Berita Terbaru
Lebaran Yatim dan Difabel, BAZNAS Kota Bandar Lampung Salurkan Paket Alat Tulis
Bandar Lampung ( Jum'at, 4 Juli 2025 ), bertempat di Kantor Kementerian Agama Kota Bandar Lampung, BAZNAS Kota Bandar Lampung salurkan paket alat tulis untuk anak yatim dan difabel yang berasal dari warga dilingkungan kantor BAZNAS Kota Bandar Lampung.
Kegiatan ini dalam rangka memeriahkan bulan Muharam 1447 H yang dilaksanakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia secara serentak di seluruh Indonesia dengan bersinergi bersama BAZNAS dan LAZ, baik yang berada di pusat maupun yang ada di daerah.
Pada kesempatan ini penyaluran paket alat tulis secara simbolis diserahkan secara langsung oleh Wakil Ketua II BAZNAS Kota Bandar Lampung bersama Kepala Kementerian Agama Kota Bandar Lampung.
Semoga kegiatan ini memberikan manfaat keberkahan bagi penerima dan juga bagi para Muzaki atau donatur.
BAZNAS KOTA BANDAR LAMPUNG
BERITA04/07/2025 | Humas BAZNAS Kota Bandar Lampung
BAZNAS Kota Bandar Lampung Sinergi Khitanan Gratis Bersama UPZ Masjid
Bandar Lampung ( Ahad, 29 Juni 2025 ), BAZNAS Kota Bandar Lampung Sinergi Khitanan Gratis Bersama UPZ Masjid Al Muhajirin, Tanjung Senang. Kegiatan ini temasuk dalam program rangkaian menyambut Tahun Baru Islam 1447 H yang dilaksanakan oleh BAZNAS Kota Bandar Lampung. Pada kesempatan ini, Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Cahyo Prabowo, S.P sekaligus mewakili Ketua BAZNAS Kota Bandar Lampung hadir secara langsung pada acara khitanan gratis tersebut untuk menyerahkan bantuan dari BAZNAS Kota Bandar Lampung."ini merupakan bentuk sinergi dan kolaborasi kami dengan UPZ dalam hal ini UPZ Masjid Al Muhajirin, Tanjung Senang pada program khitanan gratis dan sekaligus menjadi bagian program memeriahkan Tahun Baru Islam 1447 H " tambah Cahyo Prabowo,S.P
Tidak hanya khitanan gratis, dalam rangkaian menyambut Tahun Baru Islam 1447 H ini juga nanti rencananya akan diadakan kegiatan Santunan Yatim untuk program lebaran yatim bulan muharam ini.Semoga cahaya zakat semakin memberikan kebaikan dan keberkahan bagi Muzaki dan Mustahik.BAZNAS KOTA BANDAR LAMPUNG
BERITA30/06/2025 | Humas BAZNAS Kota Bandar Lampung
BAZNAS Kota Bandar Lampung Salurkan Bantuan Renovasi Masjid
Senin (23 juni 2024) BAZNAS Kota Bandar Lampung menyalurkan program bantuan bidang advokasi dan dakwah khususnya bantuan renovasi pembangunan masjid. Bantuan Renovasi Masjid ini merupakan infak muqoyyad dari salah satu Muzaki BAZNAS Kota Bandar Lampung yang dititipkan penyaluran melalui BAZNAS Kota Bandar Lampung.
Penyaluran infak muqoyyad ini disalurkan ke Masjid Tawakal, Jl. Pulau Damar, Way Dadi, Sukarame, Kota Bandar Lampung yang diterima secara langsung oleh Bendahara Masjid. Penyaluran bantuan dari BAZNAS Kota Bandar Lampung oleh Kepala Sekretariat, Doni Peryanto mewakili Wakil Ketua II Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan.
Semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah bagi muzaki.
aamiin . .
BAZNAS KOTA BANDAR LAMPUNG
BERITA24/06/2025 | Humas BAZNAS Kota Bandar Lampung
DIRGAHAYU KOTA BANDAR LAMPUNG : BANDAR LAMPUNG GEMILANG
Bandar Lampung ( 17 Juni 2025 ), Bertepatan dengan hari ini tanggal 17 Juni 1862 atau sekitar 343 tahun yang lalu Bandar Lampung berdiri, Tak terasa sudah lebih dari 3 abad.
Bandar Lampung secara resmi dijadikan nama kota pada Tahun 1983 berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1983 yang meresmikan pemakaian nama Kota Bandar Lampung.
Dikutip dari Buku "Sejarah Sosial Daerah Lampung Kotamadya Bandar Lampung" terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan tahun 1984, pengajuan nama Bandar Lampung sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun 1965. Sebelum bernama Bandar Lampung, kota ini bernama Kotamadya Tanjungkarang-Telukbetung.
Dipilihnya nama Bandar Lampung diambil dari kata Bandar, karena dinilai kota pelabuhan yaitu pintu gerbang tempat keluar masuk orang dan barang. Hasil-hasil bumi dari kabupaten lain dikeluarkan ke luar melalui Kota Bandar Lampung sebelum dikirim ke provinsi lain utamanya Pulau Jawa. Oleh karena itu Bandar Lampung adalah bandar bagi daerah Provinsi Lampung.
Kini, perkembangan Kota Bandar Lampung sangatlah pesat disemua bidang, sehingga merupakan salah satu kota yang sangat maju dan menjadi pusat bisnis bagi perusahaan nasional yang beroperasi di Provinsi Lampung, baik swasta maupun BUMN. Ini menunjukkan bukti eksistensi Kota Bandar Lampung yang terus menjadi “Bandar” bagi semua kalangan di Provinsi Lampung.
Tidak hanya dari aspek bisnis ( ekonomi ), Kota Bandar Lampung juga menjadi salah satu Kota di Indonesia yang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap perkembangan dunia filanthropi, khususnya Zakat, Infak dan Sedekah (ZIS) yang semakin berkembang. Ini semua berkat dukungan dari Pemerintah Kota Bandar Lampung, khususnya Walikota Bandar Lampung yang selalu mendukung setiap perkembangan ZIS yang dijalankan oleh BAZNAS Kota Bandar Lampung. Hal ini terbukti dengan beberapa kali mendapatkan penghargaan (BAZNAS AWARD) dari BAZNAS RI kepada Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk kategori Kepala Daerah Pendukung Perkembangan Zakat di Indonesia.
Semoga dengan usia 343 tahun ini, Kota Bandar Lampung selalu menjadi “Bandar Kebaikan” bagi setiap individu, agama, ras, suku, golongan, kelompok, perusahaan atau pun semua pihak khususnya di Kota Bandar Lampung demi mewujudkan Kota Bandar Lampung Gemilang melalui sinergi potensi lokal menuju kota yang sehat, cerdas, berbudaya, nyaman, unggul dan berdaya saing yang nantinya akan memberikan dampak positif bagi Provinsi Lampung dan juga Indonesia.
Dirgahayu Kota Bandar Lampung !
Teruslah menjadi Kota yang Gemilang untuk menebarkan kebaikan Cahaya Zakat bagi Muzaki dan Mustahik.
BAZNAS KOTA BANDAR LAMPUNG
#HUT343BANDARLAMPUNG
#DIRGAHAYUKOTABANDARLAMPUNG343
#BAZNASKOTABANDARLAMPUNG
#CAHAYAZAKAT
BERITA17/06/2025 | HUMAS
Kunjungan Komisi IV DPRD OGAN ILIR di BAZNAS Kota Bandar Lampung
Bandar Lampung ( 04 Juni 2025 ), BAZNAS Kota Bandar Lampung menerima kunjungan kerja dari Anggota Komisi IV DPRD Ogan Ilir, Sumatera Selatan yang bertempat di Kantor BAZNAS Kota Bandar Lampung, Jl. Basuki Rahmat, No. 26, Sumur Putri, Teluk Betung Selatan.
Kunjungan kerja ini dihadiri oleh jajaran Anggota Komisi IV DPRD Ogan ILir dan disambut secara langsung oleh Pimpinan Bidang Keuangan dan Pelaporan BAZNAS Kota Bandar Lampung, H. Rusdi Said, S.E dan Kepala Pelaksana, Doni Peryanto,S.Pi serta staf pelaksana, Suhaimi Arsyad.
