zakat disebut Muzaki. Sedangkan orang yang menerima zakat disebut Mustahik.
Dalam QS. At-Taubah ayat 60, Allah memberikan ketentuan ada delapan golongan orang yang menerima zakat yaitu sebagai berikut:
Fakir, mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup.
Miskin, mereka yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar kehidupan.
Amil, mereka yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat.
Mualaf, mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menguatkan dalam tauhid dan syariah.
Riqab, budak atau hamba sahaya yang ingin memerdekakan dirinya.
Gharimin, mereka yang berhutang untuk kebutuhan hidup dalam mempertahankan jiwa dan izzahnya.
Fisabilillah, mereka yang berjuang di jalan Allah dalam bentuk kegiatan dakwah, jihad dan sebagainya.
Ibnu Sabil, mereka yang kehabisan biaya di perjalanan dalam ketaatan kepada Allah.
Kewajiban mengeluarkan zakat selain sebagai bentuk penyucian diri pada bulan Ramadhan, zakat juga merupakan wujud kepedulian sosial kepada masyarakat yang kurang mampu. Melalui zakat, kebahagiaan dan kemenangan di bulan ramadhan diharapkan dapat dirasakan secara lebih merata, termasuk oleh masyarakat miskin yang membutuhkan.
Mengeluarkan zakat tidak hanya sebatas menunaikan kewajiban, melainkan juga memberikan ketenangan dan ketentraman jiwa bagi Muzaki, sebagaimana sudah Allah S.w.t janjikan pada Qs. At-Taubah : 103 "Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menumbuhkan) ketenteraman jiwa bagi mereka. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."
Semoga pada bulan ramadhan 1447 H ini memberikan edukasi dan literasi bagi kita semua tentang antara kewajiban dan ketentraman bagi jiwa yang mengeluarkan hartanya di jalan Allah.Wallahu'alam..
04/03/2026 | Doni Peryanto, S.Pi - Kepala Pelaksana BAZNAS Kota Bandar Lampung
Ketika Kejujuran Menang atas Kejahatan
Pagi itu Kota Jilan disambut matahari yang terbit dengan cerah. Langit tampak bersih, dan cahaya pagi perlahan menghangatkan bumi, seakan mengajak manusia memulai aktivitasnya. Namun suasana cerah itu tidak sepenuhnya terasa di sebuah rumah sederhana. Di sana, seorang ibu tengah menahan haru, melepas anak kecilnya pergi menuntut ilmu. Anak itu bernama Abdul Qodir Jailani.
Dengan penuh kasih dan keikhlasan, sang ibu menitipkan putranya kepada rombongan saudagar yang hendak menuju Baghdad, kota ilmu yang masyhur pada masa itu. Sebelum berpisah, ia menyelipkan bekal perjalanan sebanyak empat puluh dinar ke dalam lipatan baju anaknya. Dengan suara bergetar dan mata berkaca-kaca, ia berpesan, “Wahai anakku, ingatlah nasihat ibu. Jangan sekali-kali engkau berdusta, walaupun dalam keadaan sesulit apa pun.” Abdul Qodir kecil mengangguk mantap dan menjawab singkat, “Aku berjanji akan mematuhinya.”
Diiringi doa seorang ibu, kafilah pun berangkat menyusuri jalan panjang yang sunyi. Hari demi hari mereka tempuh hingga tiba di sebuah kawasan sepi. Tiba-tiba, dari balik bebatuan, muncul sekelompok perampok bersenjata. Wajah mereka keras dan penuh ancaman. Pemimpinnya berteriak lantang, “Serahkan seluruh harta kalian! Jangan ada yang disembunyikan, atau nyawa kalian melayang!”
Dengan tubuh gemetar, para anggota kafilah menyerahkan harta mereka satu per satu. Setelah itu, sang pemimpin perampok kembali bertanya dengan suara menekan, “Masih adakah di antara kalian yang belum menyerahkan hartanya?” Tiba-tiba seorang anak kecil melangkah maju dengan berani. “Ada,” jawab Abdul Qodir kecil dengan suara mantap. Pemimpin perampok menatapnya heran. “Apa yang kau miliki?” “Uang empat puluh dinar,” jawabnya jujur.
Sang perampok tertawa sinis sambil memandang tubuh kecil itu dari ujung kepala hingga kaki. “Kau berbohong!” katanya. Dengan tenang Abdul Qodir menjawab, “Aku tidak pernah berbohong.” Ia pun membuka lipatan bajunya dan mengeluarkan dinar-dinar tersebut. Seketika suasana hening. Para perampok terdiam, bukan karena gembira, melainkan karena heran. Selama bertahun-tahun merampok, baru kali itu mereka menjumpai seseorang—bahkan seorang anak kecil—yang dengan jujur menyerahkan harta yang sebenarnya bisa ia sembunyikan.
Hati pemimpin perampok itu mulai bergetar. Dengan suara yang tak lagi garang, ia bertanya, “Wahai anak, mengapa engkau begitu jujur? Mengapa tidak berbohong saja? Kami tak akan tahu.” Abdul Qodir kecil menjawab dengan keyakinan yang kokoh, “Bagaimana aku akan bertemu Allah jika aku mengkhianati nasihat orang yang paling kucintai, ibuku? Ia berpesan agar aku selalu jujur, apa pun keadaannya.”
Kalimat itu menghantam hati sang perampok. Ia terdiam lama, lalu bergumam lirih bahwa seorang anak kecil mampu menjaga amanah, sementara dirinya—lelaki dewasa—telah puluhan tahun mengkhianati Tuhan. Air matanya pun tumpah. Ia menangis, bersimpuh, dan menyatakan tobat kepada Allah. Tangis penyesalan itu diikuti oleh para perampok lainnya. Hari itu, bukan hanya harta yang dikembalikan, tetapi hati-hati yang lama mati kembali hidup.
