Berita Terbaru
Tandatangani MoU, BAZNAS RI dan DMI Sepakat Perkuat Ekonomi Umat
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI sepakat untuk memperkuat kerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) dalam rangka memperkuat kesejahteraan ekonomi umat.
Kesepakatan ini tertuang dalam kegiatan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) BAZNAS dengan DMI tentang Kolaborasi Program Pendistribusian dan Pendayagunaan Ekonomi Dana Zakat, Infak, dan Sedekah, dilakukan dalam rangka penguatan ekonomi umat, pada pedesaan dan perkotaan di seluruh Indonesia.
Penandatanganan tersebut berlangsung pada Penutupan Rakernas Ke-3 Dewan Masjid Indonesia dan Penandatanganan MoU BAZNAS dan DMI, di Cempaka Putih, Jakarta, Minggu Malam (18/5/2025). Turut hadir Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., serta Ketua Umum DMI Jusuf Kalla, beserta jajaran.
Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, mengatakan, masjid dan BAZNAS merupakan dua elemen penting yang tidak bisa dipisahkan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan umat.
"DMI dan BAZNAS harus bersinergi lebih erat lagi, karena masjid adalah pusat umat dan BAZNAS adalah instrumen keadilan sosial," kata Kiai Noor.
Dengan adanya kolaborasi ini, Kiai Noor berharap dakwah zakat di Indonesia semakin masif, agar terentaskannya kemiskinan, serta membangun kembali semangat dan kekuatan ekonomi umat.
Sementara itu, Ketua Umum DMI Jusuf Kalla mengatakan, zakat saat ini bukan hanya instrumen pemerataan, melainkan menjadi instrumen untuk mendorong kemandirian ekonomi umat.
"Masjid harus tetap menjadi sentral kegiatan umat. Dan zakat bukan hanya instrumen pemerataan, tetapi juga insentif bagi umat agar lebih giat bekerja, lebih semangat menunaikan kewajiban dan membangun kehidupan," kata Jusuf Kalla.
Menurutnya, Rakernas III DMI 2025 menjadi ruang konsolidasi strategis yang tidak hanya memperkuat organisasi, melainkan untuk memperluas jangkauan pengaruh masjid dalam membentuk peradaban Islam Indonesia yang moderat, inklusif, dan berdaya.
Dengan semangat kebersamaan, pihaknya berpesan agar menjadikan masjid sebagai pusat peradaban umat yang aktif, bersih, berdaya, dan memberi solusi nyata bagi kehidupan masyarakat.
BERITA20/05/2025 | Humas BAZNAS
Entaskan Kemiskinan, BAZNAS RI Luncurkan Balai Ternak di Kabupaten Blora
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan program Balai Ternak ke-47 di Kabupaten Blora, Jawa Tengah untuk meningkatkan kesejahteraan peternak kecil melalui pendekatan perbibitan dan penggemukan ternak yang terintegrasi dengan pemberdayaan masyarakat.
Balai Ternak BAZNAS di Blora resmi dibentuk pada 1 November 2024 di Desa Temulus, Kecamatan Randublatung. Sebanyak 20 peternak laki-laki tergabung dalam kelompok ini, yang saat ini mengelola populasi ternak sebanyak 205 ekor.
Peluncuran Balai Ternak BAZNAS Kabupaten Blora yang tergabung dalam Kelompok Tani Ternak Taman Rojokoyo Manunggal ini dilaksanakan di Desa Temulus, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah pada Kamis (15/5/2025).
Turut hadir, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA; Pimpinan BAZNAS RI Bidang Koordinasi Nasional KH. Achmad Sudrajat, Lc, M.A. CFRM; Deputi II BAZNAS RI Dr. H. Muhammad Imdadun Rachmat, M.Si; perwakilan dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah; Bupati Kabupaten Blora Dr. H. Arief Rohman, S.IP, M.Si; Wakil Bupati Blora Hj. Sri Setyorini; Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah Dr. KH. Ahmad Darodji, M.Si; Forkopimda Kabupaten Blora; Ketua BAZNAS Kabupaten Blora Sutaat, S.Pd; Pimpinan BAZNAS Kabupaten Rembang dan tamu undangan lainnya, termasuk Kelompok Ternak Taman Rojokoyo Manunggal serta warga Desa Temulus.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan bahwa Program Balai Ternak merupakan bagian dari strategi BAZNAS dalam memberdayakan ekonomi mustahik melalui pengelolaan ternak secara komunal.