Dalam hal ini, Anggota Komisi IV DPRD Ogan ILir berdiskusi mengenai tata kelola BAZNAS Kota Bandar Lampung dalam mengelola Zakat, Infak, Sedekah serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya dalam membantu mustahik yang ada d Kota Bandar Lampung. Tidak hanya itu, pertemuan ini juga membahas bagaimana bentuk kolaborasi antara BAZNAS Kota Bandar Lampung dengan Pemerintah daerah serta DPRD Kota Bandar Lampung dalam tata kelola ZIS selama ini di Kota Bandar Lampung.Diharapkan dari pertemuan ini akan memberikan input baru dan skema yang lebih apik lagi bagi BAZNAS Kabupaten Ogan Ilir dalam mengelola Zakat, Infak, Sedekah serta Dana Sosial Keagamaan Lainnya agar semakin berdampak positif di masyarakat, khususnya di wilayah Kabupaten Ogan Ilir itu sendiri.Semoga memberikan manfaat bagi semua lembaga, baik secara langsung maupun tidak langsung, agar semakin banyak manfaat zakat yang berdampak bagi Mustahik.BAZNAS KOTA BANDAR LAMPUNG#CAHAYAZAKAT
BERITA04/06/2025 | Humas BAZNAS KOta Bandar Lampung
Dekan IPB: Indonesia Kiblat Ideal Regulasi Pengelolaan Zakat di Dunia
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 dinilai sudah ideal karena telah menyeimbangkan peran negara dan masyarakat dalam pengelolaan zakat. Negara hadir melakukan pengelolaan sesuai syariat Islam, tanpa meniadakan peran serta masyarakat.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University, Dr. Irfan Syauqi Beik, menganggap Indonesia merupakan kiblat ideal dalam regulasi zakat, karena pendekatan inklusif yang diambil dalam UU Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, yang mengakomodasi peran serta swasta dalam pengelolaan zakat.
Menurut Irfan, berbeda dengan Malaysia dan Arab Saudi yang menerapkan sistem sentralistik di mana zakat sepenuhnya dikelola negara, Indonesia justru memberi ruang kepada pemerintah dan lembaga nonpemerintah untuk berperan aktif dalam pengumpulan dan penyaluran zakat.
“Malaysia dan Saudi saat ini jadi parameter pengelolaan zakat terbaik secara administratif. Namun keduanya tegas tidak mengakomodasi peran swasta. Zakat sepenuhnya dikelola oleh pemerintah,” ujar Irfan saat memberikan keterangan di Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Rabu (28/5/2025).
Irfan mengingatkan, Undang-Undang 23/2011 sudah cukup akomodatif dan bijaksana dalam membangun sistem zakat nasional.
Irfan menegaskan, kemajuan sistem zakat di Indonesia saat ini, yang ditandai peningkatan pengumpulan, penyaluran, serta pelaporan kinerja zakat secara transparan dan akuntabel, adalah hasil dari sinergi antara BAZNAS sebagai lembaga negara dan Lembaga Amil Zakat (LAZ) sebagai mitra swasta.
Dengan struktur regulasi yang terbuka dan inklusif, Irfan meyakini Indonesia berpotensi besar menjadi model ideal tata kelola zakat di tingkat global. Namun, ia menekankan pentingnya mempertahankan prinsip kemitraan strategis antara negara dan masyarakat, yang selama ini menjadi ciri khas sistem perzakatan Indonesia.
Irfan menambahkan, bahwa pandangan yang terus menyudutkan fungsi regulator parsial dan koordinator pengelolaan zakat yang melekat pada BAZNAS, boleh jadi disebabkan oleh pengaruh praktik industri keuangan komersial yang operasionalisasinya didasarkan pada filosofi kompetisi bebas antar operator/lembaga keuangan yang ada.
Akibat adanya kompetisi bebas ini, lanjut dia, maka diperlukan adanya wasit berupa regulator yang bersifat independen, yang tidak bisa diatur dan diintervensi oleh salah satu pihak yang berkompetisi.
"Filosofi ini menjadikan antara lembaga keuangan pemerintah dan swasta, seperti bank BUMN dan bank swasta, menjadi dua kesebelasan yang berbeda, yang bertanding dalam satu liga keuangan domestik," kata dia.
Filosofi ini, jelas Irfan, tidak sepenuhnya tepat jika dikaitkan pada sektor zakat. "Filosofi lembaga zakat haruslah menjadi satu tubuh, atau menjadi satu 'kesebelasan'. BAZNAS adalah kapten kesebelasan ini. Semua lembaga zakat seharusnya berpikir dalam satu konteks tubuh sistem perzakatan nasional, dan bukan berpikir sebagai dua entitas yang bertanding, di mana ada yang menang dan ada yang kalah," ucap dia.
Dr. Irfan Syauqi Beik menyebutkan bahwa pengelolaan tata kelola zakat tidak bisa disamakan dengan pola manajemen modern. Logika zakat tidak sama dengan logika pengelolaan keuangan komersial, salah satunya merujuk pada Kitab al-Amwal karya Abu Ubayd (Abu Ubaid al-Qasim bin Salam) yang menyebutkan bahwa "zakat as a special institution of public finance", karena baik dari sisi harta objek zakatnya, dari sisi pihak yang wajib zakatnya, dari sisi penyaluran zakatnya, termasuk bagaimana teknis pengumpulannya, telah diatur dalam Al-Quran dan Hadits, di mana kewenangan pengelolaan zakat tersebut melekat pada penguasa atau pemerintah dan bukan pada masyarakat.
BERITA02/06/2025 | Humas BAZNAS
MONITORING DAN EVALUASI MAHASISWA MBKM FAKULTAS ILMU SOSIOL DAN ILMU POLITIK UNILA-BAZNAS KOTA BANDAR LAMPUNG
Monitoring dan Evaluasi Mahasiswa MBKM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNILA - BAZNAS Kota Bandar Lampung
Bandar Lampung (28 Mei 2025) BAZNAS Kota Bandar Lampung menerima kunjungan dari Tim Monev
MBKM FISIP UNILA di Kantor BAZNAS Kota Bandar Lampung. Kunjungan ini dalam rangka melakukan monitoring dan evaluasi terhadap program mahasiswa magang MBKM FISIP UNILA di BAZNAS Kota Bandar Lampung yang sudah berjalan selama 3 bulan.
Dalam kunjungan ini Tim MBKM FISIP UNILA yakni, Drs. Suwarno, M.H.
Damar Wibisono, S.Sos., M.A
Drs. Pairul Syah, M.H. selaku dosen FISIP UNILA yang disambut secara langsung oleh Kepala Pelaksana BAZNAS Kota Bandar Lampung, Doni Peryanto,S.Pi dan jajaran staf pelaksana.
Semoga terus terjalin sinergi dan kolaborasi kebaikan untuk kebangkitan Zakat di Kota Bandar Lampung antara institusi pendidikan dengan lembaga pengelola zakat.
BAZNAS KOTA BANDAR LAMPUNG
BERITA28/05/2025 | HUMAS BAZNAS KOTA BANDAR LAMPUNG
INSPIRASI HARI INI
INSPIRASI PAGI
Oleh Dr. Abdul Aziz (Wakil Ketua 1 BAZNAS Kota Bandar Lampung)
Burung elang dan gagak, adalah jenis burung yang suka petualang, tangguh dan kuat, elang fokus pada tujuan dan citanya, sedangkan gagak maunya diakui sebagai yang terhebat dan terkuat, usil dan senang sekali mengganggu yang lainnya, bahkan tidak segan untuk menyakiti siapapun dan dimanapun.
Melihat elang terbang melesat cepat dengan gagah dan lincahnya, gagak nggak suka, timbul rasa ingin mengganggu, tanpa ragu gagak mengejar, elang sengaja melambatkan terbangnya, karena penasaran, gagak hinggap di punggung elang, langsung menggigit lehernya, elang tersenyum, tetap terasa gigitan gagak, namun tidak berbahaya, elang dilindungi bulu bulu yang tebal sebagai perisai, namun tidak bisa dibiarkan, gigitan paruh gagak bisa masuk terlalu dalam, itu berbahaya.