Kejujuran Abdul Qodir kecil hari itu bukan sekadar menyelamatkan dirinya, tetapi juga menghidupkan nurani banyak manusia. Inilah bukti bahwa kejujuran memiliki kekuatan yang jauh lebih besar daripada ancaman, kekerasan, dan tipu daya. Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya kejujuran menuntun kepada kebaikan, dan kebaikan menuntun ke surga. Sedangkan dusta menuntun kepada kejahatan, dan kejahatan menuntun ke neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kejujuran selalu melahirkan ketenangan, sedangkan kebohongan hanya menunda kehancuran. Karena itu, Allah swt memerintahkan orang-orang beriman untuk senantiasa bersama orang-orang yang jujur, sebagaimana firman-Nya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur.” (QS. At-Taubah: 119). Dalam hadis lain, Rasulullah saw menegaskan: “Hendaklah kalian berlaku jujur, karena kejujuran itu mendatangkan ketenangan.” (HR. Ahmad)
Kejujuran bukan sekadar akhlak pribadi, melainkan fondasi kepercayaan sosial. Ia melahirkan keberkahan, ketenteraman, dan kehidupan yang baik. Sebaliknya, runtuhnya integritas merusak tatanan, menghancurkan kepercayaan, mencederai keadilan, dan menumbuhkan kecurigaan di mana-mana.
Kisah ini terasa semakin relevan di zaman sekarang. Kita hidup di tengah masyarakat yang tidak kekurangan orang pintar, bergelar tinggi, dan berjabatan strategis. Namun betapa sering kita menyaksikan orang-orang cerdas kehilangan masa depan karena runtuhnya integritas. Penjara hari ini tidak jarang diisi oleh mereka yang berilmu, tetapi menggadaikan kejujuran demi kepentingan sesaat. Ketika integritas hilang, kecerdasan justru berubah menjadi alat kehancuran.
Abdul Qodir kecil telah mengajarkan kepada kita bahwa kejujuran mungkin tampak sederhana, tetapi dampaknya luar biasa. Dari satu kejujuran lahir perubahan, dari satu amanah yang dijaga tumbuh kemuliaan. Tidak berlebihan jika kelak ia dikenal sebagai Syekh Abdul Qodir Jailani, seorang ulama besar yang namanya harum hingga hari ini. Semua itu berawal dari satu pilihan sederhana: tetap jujur, meski dalam keadaan paling sulit. (*)
Wallahu a‘lam.
03/03/2026 | Drs. H. Makmur, M.Ag Dewan Pengawas BAZNAS Kota Bandar Lampung
Mengapa ada zakat profesi atau penghasilan?
Zakat Pendapatan dan Jasa merupakan salah satu jenis zakat yang diamanahkan oleh UU 23/2011 dan Fatwa MUI 3/2003. Secara peraturan yang ada, Nisab atau batas minimum seseorang terkena kewajiban zakat Pendapatan dan Jasa termuat dalam aturan turunan yakni PMA 52/2014 dan PMA 31/2019.
Secara prinsip, zakat dikenakan kepada golongan kaya dan diberikan kepada golongan yang miskin. Oleh karena itu, jika zakat dikenakan kepada petani yang dalam konteks kehidupan modern termasuk golongan miskin maka semestinya zakat juga harus dikenakan kepada seorang dokter, insinyur, pengacara dan beragam profesi modern lainnya. Sebab golongan ini justru tergolong dalam kelompok golongan kaya.
Pendapatan profesi modern tersebut disetarakan dengan hasil pertanian masa lalu dan dianggap tulang punggung ekonomi masa kini, sehingga dikenakan zakat untuk memastikan bahwa tanggung jawab sosial menjadi komitmen bersama seluruh profesi yang telah memiliki kemapanan finansial, demi mewujudkan kesejahteraan umat secara merata.
Untuk kajian lengkapnya mengenai Nisab Zakat Penghasilan 2026 dapat diakses melalui link berikut: https://baznas.go.id/assets/images/pustaka/pdf/Kajian_Nisab_Zakat_Pendapatan_dan_Jasa_2026.pdfBerdasarkan SK Ketua BAZNAS No 15 tahun 2026, Nilai nisab zakat pendapatan dan jasa tahun 2026 senilai 85 (delapan puluh lima) gram emas atau setara dengan Rp91.681.728,00/tahun (sembilan puluh satu juta enam ratus delapan puluh satu ribu tujuh ratus dua puluh delapan rupiah per tahun), atau Rp7.640.144,00/bulan (tujuh juta enam ratus empat puluh ribu seratus empat puluh empat rupiah per bulan) jika ditunaikan setiap bulanPada Ramadhan 1447 H / 2027 M ini, BAZNAS Kota Bandar Lampung akan menyalurkan 95 ton (95.000 kg ) beras dan uang tunai di 20 Kecamatan dan 126 kelurahan se Kota Bandar Lampung dengan target mustahik penerima mencapai 20.000 mustahik.Penyaluran ini dihimpun dari dana Zakat Infak Sedekah yang diterima oleh BAZNAS Kota Bandar Lampung dari para muzaki/donatur, baik dari perorangan maupun lembaga. Mari salurkan zakatnya melalui Baznas Kota Bandar Lampung :BSI 372.777.0075 an. BAZNAS Kota Bandar Lampungatau secara langsung melalui :Kantor BAZNAS Kota Bandar LampungJl. Basuki Rahmat, no,26, Sumur Putri, Teluk Betung SelatanKota Bandar Lampung08117911126 (Layanan BAZNAS Kota Bandar Lampung)
BAZNAS KOTA BANDAR LAMPUNG
02/03/2026 | Humas BAZNAS Kota Bandar Lampung