"Dengan pengelolaan yang profesional dan berkelanjutan, Balai Ternak ini dapat menjadi model percontohan bagi daerah lain dalam mengembangkan sektor peternakan berbasis komunitas," ujar Kiai Noor.
Kiai Noor menjelaskan, Balai Ternak ini mengadopsi sistem pemeliharaan komunal, di mana ternak dipelihara secara bersama-sama dalam satu kawasan. Pendekatan ini memungkinkan efisiensi dalam manajemen pakan dan kesehatan ternak, serta memfasilitasi pendampingan yang lebih intensif bagi peternak.
“Melalui model pemberdayaan ekonomi masyarakat, BAZNAS memberikan aset produktif berupa ternak kepada mustahik, dengan harapan mereka dapat mandiri secara ekonomi dan keluar dari garis kemiskinan,” ucap Kiai Noor.
Lanjut Kiai Noor, Kabupaten Blora dipilih sebagai lokasi pengembangan Balai Ternak karena memiliki potensi besar dalam bidang peternakan domba. Pertumbuhan jumlah peternak baru yang signifikan, didukung oleh ketersediaan sumber daya alam dan manusia yang memadai, menjadikan Blora sebagai wilayah strategis untuk implementasi program ini.
“Balai Ternak di Blora memiliki 205 ekor, meliputi 49 ekor indukan domba jenis Cross Texel, Cross Merino, dan Dorper F1; 97 ekor domba bakalan jantan jenis Cross Merino, Cross Texel, Cross Garut, dan Awassi; serta 2 ekor pejantan Texel dan Dorper F1, dan 1 ekor anakan jantan,” ungkap Kiai Noor.
Sementara itu, Bupati Kabupaten Blora Dr. H. Arief Rohman, S.IP, M.Si menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS RI yang telah memilih Kabupaten Blora sebagai salah satu wilayah Balai Ternak, sehingga dapat membantu pemerintah mengentaskan kemiskinan.
“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Blora menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya, semoga program kolaborasi BAZNAS Pusat, BAZNAS Provinsi, BAZNAS Kabupaten dan Dinas terkait ini dapat terus disinergikan, mengingat tingkat kemiskinan di Kabupaten Blora termasuk tinggi mencapai 11,8 persen,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Deputi II BAZNAS RI, Dr. H. Muhammad Imdadun Rachmat, M.Si menambahkan, Balai Ternak Blora tersebut merupakan Balai Ternak yang ke-47 dari 54 titik yang akan dibangun BAZNAS pada tahun 2025 ini.
"Insya Allah balai-balai ternak seperti ini akan terus kita kembangkan di seluruh Indonesia.Program ini merupakan salah satu dari program pengembangan ekonomi masyarakat," ucapnya.
Menurut Imdadun, salah satu bentuk program pengembangan eknomi mustahik di pedesaan adalah program Balai Ternak. Ia bersyukur di berbagai tempat program tersebut berdiri telah menjadi sarana untuk meningkatkan pendapatan mustahik.
“Banyak peternak-peternak yang telah berubah statusnya dari mustahik menjadi muzaki, banyak yang telah lepas dari kemisinan ekstrem. Oleh karena itu program Balai Ternak ini akan terus kita tambah jumlahnya, dan akan terus kita masifkan," kata Imdadun.
BERITA16/05/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS Bersama Kemnaker RI Kerja Sama Fasilitasi Pelayanan Penempatan Tenaga Kerja Disabilitas
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI menandatangani nota kesepahaman (MoU) dalam rangka memberikan fasilitas akses lapangan pekerjaan bagi para penyandang disabilitas.
Kerja sama BAZNAS dan Kemnaker RI ini berupa pemberian fasilitas pelayanan penempatan tenaga kerja disabilitas. Selain itu perusahaan di kawasan Industri Banten juga melakukan komitmen bersama terkait penempatan tenaga kerja penyandang disabilitas sesuai UU Penyandang Disabilitas Nomor 8 Tahun 2016 Pasal 53.
Adapun sekitar 200 perusahaan industri di kawasan provinsi Banten yang berkomitmen di antaranya PT Krakatau Steel (Persero) Tbk di Kota Cilegon, PT Garuda Daya Pratama Sejahtera di Kota Tangerang, PT YKK di Kabupaten Tangerang, serta PT Modern Industrial di wilayah Kota dan Kabupaten Serang.