Elang tidak menanggapinya, untuk bertarung atau menyerang burung gagak, elang tidak mau menghabiskan waktu dan energi dengan meladeni ke-iri hati-an gagak. Elang tancap gas, membuka sayapnya selebar-lebarnya, mengepakkannya sekuat-kuatnya, melesat terbang tinggi menembus langit, dengan kecepatan dan ketinggian yang tidak terbayangkan oleh gagak, semakin tinggi elang terbang, semakin sulit bagi gagak untuk bernafas, dan akhirnya gagak terpental jatuh karena kelelahan dan kekurangan oksigen.
Ibrahnya, kita tidak perlu menanggapi, tidak perlu merespon, tidak perlu menjawab, tidak perlu menggubris dan tidak perlu memasukkan kedalam hati sehingga menjadi beban perasaan dan beban hidup, semua omongan, semua tuduhan, semua fitnah, semua nyinyiran, semua kritikan miring, semua hal yang menyakitkan hati dan perasaan, dan semua hal yang mengganggu pikiran, karena semua itu, merugikan kita sendiri.
Fokuslah pada tujuan dan cita, gali terus potensi, buka sayap selebar mungkin, kepakkan sayap sekuat mungkin, terbanglah setinggi mungkin, melesatlah secepat mungkin, fokus, teruslah berdo'a dalam setiap langkah dan denyut nadi, si pengganggu niscara akan jatuh dengan sendirinya.
Berhentilah membuang waktu dan energi dengan meladeni burung-burung gagak dalam kehidupanmu.
Tabik Pun
BERITA27/05/2025 | Nia Daniati
Bersama Wapres Gibran, BAZNAS dan Kemensos Tinjau Pembangunan Kampung Nelayan Sejahtera di Indramayu
Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung proses pembangunan Kampung Nelayan Sejahtera di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Jumat (23/5/2025). Proyek tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Kementerian Sosial (Kemensos), dan Pemerintah Daerah.
Didampingi Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, M.Si, CFRM, Wapres Gibran menyampaikan apresiasi atas kolaborasi multipihak dalam membangun pemukiman layak bagi komunitas nelayan.
“Hari ini saya khusus ke Indramayu, tadi pagi saya ke pasar, lalu bertemu Bupati dan Wakil Bupati. Tadi juga bersama Wakil Gubernur mengecek kesehatan gratis dan program Makan Bergizi Gratis, dan sekarang kita melihat proses pembangunan Kampung Nelayan Sejahtera,” ujar Wapres.
“Kita lihat tadi bantuan dari BAZNAS dan juga pembangunan masjid, insya Allah bulan Juli nanti sudah jadi,” imbuh Wapres.
Wapres berharap rumah-rumah yang telah dibangun bisa dimanfaatkan dengan baik oleh warga dan tidak dialihfungsikan. “Kami berharap kalau nanti rumahnya sudah jadi, rumah yang disediakan ini bisa dirawat, dan mohon maaf jangan dijual,” kata Wapres mengingatkan.
Pada kesempatan yang sama, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., menyebutkan, BAZNAS berperan dalam mendanai sejumlah aspek teknis proyek, termasuk infrastruktur sosial dan insentif tenaga kerja lokal.
“Kami menyalurkan bantuan dengan membangun ZCorner, masjid, dan juga unit usaha. Kami juga membantu membayar tukang yang membangun 90 rumah di sini. Pemerintah Daerah menyiapkan lahannya, kami yang membayar tukangnya, dan anggaran rumahnya dari Kemensos. Ini kolaborasi yang luar biasa,” ucap Rizaludin.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada para muzaki yang telah menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalu BAZNAS. “Terima kasih juga kepada para muzaki yang telah mempercayakan dananya kepada BAZNAS,” katanya.
Proyek pembangunan kampung nelayan ini berada di atas lahan seluas 1,6 hektare, yang akan menampung 259 jiwa. Wakil Menteri Sosial RI menjelaskan, proyek ini ditujukan bagi masyarakat pesisir terdampak rob dan dirancang untuk mendukung kemandirian keluarga.
“Pembangunan dimulai dengan peletakan batu pertama pada 5 Desember 2024. Kita berharap di akhir Juli 2025 sudah bisa ditempati. Sekarang tinggal tahap finishing, seperti pengecatan dan pembangunan masjid. Kami juga berdayakan masyarakat dengan pelatihan-pelatihan. Ketika suaminya melaut, ibunya bisa berjualan. Harapannya, keluarga bisa mandiri,” katanya.
BERITA26/05/2025 | Humas BAZNAS
Hadirkan Bulan Pendayagunaan 2025, BAZNAS Dorong Momentum Kebangkitan Zakat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyelenggarakan rangkaian kegiatan bertajuk Bulan Pendayagunaan BAZNAS 2025 dengan tema “Merangkai Dampak, Refleksi Membangun Harapan”. Kegiatan ini akan berlangsung selama satu bulan, mulai 20 Mei hingga 20 Juni 2025, dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional.
Kegiatan ini merupakan ajang ekspose capaian program pendayagunaan zakat selama lima tahun terakhir (2020–2025), serta momentum untuk memperkuat peran strategis zakat dalam pembangunan kesejahteraan umat.
Pembukaan Bulan Pendayagunaan BAZNAS 2025 ini diselenggarakan di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Kamis (22/5/2025). Hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA., Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Hukum Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, Deputi1 Bidang Pengumpulan M. Arifin Purwakananta, Deputi 2 Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., berserta jajaran.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menegaskan pentingnya kepercayaan dalam pengelolaan zakat. Menurutnya, kekuatan BAZNAS bukan semata pada regulasi, tetapi pada amanah dan religiusitas para pengurus serta muzaki.
“Regulasi memang penting, tapi kepercayaan masyarakat jauh lebih utama. Zakat bukan hanya soal membersihkan harta benda, tetapi juga menyucikan jiwa pemiliknya agar menjadi lebih tenang,” ucap Prof. Noor.
Prof. Noor menambahkan bahwa kolaborasi antara amil, muzaki, dan mustahik harus terus diperkuat. Dalam bulan pendayagunaan ini, BAZNAS akan memantau perkembangan mustahik, apakah ada di antara mereka yang telah menjadi muzaki, sekaligus melihat kualitas hubungan ketiganya.
“Kita tidak ingin zakat hanya dipandang dari sisi ekonomi. Zakat harus benar-benar menjadi alat pemberdayaan umat, menciptakan transformasi sosial yang nyata,” tuturnya.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan gagasan inovatif dari Direktorat Pendayagunaan untuk melakukan penyegaran sekaligus konsolidasi gerakan pendayagunaan zakat secara nasional.
“Bulan ini berkaitan dengan momentum Kebangkitan Nasional, jadi kami ingin mengkonsolidasikan seluruh kegiatan pendayagunaan yang ada,” ujarnya.
Menurut Saidah, BAZNAS berkomitmen memaksimalkan seluruh potensi zakat, infak, dan sedekah agar dampaknya semakin dirasakan oleh para mustahik. Momentum ini dimanfaatkan sebagai titik awal untuk memaksimalkan semua sumber daya yang dimiliki lembaga.
“Selama empat tahun terakhir, kami telah melaksanakan berbagai program pendayagunaan. Kini saatnya melakukan refleksi sejauh mana dampaknya terhadap masyarakat, serta melihat inovasi-inovasi apa yang bisa dikembangkan ke depan,” tambahnya.
Saidah juga menegaskan, salah satu indikator keberhasilan program zakat adalah munculnya muzaki baru dari kalangan mustahik. Karena itu, bulan pemberdayaan ini akan difokuskan pada refleksi, konsolidasi, serta penyerapan ide-ide baru demi peningkatan kualitas program.
“Kami percaya bahwa jika program dikelola dengan penuh keikhlasan dan profesionalitas, maka spektrumnya akan sampai dari hati ke hati. Ini menjadi nilai utama yang kami pegang dalam pengelolaan zakat,” jelasnya.
Melalui Bulan Pendayagunaan 2025 ini, BAZNAS ingin mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk merayakan keberhasilan, mengakui tantangan, dan membangun harapan baru melalui zakat. Zakat adalah cahaya yang menerangi jalan keluar dari kemiskinan, keterbatasan, dan ketimpangan. Dengan sinergi yang kuat, komitmen yang tulus, dan visi yang jelas, zakat akan menjadi kekuatan utama dalam membangun Indonesia yang lebih adil, sejahtera, dan bermartabat.
Beberapa rangkaian rangkaian kegiatan unggulan pada kegiatan Bulan Pendayagunaan ini antara lain: Pelatihan Online Kompetensi Khusus, ZCoffee Cupping Event, Pendayagunaan Night: Zakat Impact Story Campaign, Colloquium Pendayagunaan bersama tokoh-tokoh nasional, BAZNAS Development Forum (BDF) bersama BPS dan World Bank), dan Peluncuran Buku Capaian dan Zakat Empowerment Awards.
BERITA23/05/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Dorong 10.000 Penerima Beasiswa Santri 2025 Jadi Generasi Unggul dan Berdaya Saing
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mendorong para penerima Beasiswa Santri 2025 dapat membangun kualitas diri, kemandirian, dan kepemimpinan untuk menjadi generasi yang unggul dan berdaya saing di tengah dinamika zaman.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI, Farid Septian, S.Sos., M.Hum., saat membuka acara Pembinaan Peserta Beasiswa Santri BAZNAS bertema Temukan Versi Terbaikmu, yang diikuti oleh 10.000 penerima beasiswa santri di seluruh Indonesia. Acara ini diselenggarakan secara daring melalui kanal Youtube BAZNAS TV, Kamis (22/5/2025).
Dalam sambutannya, Farid menyampaikan, program beasiswa santri BAZNAS merupakan jembatan untuk santri-santri berprestasi mencapai mimpi mereka masuk ke perguruan tinggi favorit agar menjadi lebih baik. Hal ini tentunya sejalan dengan astacita juga dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045.
“Ini semua tidak berarti tanpa adanya proaktifitas dan kesungguhan belajar dari para santri. Masuk ke perguruan tinggi merupakan tiket menuju masa depan, tetapi tetap harus diiringi dengan kesungguhan belajar dan doa kepada Allah,” ujar Farid.
Hal tersebut, menurut Farid, penting dilakukan mengingat salah satu misi BAZNAS RI adalah melakukan pendistribusian dan pendayagunaan dana zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya (ZIS-DSKL) untuk meningkatkan kesejahteraan umat serta mengentaskan kemiskinan.
“Program ini memang sangat penting sekali, karena kalau kita berkaca dari data berkaitan dengan angka partisipasi kasar pendidikan tinggi ini sering kita sampaikan di beragam kesempatan bahwa angka partisipasi pendidikan di Indonesia baru mencapai 31,40 persen, tetangga kita Malaysia 43 persen, sementara Singapura mencapai 91,09 persen,” katanya.
Ia menambahkan, data tersebut menunjukkan bahwa penduduk Indonesia yang berada di usia kuliah rentang 19-23 tahun itu hanya terdapat 31 dari 100 orang yang menjadi mahasiswa untuk level strata 1, dan makin kecil lagi untuk level strata di atasnya.
“Oleh karena itu, program beasiswa santri ini merupakan jembatan bagi adik-adik santri di pesantren untuk melanjutkan pendidikan mereka menjajaki ilmu ke perguruan tinggi favorit. Di tahun 2025 ini, kami telah memberikan 10.000 beasiswa santri,” kata Farid.
Secara terpisah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menyampaikan, santri hari ini harus siap menjawab tantangan zaman, tidak hanya piawai dalam ilmu agama, tetapi juga adaptif terhadap perubahan sosial dan teknologi.
“Beasiswa yang diberikan BAZNAS tak berhenti pada bantuan biaya pendidikan. Ada misi lebih besar yang diusung yaitu mencetak generasi santri yang tidak hanya kuat secara spiritual, tapi juga siap bersaing secara intelektual dan sosial,” ucap Saidah.
Salah satu alumnus penerima beasiswa santri 2023, Muhammad Fachry Alfareeza mengaku bersyukur dengan hadirnya beasiswa yang diberikan oleh BAZNAS RI karena memiliki manfaat yang sangat luar biasa bagi santri-santri di pesantren yang terkendala biaya untuk melanjutkan pendidikan.
“Saya merasakan beasiswa dari BAZNAS ini sangat luar biasa, apalagi bagi kami sebagai seorang santri yang melatarbelakangi kami untuk melanjutkan kuliah adalah faktor biaya, dan alhamdulillah BAZNAS memberikan kesempatan kepada kami untuk bisa mempersiapkan diri menuju perguruan tinggi di seluruh Indonesia,” katanya.
BERITA23/05/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Hadirkan Layanan Kurban untuk Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menghadirkan layanan Kurban Berkah BAZNAS untuk disalurkan kepada warga Palestina yang tengah menghadapi krisis kemanusiaan berkepanjangan akibat agresi militer dan blokade.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, M.Si., CFRM., mengatakan, program ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS dalam memperluas manfaat kurban ke wilayah-wilayah yang terdampak konflik dan rawan pangan.
“Kami ingin memastikan bahwa daging kurban dari masyarakat Indonesia bisa menjadi simbol kepedulian dan kekuatan persaudaraan lintas batas negara,” ujar Rizaludin dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (21/5/2025).
Rizaludin menegaskan, BAZNAS RI akan memastikan distribusi hewan kurban berjalan aman dan tepat sasaran yang akan dibagikan kepada keluarga miskin serta pengungsi yang sangat membutuhkan di Palestina.
Rizaludin mengungkapkan, masyarakat Indonesia dapat berpartisipasi dalam program ini melalui kanal digital resmi BAZNAS. Laporan distribusi akan dibuka untuk publik, termasuk dokumentasi visual dari proses penyembelihan dan penyaluran, sebagai wujud transparansi dan tanggung jawab.
“Lewat Kurban Berkah BAZNAS, kita ingin tunjukkan bahwa Indonesia hadir tidak hanya dengan doa, tetapi juga dengan bantuan kemanusiaan yang sampai ke tempat mereka,” tutup Rizaludin.
BAZNAS mengajak seluruh masyarakat Indonesia, khususnya calon mudohi untuk menunaikan ibadah kurban melalui BAZNAS, berkurban yang terbaik sesuai syariah dan sepenuhnya untuk kemaslahatan umat.
Pilihan Hewan Kurban Berkah BAZNAS:
Kambing: Rp7.200.000
Domba: Rp9.700.000
Sapi: Rp56.700.000
Transfer Kurban ke:
BSI 100.078.2854
Mandiri 122.001.771.7771
BRI 0504.01.000.425.309
BNI 777.4040.408
BCA 686.073.7777
a.n Badan Amil Zakat Nasional
Atau kunjungi: baznas.go.id/kurban
Info & Konfirmasi:
Telepon: 14050 / 021 50847142
WhatsApp: wa.me/6281188821818
E-mail: [email protected]
BERITA22/05/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS Tanggap Bencana Bantu Evakuasi Korban Banjir di Trenggalek
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) Kabupaten Trenggalek turun langsung membantu proses evakuasi warga terdampak banjir yang melanda Kelurahan Tamanan, Kecamatan Trenggalek.
Sebanyak 13 personel BTB Trenggalek dikerahkan dalam aksi kemanusiaan ini, lengkap dengan satu perahu karet, satu unit mobil, dan satu unit motor trail untuk menjangkau wilayah-wilayah yang sulit diakses.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menyamapaikan, kehadiran tim BTB di lokasi bencana mencerminkan komitmen BAZNAS untuk selalu cepat tanggap, menjadi tangan pertama yang menjangkau mereka yang terdampak musibah.
"BAZNAS hadir untuk memastikan evakuasi berjalan aman dan warga terdampak segera mendapat bantuan dasar, termasuk makanan melalui kolaborasi dapur umum," ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya, Rabu (21/5/2025).