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dilakukan oleh Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., dengan Menteri Ketenagakerjaan RI Prof Yassierli, disaksikan oleh Gubernur Provinsi Banten Andra Soni, Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Jhohan, dan sejumlah perusahaan, di Gedung Pusdiklat PT Krakatau Steel (Persero) TBK, Cilegon, Banten, Rabu (14/5/2025).
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. Noor Achmad MA., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi dan dukungannya yang telah terjalin dengan Kemenaker. Menurutnya, kerja sama ini menjadi bukti nyata sinergi kelembagaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kolaborasi yang telah terjalin, khususnya antara BAZNAS dan Kemnaker. Salah satunya adalah bantuan bagi penyandang disabilitas. Tahun ini, direncanakan sebanyak 1.000 penyandang disabilitas akan menerima bantuan masing-masing sebesar Rp10 juta,” kata Kiai Noor.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti persoalan ketenagakerjaan, termasuk meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK) belakangan ini. Menurutnya, mereka yang terdampak PHK merupakan mustahik baru yang perlu segera dibantu.
“Setiap kali terjadi PHK, bagi kami itu berarti ada mustahik baru. Maka dari itu, kolaborasi antara Kemenaker dan BAZNAS sangat relevan dan perlu terus dilanjutkan karena memiliki irisan kepentingan yang sama,” ujarnya.
Kiai Noor juga mengusulkan agar BAZNAS dilibatkan dalam proses perencanaan pembangunan daerah, mengingat perannya yang strategis dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem dan penurunan angka stunting sebagai bagian dari agenda nasional.
“Manfaatkan keberadaan BAZNAS sebaik-baiknya untuk kepentingan mustahik, khususnya fakir miskin. Mari kita bersama mendukung Asta Cita Presiden Prabowo dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem dan stunting tahun ini,” tambahnya.
Selain bantuan untuk penyandang disabilitas, Kiai Noor menyampaikan, BAZNAS juga merencanakan memberikan bantuan melalui program magang ke Jepang untuk 3.000 mustahik. Setiap peserta nantinya akan menerima bantuan dana sebesar Rp26 juta untuk mendukung keberangkatan dan proses pembinaan.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan RI, Prof. Yassierli, mengapresiasi kontribusi seluruh pemangku kepentingan, termasuk BAZNAS, dalam mendukung program ketenagakerjaan inklusif. Ia menegaskan, pentingnya kerja sama lintas sektor dalam menghadirkan solusi atas persoalan ketenagakerjaan.
“Program seperti magang ke Jepang untuk 3.000 mustahik dan bantuan bagi 1.000 penyandang disabilitas merupakan terobosan luar biasa dari BAZNAS. Harapannya, melalui bantuan ini, para penerima manfaat dapat bertransformasi dari mustahik menjadi muzaki,” ujar Yassierli.
Ia menegaskan, Kemnaker siap mendukung penuh upaya kolaboratif bersama BAZNAS, pemerintah daerah, dan dunia usaha dalam menciptakan ketenagakerjaan yang adil dan merata bagi seluruh warga negara, termasuk kaum penyandang disabilitas.
“Kita harus menyelesaikan persoalan ini bersama. Dengan kolaborasi, insya Allah masa depan akan jauh lebih baik,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Banten, Andra Soni, juga turut menyampaikan apresiasi terhadap inisiatif kegiatan ini. Ia menyebutnya sebagai bagian penting dari pemenuhan kebutuhan dasar penyandang disabilitas dalam bidang ketenagakerjaan.
“Kami menyampaikan terima kasih atas inisiasi kegiatan ini. Kami yakin kegiatan ini akan terus menebarkan semangat dan optimisme bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan keterampilan mereka,” katanya.
Ia menegaskan, penyandang disabilitas harus memperoleh hak dan kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan layak, bekerja, dan meraih prestasi. Dunia industri wajib memberikan ruang tersebut, sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016.
"Untuk itu, Pemerintah Provinsi Banten berharap penandatanganan komitmen bersama dalam promosi dan penempatan tenaga kerja penyandang disabilitas ini dapat mendorong peningkatan kesejahteraan, kemandirian, serta semangat bagi para penyandang disabilitas untuk terus berkreasi dan berkarya tanpa batas," ujarnya.