Saidah mengungkapkan, selain evakuasi, tim BTB juga melakukan koordinasi intensif dengan berbagai unsur lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Trenggalek untuk memastikan distribusi bantuan berjalan efisien dan merata.
“Salah satu bantuan yang kami salurkan adalah menyiapkan dapur umum bersama pemerintah setempat guna memenuhi kebutuhan pangan warga yang mengungsi,” ucap Saidah.
Saidah menambahkan, proses evakuasi berlangsung lancar meski cuaca gerimis dan wilayah tergenang air di beberapa titik. Sejumlah warga lansia, anak-anak, dan perempuan menjadi prioritas dalam upaya penyelamatan.
"Kami mengutamakan keselamatan jiwa dan kebutuhan dasar. Ini bukan hanya soal bantuan fisik, tapi juga solidaritas kemanusiaan yang harus terus dijaga," kata Saidah.
Sementara itu, anggota Tim BTB Trenggalek, Fahrul mengatakan, Tim BTB merupakan salah satu unit strategis yang bertugas merespons bencana alam dan non-alam secara cepat dan terstruktur.
“Respons ini juga merupakan bentuk kontribusi dan kepedulian BAZNAS RI dalam menanggapi isu-isu kebencanaan, termasuk musibah banjir. Tim BTB telah siap siaga dan langsung merespons banjir yang melanda wilayah Trenggalek,” katanya.
BERITA22/05/2025 | Humas BAZNAS
Ketua MUI: Negara Urus Zakat itu Sah dan Penting. Partisipasi Masyarakat Tidak Terhambat
Ketua MUI Bidang Informasi dan Komunikasi, KH. Masduki Baidlowi mengemukakan, keterlibatan negara dalam pengelolaan zakat adalah sah dan penting. Ia merujuk Fatwa MUI No. 8 Tahun 2011 tentang Amil Zakat, yang memperlihatkan pentingnya peran fasilitatif pemerintah dalam pembentukan Amil Zakat.
Dalam ketentuan Fatwa 8/2011 itu, ada dua model pembentukan amil zakat. Pertama, diangkat oleh pemerintah. Kedua, dibentuk oleh Masyarakat, kemudian disahkan oleh pemerintah.
“Pemerintah dan masyarakat sama-sama menjalankan peran penting dalam pengelolaan zakat. Peran pemerintah tidak diabaikan. Partisipasi masyarakat tetap difasilitasi,” kata Kiai Masduki.
Salah satu rujukan dalam konsideran fatwa tersebut adalah pendapat Ibnu Qosim dalam Kitab Fathul Qorib (Syarah Bajuri) yang menjelaskan definisi Amil adalah: Seseorang yang ditugaskan oleh imam (pemimpin negara) untuk mengumpulkan dan mendistribusikan harta zakat.
“Di sini, terbaca peran negara dalam pembentukan amil zakat,” Kiai Masduki menambahkan. Keterlibatan negara dalam pengelolaan zakat, kata Kiai Masduki, dalam rangka optimalisasi pencapaian tujuan kemasalahatan.
Salah satu kaidah fiqhiyah referensi konsideran Fatwa 8/2011 adalah, Tasharruful Imam ‘alar Ra’iyyah Manuthun bil Mashlahah (Tindakan pemimpin [pemegang otoritas] terhadap rakyat harus mengikuti kemaslahatan).
“Relasi agama dan negara di Indonesia ini khas. Meskipun bukan negara agama, Indonesia bukan nagara yang meminggirkan urusan agama,” ujar alumni Pesantren Sidogiri, Pasuruan, Jawa Timur ini. “Relasi agama dan negara bersifat simbiotik. Negara tidak masuk ke wilayah doktirin agama, tapi memfasilitasi tata kelola urusan agama.”
Dalam hal zakat, lanjut Kiai Masduki, bukan negara yang mewajibkan zakat. Itu ranahnya agama. Namun karena zakat berdimensi publik, dapat mendukung pencapaian kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan, negara mendukung, salah satunya dengan membentuk BAZNAS.
Seperti disebutkan dalam UU 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat, Pemerintah membentuk BAZNAS. Status BAZNAS adalah lembaga pemerintah nonstruktural, bersifat mandiri, dan bertanggung jawab kepada Presiden.
Meski lembaga pemerintah, keanggotaan BAZNAS sebagian besar dari unsur masyarakat. BAZNAS terdiri sebelas orang anggota. Delapan di antaranya dari unsur Masyarakat. Hanya tiga orang dari unsur pemerintah.
Anggota BAZNAS dari unsur masyarakat harus mendapat pertimbangan DPR, sebagai wakil rakyat, baru dapat diusulkan Menteri Agama, untuk diangkat oleh Presiden.
Selain BAZNAS, partisipasi masyarakat difasilitasi dalam bentuk Lembaga Amil Zakat (LAZ). Masyarakat dapat membentuk LAZ dengan izin menteri dan rekomendasi BAZNAS.
“Izin dan rekomendasi ini lebih dalam kerangka agar lebih terintegrasi dan sama-sama menjaga akuntabilitas, sehingga daya guna dan hasil gunanya makin efektif,” kata Kiai Masduki.
BAZNAS dan LAZ Sama-Sama Harus Diaudit
Bahwa LAZ wajib membuat laporan teraudit berkala kepada BAZNAS, kata Kiai Masduki, itu lebih dalam kerangka koordinasi. BAZNAS sendiri pun juga diwajibkan membuat laporan berkala sesuai jenjang masing-masing.
BAZNAS tingkat kabupaten/kota, misal, selain harus lapor ke BAZNAS Provinsi, juga wajib lapor ke Pemda setempat. Sementara BAZNAS Pusat, selain lapor berkala ke Presiden, melalui Menag, juga harus lapor ke DPR.
Ketentuan harus ada audit syariah dan audit keuangan kepada LAZ, juga diberlakukan pada BAZNAS di semua jenjang. Itu diatur dalam PP 14/2014 tentang Pelaksanaan UU Zakat.
“Jadi, ini telah ditata secara terlembaga dan sistematis. Bahwa ada beberapa bagian yang harus diperbaiki, tidak berarti dalam bentuk menghapus peran negara,” kata Kiai Masduki.
Partisipasi Masyarakat Kelola Zakat Meningkat
Keterlibatan negara tidak menghambat peran masyarakat. Bahkan peran amil perorangan, seperti dijalankan para kiai di pesantren, atau takmir masjid, pada daerah terpencil yang belum terjangkau BAZNAS dan LAZ, itu juga masih bisa difasilitasi.
“Syaratnya tidak berat. Hanya diminta memberitahukan secara tertulis ke Kepala KUA di tiap kecamatan,” kata Kiai Masduki.
Sebelum UU 23/2011, tercatat baru ada 18 LAZ. Saat ini, dilaporkan sudah ada 181 LAZ berizin. Terdiri dari 48 LAZ nasional, seperti Dompet Dhuafa, LAZ Muhammadiyah, dan LAZIS NU, kemudian ada 41 LAZ provinsi, dan 92 LAZ kabupaten/kota.
Dilaporkan pula, pengumpulan LAZ lebih tinggi dari pengumpulan BAZNAS secara nasional. Pada 2023, pengumpulan LAZ mencapai Rp 6,5 triliun, sementara pengumpulan BAZNAS sekitar Rp 3,7 triliun. *
BERITA20/05/2025 | Humas BAZNAS
Tandatangani MoU, BAZNAS RI dan DMI Sepakat Perkuat Ekonomi Umat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI sepakat untuk memperkuat kerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) dalam rangka memperkuat kesejahteraan ekonomi umat.
Kesepakatan ini tertuang dalam kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) BAZNAS dengan DMI tentang Kolaborasi Program Pendistribusian dan Pendayagunaan Ekonomi Dana Zakat, Infak, dan Sedekah, dilakukan dalam rangka penguatan ekonomi umat, pada pedesaan dan perkotaan di seluruh Indonesia.