Turut hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, M.A., Deputi 2 BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H.M. Imdadun Rahmat, M.Si., Sekretaris Utama BAZNAS RI Subhan Cholid, Ketua BAZNAS Provinsi Banten Prof. Dr. H. E. Syibli Syarjaya L.M.L., M.M., serta Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja, Darmawansyah.
BERITA15/05/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Bersama Gates Foundation Jajaki Kerja Sama Penanganan Stunting dan Pengentasan Kemiskinan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menjajaki kerja sama strategis dengan Gates Foundation untuk memperkuat upaya penanganan stunting dan penurunan angka kemiskinan ekstrem yang masih cukup tinggi di Indonesia.
Ada tiga pembahasan kerja sama BAZNAS RI dan Gates Foundation, yaitu kolaborasi dalam pengembangan keilmuan dan riset, pemberdayaan masyarakat melalui program pekerja sosial, serta implementasi program-program BAZNAS yang dapat disinergikan seperti pengentasan stunting dan pengurangan kemiskinan ekstrem.
Hal tersebut mengemuka dalam pertemuan antara Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dengan perwakilan Gates Foundation di Kantor BAZNAS RI, Jakarta, pada Jumat (9/5/2025). Turut Hadir Wakil ketua BAZNAS RI H Mo Mahdum, Pimpinan Bidang Koordinasi Nasional KH Acmad Sudrajat Lc MA CFRM, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan, S.Ag, M.Si, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Perencanaan, Kajian dan Pengembangan CFRM, Prof. (HC) Dr. H. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, Deputi I H Arifin Purwakananta, Deputi II Dr. H. M Imdadun Rahmat, M.Si,. Kepala Biro Hukum dan Kelembagaan Bapak Mulya Dwi Harto, Direktur Kajian dan Pengembangan ZIS-DSKL Muhammad Hasbi Zaenal, serta jajaran lainnya.
Hadir dari Gates Foundation Mrs. Pippa Zainoeddin, Deputy Director, Strategy, Planning & Management untuk Philanthropic Partnership, the Gates Foundation., Mr. Kohfi Rashid, Konsultan Gates Foundation, Mr. Anthony Nelson, Konsultan Gates Foundation, Mrs. Fitri Yuliarti, Public Affairs Manager Inke & Maris Associates, Ufi, Lakpesdam NU.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., mengungkapkan, kemiskinan ekstrem dan stunting merupakan dua tantangan utama yang saling berkaitan. Menurutnya, salah satu penyebab meningkatnya kemiskinan adalah praktik judi online dan pinjaman daring yang menjerat masyarakat miskin.
“Masyarakat miskin ingin membayar utang, mereka memakai caranya sendiri dengan berjudi, tapi sekaligus pinjaman online. Jadi mereka pinjam untuk judi, pada akhirnya tidak dapat apa-apa. Itu juga yang kemudian menyebabkan banyak orang bunuh diri,” ujar Kiai Noor.
Untuk memutus mata rantai tersebut, BAZNAS RI mengembangkan berbagai program pemberdayaan ekonomi, seperti Zmart, Zchicken, dan Santripreneur. Program Zmart memberikan dukungan modal dan pendampingan manajemen bagi pelaku usaha kecil.
Sementara Zchicken menyediakan produk makanan berkualitas dengan harga terjangkau, sementara Santripreneur membekali para santri dengan keterampilan kewirausahaan.
“Kami juga memiliki Kampung Zakat dan program-program lain yang menyentuh masyarakat miskin di Indonesia. Oleh karena itu, kami membutuhkan kerja sama tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di tingkat internasional,” tambahnya.
Sementara itu, perwakilan Gates Foundation menyatakan komitmennya untuk mendukung upaya BAZNAS RI dalam mengatasi stunting dan kemiskinan. Mereka memiliki program digital yang memberikan pendampingan kepada masyarakat miskin dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan perekonomian.
Ia menjelaskan, sejak 2009, Gates Foundation telah mengucurkan lebih dari $300 juta dalam bentuk hibah ke Indonesia, terutama untuk sektor kesehatan, sanitasi, nutrisi, inklusi keuangan, dan pertanian.