Penandatanganan tersebut berlangsung pada Penutupan Rakernas Ke-3 Dewan Masjid Indonesia dan Penandatanganan MoU BAZNAS dan DMI, di Cempaka Putih, Jakarta, Minggu Malam (18/5/2025). Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., serta Ketua Umum DMI Jusuf Kalla, beserta jajaran.
Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, mengatakan, masjid dan BAZNAS merupakan dua elemen penting yang tidak bisa dipisahkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan umat.
"DMI dan BAZNAS harus bersinergi lebih erat lagi, karena masjid adalah pusat umat dan BAZNAS adalah instrumen keadilan sosial," kata Kiai Noor.
Dengan adanya kolaborasi ini, Kiai Noor berharap dakwah zakat di Indonesia semakin masif, agar terentaskannya kemiskinan, serta membangun kembali semangat dan kekuatan ekonomi umat.
Sementara itu, Ketua Umum DMI Jusuf Kalla mengatakan, zakat saat ini bukan hanya instrumen pemerataan, melainkan menjadi instrumen untuk mendorong kemandirian ekonomi umat.
"Masjid harus tetap menjadi sentral kegiatan umat. Dan zakat bukan hanya instrumen pemerataan, tetapi juga insentif bagi umat agar lebih giat bekerja, lebih semangat menunaikan kewajiban dan membangun kehidupan," kata Jusuf Kalla.
Menurutnya, Rakernas III DMI 2025 menjadi ruang konsolidasi strategis yang tidak hanya memperkuat organisasi, melainkan untuk memperluas jangkauan pengaruh masjid dalam membentuk peradaban Islam Indonesia yang moderat, inklusif, dan berdaya.
Dengan semangat kebersamaan, pihaknya berpesan agar menjadikan masjid sebagai pusat peradaban umat yang aktif, bersih, berdaya, dan memberi solusi nyata bagi kehidupan masyarakat.
BERITA20/05/2025 | Humas BAZNAS
Entaskan Kemiskinan, BAZNAS RI Luncurkan Balai Ternak di Kabupaten Blora
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan program Balai Ternak ke-47 di Kabupaten Blora, Jawa Tengah untuk meningkatkan kesejahteraan peternak kecil melalui pendekatan perbibitan dan penggemukan ternak yang terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat.
Balai Ternak BAZNAS di Blora resmi dibentuk pada 1 November 2024 di Desa Temulus, Kecamatan Randublatung. Sebanyak 20 peternak laki-laki tergabung dalam kelompok ini, yang saat ini mengelola populasi ternak sebanyak 205 ekor.
Peluncuran Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Blora yang tergabung dalam Kelompok Tani Ternak Taman Rojokoyo Manunggal ini dilaksanakan di Desa Temulus, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah pada Kamis (15/5/2025).
Turut hadir, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA; Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc, M.A. CFRM; Deputi II BAZNAS RI Dr. H. Muhammad Imdadun Rachmat, M.Si; perwakilan dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah; Bupati Kabupaten Blora Dr. H. Arief Rohman, S.IP, M.Si; Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini; Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah Dr. KH. Ahmad Darodji, M.Si; Forkopimda Kabupaten Blora; Ketua BAZNAS Kabupaten Blora Sutaat, S.Pd; Pimpinan BAZNAS Kabupaten Rembang dan tamu undangan lainnya, termasuk Kelompok Ternak Taman Rojokoyo Manunggal serta warga Desa Temulus.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan bahwa Program Balai Ternak merupakan bagian dari strategi BAZNAS dalam memberdayakan ekonomi mustahik melalui pengelolaan ternak secara komunal.
"Dengan pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan, Balai Ternak ini dapat menjadi model percontohan bagi daerah lain dalam mengembangkan sektor peternakan berbasis komunitas," ujar Kiai Noor.
Kiai Noor menjelaskan, Balai Ternak ini mengadopsi sistem pemeliharaan komunal, di mana ternak dipelihara secara bersama-sama dalam satu kawasan. Pendekatan ini memungkinkan efisiensi dalam manajemen pakan dan kesehatan ternak, serta memfasilitasi pendampingan yang lebih intensif bagi peternak.
“Melalui model pemberdayaan ekonomi masyarakat, BAZNAS memberikan aset produktif berupa ternak kepada mustahik, dengan harapan mereka dapat mandiri secara ekonomi dan keluar dari garis kemiskinan,” ucap Kiai Noor.
Lanjut Kiai Noor, Kabupaten Blora dipilih sebagai lokasi pengembangan Balai Ternak karena memiliki potensi besar dalam bidang peternakan domba. Pertumbuhan jumlah peternak baru yang signifikan, didukung oleh ketersediaan sumber daya alam dan manusia yang memadai, menjadikan Blora sebagai wilayah strategis untuk implementasi program ini.
“Balai Ternak di Blora memiliki 205 ekor, meliputi 49 ekor indukan domba jenis Cross Texel, Cross Merino, dan Dorper F1; 97 ekor domba bakalan jantan jenis Cross Merino, Cross Texel, Cross Garut, dan Awassi; serta 2 ekor pejantan Texel dan Dorper F1, dan 1 ekor anakan jantan,” ungkap Kiai Noor.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Blora Dr. H. Arief Rohman, S.IP, M.Si menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS RI yang telah memilih Kabupaten Blora sebagai salah satu wilayah Balai Ternak, sehingga dapat membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Blora menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya, semoga program kolaborasi BAZNAS Pusat, BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten dan Dinas terkait ini dapat terus disinergikan, mengingat tingkat kemiskinan di Kabupaten Blora termasuk tinggi mencapai 11,8 persen,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Deputi II BAZNAS RI, Dr. H. Muhammad Imdadun Rachmat, M.Si menambahkan, Balai Ternak Blora tersebut merupakan Balai Ternak yang ke-47 dari 54 titik yang akan dibangun BAZNAS pada tahun 2025 ini.
"Insya Allah balai-balai ternak seperti ini akan terus kita kembangkan di seluruh Indonesia.Program ini merupakan salah satu dari program pengembangan ekonomi masyarakat," ucapnya.
Menurut Imdadun, salah satu bentuk program pengembangan eknomi mustahik di pedesaan adalah program Balai Ternak. Ia bersyukur di berbagai tempat program tersebut berdiri telah menjadi sarana untuk meningkatkan pendapatan mustahik.
“Banyak peternak-peternak yang telah berubah statusnya dari mustahik menjadi muzaki, banyak yang telah lepas dari kemisinan ekstrem. Oleh karena itu program Balai Ternak ini akan terus kita tambah jumlahnya, dan akan terus kita masifkan," kata Imdadun.
BERITA16/05/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS Bersama Kemnaker RI Kerja Sama Fasilitasi Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja Disabilitas
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI menandatangani nota kesepahaman (MoU) dalam rangka memberikan fasilitas akses lapangan pekerjaan bagi para penyandang disabilitas.
Kerja sama BAZNAS dan Kemnaker RI ini berupa pemberian fasilitas pelayanan penempatan tenaga kerja disabilitas. Selain itu perusahaan di kawasan Industri Banten juga melakukan komitmen bersama terkait penempatan tenaga kerja penyandang disabilitas sesuai UU Penyandang Disabilitas Nomor 8 Tahun 2016 Pasal 53.
Adapun sekitar 200 perusahaan industri di kawasan provinsi Banten yang berkomitmen di antaranya PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di Kota Cilegon, PT Garuda Daya Pratama Sejahtera di Kota Tangerang, PT YKK di Kabupaten Tangerang, serta PT Modern Industrial di wilayah Kota dan Kabupaten Serang.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dilakukan oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., dengan Menteri Ketenagakerjaan RI Prof Yassierli, disaksikan oleh Gubernur Provinsi Banten Andra Soni, Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Jhohan, dan sejumlah perusahaan, di Gedung Pusdiklat PT Krakatau Steel (Persero) TBK, Cilegon, Banten, Rabu (14/5/2025).
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. Noor Achmad MA., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dan dukungannya yang telah terjalin dengan Kemenaker. Menurutnya, kerja sama ini menjadi bukti nyata sinergi kelembagaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kolaborasi yang telah terjalin, khususnya antara BAZNAS dan Kemnaker. Salah satunya adalah bantuan bagi penyandang disabilitas. Tahun ini, direncanakan sebanyak 1.000 penyandang disabilitas akan menerima bantuan masing-masing sebesar Rp10 juta,” kata Kiai Noor.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti persoalan ketenagakerjaan, termasuk meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) belakangan ini. Menurutnya, mereka yang terdampak PHK merupakan mustahik baru yang perlu segera dibantu.
“Setiap kali terjadi PHK, bagi kami itu berarti ada mustahik baru. Maka dari itu, kolaborasi antara Kemenaker dan BAZNAS sangat relevan dan perlu terus dilanjutkan karena memiliki irisan kepentingan yang sama,” ujarnya.
Kiai Noor juga mengusulkan agar BAZNAS dilibatkan dalam proses perencanaan pembangunan daerah, mengingat perannya yang strategis dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dan penurunan angka stunting sebagai bagian dari agenda nasional.
“Manfaatkan keberadaan BAZNAS sebaik-baiknya untuk kepentingan mustahik, khususnya fakir miskin. Mari kita bersama mendukung Asta Cita Presiden Prabowo dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem dan stunting tahun ini,” tambahnya.
Selain bantuan untuk penyandang disabilitas, Kiai Noor menyampaikan, BAZNAS juga merencanakan memberikan bantuan melalui program magang ke Jepang untuk 3.000 mustahik. Setiap peserta nantinya akan menerima bantuan dana sebesar Rp26 juta untuk mendukung keberangkatan dan proses pembinaan.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, mengapresiasi kontribusi seluruh pemangku kepentingan, termasuk BAZNAS, dalam mendukung program ketenagakerjaan inklusif. Ia menegaskan, pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menghadirkan solusi atas persoalan ketenagakerjaan.
“Program seperti magang ke Jepang untuk 3.000 mustahik dan bantuan bagi 1.000 penyandang disabilitas merupakan terobosan luar biasa dari BAZNAS. Harapannya, melalui bantuan ini, para penerima manfaat dapat bertransformasi dari mustahik menjadi muzaki,” ujar Yassierli.
Ia menegaskan, Kemnaker siap mendukung penuh upaya kolaboratif bersama BAZNAS, pemerintah daerah, dan dunia usaha dalam menciptakan ketenagakerjaan yang adil dan merata bagi seluruh warga negara, termasuk kaum penyandang disabilitas.
“Kita harus menyelesaikan persoalan ini bersama. Dengan kolaborasi, insya Allah masa depan akan jauh lebih baik,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Banten, Andra Soni, juga turut menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif kegiatan ini. Ia menyebutnya sebagai bagian penting dari pemenuhan kebutuhan dasar penyandang disabilitas dalam bidang ketenagakerjaan.
“Kami menyampaikan terima kasih atas inisiasi kegiatan ini. Kami yakin kegiatan ini akan terus menebarkan semangat dan optimisme bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan keterampilan mereka,” katanya.
Ia menegaskan, penyandang disabilitas harus memperoleh hak dan kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan layak, bekerja, dan meraih prestasi. Dunia industri wajib memberikan ruang tersebut, sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016.
"Untuk itu, Pemerintah Provinsi Banten berharap penandatanganan komitmen bersama dalam promosi dan penempatan tenaga kerja penyandang disabilitas ini dapat mendorong peningkatan kesejahteraan, kemandirian, serta semangat bagi para penyandang disabilitas untuk terus berkreasi dan berkarya tanpa batas," ujarnya.
Turut hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., Deputi 2 BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si., Sekretaris Utama BAZNAS RI Subhan Cholid, Ketua BAZNAS Provinsi Banten Prof. Dr. H. E. Syibli Syarjaya L.M.L., M.M., serta Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Darmawansyah.
BERITA15/05/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Bersama Gates Foundation Jajaki Kerja Sama Penanganan Stunting dan Pengentasan Kemiskinan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menjajaki kerja sama strategis dengan Gates Foundation untuk memperkuat upaya penanganan stunting dan penurunan angka kemiskinan ekstrem yang masih cukup tinggi di Indonesia.
Ada tiga pembahasan kerja sama BAZNAS RI dan Gates Foundation, yaitu kolaborasi dalam pengembangan keilmuan dan riset, pemberdayaan masyarakat melalui program pekerja sosial, serta implementasi program-program BAZNAS yang dapat disinergikan seperti pengentasan stunting dan pengurangan kemiskinan ekstrem.
Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dengan perwakilan Gates Foundation di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, pada Jumat (9/5/2025). Turut Hadir Wakil ketua BAZNAS RI H Mo Mahdum, Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional KH Acmad Sudrajat Lc MA CFRM, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan CFRM, Prof. (HC) Dr. H. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, Deputi I H Arifin Purwakananta, Deputi II Dr. H. M Imdadun Rahmat, M.Si,. Kepala Biro Hukum dan Kelembagaan Bapak Mulya Dwi Harto, Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS-DSKL Muhammad Hasbi Zaenal, serta jajaran lainnya.
Hadir dari Gates Foundation Mrs. Pippa Zainoeddin, Deputy Director, Strategy, Planning & Management untuk Philanthropic Partnership, the Gates Foundation., Mr. Kohfi Rashid, Konsultan Gates Foundation, Mr. Anthony Nelson, Konsultan Gates Foundation, Mrs. Fitri Yuliarti, Public Affairs Manager Inke & Maris Associates, Ufi, Lakpesdam NU.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengungkapkan, kemiskinan ekstrem dan stunting merupakan dua tantangan utama yang saling berkaitan. Menurutnya, salah satu penyebab meningkatnya kemiskinan adalah praktik judi online dan pinjaman daring yang menjerat masyarakat miskin.
“Masyarakat miskin ingin membayar utang, mereka memakai caranya sendiri dengan berjudi, tapi sekaligus pinjaman online. Jadi mereka pinjam untuk judi, pada akhirnya tidak dapat apa-apa. Itu juga yang kemudian menyebabkan banyak orang bunuh diri,” ujar Kiai Noor.
Untuk memutus mata rantai tersebut, BAZNAS RI mengembangkan berbagai program pemberdayaan ekonomi, seperti Zmart, Zchicken, dan Santripreneur. Program Zmart memberikan dukungan modal dan pendampingan manajemen bagi pelaku usaha kecil.
Sementara Zchicken menyediakan produk makanan berkualitas dengan harga terjangkau, sementara Santripreneur membekali para santri dengan keterampilan kewirausahaan.
“Kami juga memiliki Kampung Zakat dan program-program lain yang menyentuh masyarakat miskin di Indonesia. Oleh karena itu, kami membutuhkan kerja sama tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat internasional,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan Gates Foundation menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya BAZNAS RI dalam mengatasi stunting dan kemiskinan. Mereka memiliki program digital yang memberikan pendampingan kepada masyarakat miskin dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan perekonomian.
Ia menjelaskan, sejak 2009, Gates Foundation telah mengucurkan lebih dari $300 juta dalam bentuk hibah ke Indonesia, terutama untuk sektor kesehatan, sanitasi, nutrisi, inklusi keuangan, dan pertanian.
“Bill Gates juga berencana akan menyumbangkan 99 persen kekayaannya untuk membantu masyarakat yang kurang mampu. Kita juga mengajak miliarder dunia untuk bergabung memberikan bantuan, saat ini ada lebih dari 200 miliarder yang telah bergabung, salah satunya dari Indonesia,” kata perwakilan Gates Foundation.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan oleh BAZNAS RI sejalan dengan misi global Gates Foundation dalam memperkuat ketahanan ekonomi dan sosial kelompok rentan.
BERITA14/05/2025 | Humas BAZNAS
Wakil Ketua BAZNAS RI: Filantropi Islam Berperan Penting Bagi Keadilan Sosial
Wakil Ketua BAZNAS RI, Mokhamad Mahdum (Haji Mo), menyampaikan bahwa filantropi Islam yang dipraktikkan melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf memiliki peran penting dalam mencapai keadilan sosial. Karena filantropi Islam merupakan salah satu solusi dalam menyelesaikan problem kesenjangan sosial ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan pada acara Stadium Generale Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa (29/04/2025).
Menurut Moh. Mahdum, filantropi Islam memiliki peran penting dalam membangun peradaban umat manusia sejak dahulu. Karena filantropi Islam tidak hanya memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, tetapi juga menciptakan masyarakat yang lebih baik dan berkelanjutan, baik secara ekonomi maupun sosial.
Haji Mo menuturkan, ada empat tujuan filantropi Islam. Pertama, meningkatkan kesejahteraan sosial, yakni membantu mereka yang membutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi kemiskinan.
Kedua, mendorong keadilan sosial, mengurangi kesenjangan ekonomi dan memastikan distribusi kekayaan yang lebih adil. Ketiga, memperkuat ikatan sosial seperti menciptakan rasa solidaritas dan tanggung jawab bersama dalam masyarakat.
Keempat, menegakkan nilai-nilai Islam, melaksanakan kewajiban agama, dan memperoleh ridha Allah melalui amal dan kedermawanan.
“Jadi, filantropi Islam merujuk pada tindakan amal dan kegiatan sosial manusia yang didorong oleh prinsip-prinsip Islam, misalnya zakat. Karena melalui zakat, harta disalurkan kepada mereka yang membutuhkan sehingga dapat mengurangi kesenjangan sosial dan mendorong keadilan sosial,” terangnya.
Haji Mo juga mengungkapkan potensi zakat di Indonesia yang menurutnya sangat besar, mencapai Rp327 triliun. Potensi tersebut terdiri dari zakat pertanian sebesar Rp19,79 triliun, zakat peternakan Rp9,51 triliun, zakat tabungan dan deposito Rp58,76 triliun, zakat ASN Rp9,15 triliun, zakat badan usaha se-Indonesia Rp99,99 triliun, zakat pendapatan dan jasa Rp139,07 triliun, serta zakat individu non-ASN sebesar Rp129,8 triliun.
Potensi zakat yang tinggi ini, kata dia, bisa dioptimalkan dengan sinergi dan kolaborasi seluruh pengelola zakat di Indonesia, baik BAZNAS, LAZ, maupun UPZ, serta dukungan dari para pemangku kepentingan, misalnya pemerintah dan masyarakat.
Jika benar-benar dapat dioptimalkan, tambah Haji Mo, maka peran zakat tidak hanya mampu menciptakan keadilan sosial di masyarakat, tetapi juga dapat mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem di Indonesia.
“BAZNAS terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan zakat dan memaksimalkan manfaatnya bagi masyarakat, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan dan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Karena itu, lanjut Haji Mo, seluruh program BAZNAS ditujukan untuk mengubah mustahik menjadi muzaki, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat, baik dari aspek materil maupun spiritual.
Misalnya saja program Zakat Community Development Lubukbangkar. Sebanyak 215 dari 315 keluarga di Lubukbangkar berada di bawah garis kemiskinan. Mereka juga memiliki keterbatasan listrik sampai dengan tahun 2018. Di sisi lain, desa tersebut memiliki potensi ekonomi seperti kebun karet, padi, sayur-mayur, dan tanaman kopi.
“BAZNAS dan UNDP berkolaborasi untuk membangun pembangkit listrik berbasis micro-hydro untuk masyarakat, dan mengoptimalkan potensi sumber daya yang dimiliki daerah tersebut,” ucapnya.
Turut hadir dalam acara ini antara lain Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Prof. Dr. Zulkifli, MA, Kaprodi S3 Doktor Pengkajian Islam Prof. Dr. JM. Muslimin, MA, Sekretaris Prodi S3 Dr. Maswani, MA, Sekprodi S2 Dr. Rizqi Handayani, MA, dan Kasubag TU Afif Ahmad Faisal, ST, MM.
BERITA08/05/2025 | Humas BAZNAS
Permudah Akses Kesehatan Mustahik, BAZNAS RI Resmikan RSB di Kepulauan Riau
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Provinsi Kepulauan Riau meresmikan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) untuk memberikan kemudahan dan memfasilitasi akses kesehatan gratis bagi mustahik, di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu (7/5/2025).
Rumah Sehat BAZNAS Provinsi Kepulauan Riau merupakan hasil kerja sama BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Kepulauan Riau,dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi para masyarakat yang kurang mampu.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, SE, M.Si, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA, Ketua BAZNAS Provinsi Kepri, Dr. H. Arusman Yusuf, M.H.I, Walikota Tanjungpinang, Drs. H. Thamrin Dahlan, M.Si, Ketua MUI Kepri, Bambang Maryono, M.Pd.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. mengatakan, kehadiran RSB Provinsi Kepri ini dalam rangka memberikan jaminan pelayanan kesehatan gratis bagi para mustahik.
“Kami juga ingin memastikan bahwa mustahik tidak hanya menerima bantuan finansial, tetapi juga mendapatkan layanan kesehatan berkualitas tanpa biaya. Dengan adanya RSB Provinsi Riau ini, kami ingin agar mustahik dapat mendapatkan layanan kesehatan yang terbaik,” kata Kiai Noor.
Lebih lanjut Kiai Noor menambahkan, seluruh RSB hadir untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, di antaranya pemberian vitamin, penyuluhan kesehatan, pendampingan, skrining kesehatan, khitanan massal, hingga operasi katarak.
“Adanya RSB di Provinsi Kepri ini merupakan wujud nyata BAZNAS untuk terus memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat miskin di Indonesia. Khususnya melalui peningkatan akses kesehatan,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyambut baik inisiatif ini dan berkomitmen untuk mendukung penuh operasional Rumah Sehat BAZNAS. Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura yang mengapresiasi upaya luar biasa BAZNAS dalam mendukung peningkatan kualitas Kesehatan masyarakat Kepri.
"Kami ingin menyampaikan apresiasi kepada Badan Amil Zakat Nasional atas inisiatif yang luar biasa untuk meningkatkan kualitas kesehatan warga Kepulauan Riau," ujar Nyanyang Haris.
Nyanyang berharap, dengan adanya RSB di Kepri dapat menjadi pusat pelayanan kesehatan bagi warga sekaligus menjadi pusat referensi informasi Kesehatan untuk masyarakat.
"RSB ini kami harapkan dapat menjadi pusat informasi dan layanan kesehatan tambahan di provinsi kepuluauan Riau. Saya yakin dan percaya dengan kordinasi dan kerja sama yang baik pengelolaan dan penyaluran dapat disalurkan tepat sasaran," harapnya.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA mengatakan, pembangunan Rumah Sehat BAZNAS di Kepri menjadi bagian upaya pencapaian visi BAZNAS yaitu menjadi Lembaga Utama dalam mensejahterahkan umat.
"Salah satu variabel kesejahteraan itu adalah kualitas kesehatan masyarakat. Maka akses pelayanan Kesehatan masyarakat mustahik akan kita tingkatkan," ujar Saidah.
Rumah Sehat BAZNAS menyediakan berbagai program layanan di antaranya mulai dari pengobatan umum, pemeriksaan laboratorium, hingga konsultasi spesialis. Menurutnya, Rumah Sehat BAZNAS Provinsi Kepulauan Riau merupakan fasilitas kesehatan level Klinik Pratama rawat jalan, dengan layanan kesehatan poli umum, poli gigi, Poli KIA, laboratorium dan farmasi.
"Selain memberikan layanan kesehatan gratis, Rumah Sehat BAZNAS juga bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Hal ini diharapkan dapat memperluas cakupan perlindungan kesehatan bagi masyarakat miskin dan rentan," kata Saidah.
Berdirinya RSB Provinsi Kepulauan Riau menambah panjang deretan Rumah Sehat BAZNAS yang telah berdiri sebelumnya. Hingga kini, terdapat 24 Rumah Sehat BAZNAS yang telah berdiri termasuk RSB Provinsi Kepulauan Riau, akan menyusul 6 RSB lain yang segera launching di tahun 2025,sehingga terdapat 30 RSB di tahun 2025.
BERITA08/05/2025 | Humas BAZNAS

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Bandar Lampung.
Lihat Daftar Rekening →