“Bill Gates juga berencana akan menyumbangkan 99 persen kekayaannya untuk membantu masyarakat yang kurang mampu. Kita juga mengajak miliarder dunia untuk bergabung memberikan bantuan, saat ini ada lebih dari 200 miliarder yang telah bergabung, salah satunya dari Indonesia,” kata perwakilan Gates Foundation.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan oleh BAZNAS RI sejalan dengan misi global Gates Foundation dalam memperkuat ketahanan ekonomi dan sosial kelompok rentan.
BERITA14/05/2025 | Humas BAZNAS
Wakil Ketua BAZNAS RI: Filantropi Islam Berperan Penting Bagi Keadilan Sosial
Wakil Ketua BAZNAS RI, Mokhamad Mahdum (Haji Mo), menyampaikan bahwa filantropi Islam yang dipraktikkan melalui zakat, infak, sedekah, dan wakaf memiliki peran penting dalam mencapai keadilan sosial. Karena filantropi Islam merupakan salah satu solusi dalam menyelesaikan problem kesenjangan sosial ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan pada acara Stadium Generale Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa (29/04/2025).
Menurut Moh. Mahdum, filantropi Islam memiliki peran penting dalam membangun peradaban umat manusia sejak dahulu. Karena filantropi Islam tidak hanya memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, tetapi juga menciptakan masyarakat yang lebih baik dan berkelanjutan, baik secara ekonomi maupun sosial.
Haji Mo menuturkan, ada empat tujuan filantropi Islam. Pertama, meningkatkan kesejahteraan sosial, yakni membantu mereka yang membutuhkan untuk meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi kemiskinan.
Kedua, mendorong keadilan sosial, mengurangi kesenjangan ekonomi dan memastikan distribusi kekayaan yang lebih adil. Ketiga, memperkuat ikatan sosial seperti menciptakan rasa solidaritas dan tanggung jawab bersama dalam masyarakat.
Keempat, menegakkan nilai-nilai Islam, melaksanakan kewajiban agama, dan memperoleh ridha Allah melalui amal dan kedermawanan.
“Jadi, filantropi Islam merujuk pada tindakan amal dan kegiatan sosial manusia yang didorong oleh prinsip-prinsip Islam, misalnya zakat. Karena melalui zakat, harta disalurkan kepada mereka yang membutuhkan sehingga dapat mengurangi kesenjangan sosial dan mendorong keadilan sosial,” terangnya.
Haji Mo juga mengungkapkan potensi zakat di Indonesia yang menurutnya sangat besar, mencapai Rp327 triliun. Potensi tersebut terdiri dari zakat pertanian sebesar Rp19,79 triliun, zakat peternakan Rp9,51 triliun, zakat tabungan dan deposito Rp58,76 triliun, zakat ASN Rp9,15 triliun, zakat badan usaha se-Indonesia Rp99,99 triliun, zakat pendapatan dan jasa Rp139,07 triliun, serta zakat individu non-ASN sebesar Rp129,8 triliun.
Potensi zakat yang tinggi ini, kata dia, bisa dioptimalkan dengan sinergi dan kolaborasi seluruh pengelola zakat di Indonesia, baik BAZNAS, LAZ, maupun UPZ, serta dukungan dari para pemangku kepentingan, misalnya pemerintah dan masyarakat.
Jika benar-benar dapat dioptimalkan, tambah Haji Mo, maka peran zakat tidak hanya mampu menciptakan keadilan sosial di masyarakat, tetapi juga dapat mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem di Indonesia.
“BAZNAS terus berupaya meningkatkan kualitas pengelolaan zakat dan memaksimalkan manfaatnya bagi masyarakat, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan dan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Karena itu, lanjut Haji Mo, seluruh program BAZNAS ditujukan untuk mengubah mustahik menjadi muzaki, sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat, baik dari aspek materil maupun spiritual.
Misalnya saja program Zakat Community Development Lubukbangkar. Sebanyak 215 dari 315 keluarga di Lubukbangkar berada di bawah garis kemiskinan. Mereka juga memiliki keterbatasan listrik sampai dengan tahun 2018. Di sisi lain, desa tersebut memiliki potensi ekonomi seperti kebun karet, padi, sayur-mayur, dan tanaman kopi.
“BAZNAS dan UNDP berkolaborasi untuk membangun pembangkit listrik berbasis micro-hydro untuk masyarakat, dan mengoptimalkan potensi sumber daya yang dimiliki daerah tersebut,” ucapnya.
Turut hadir dalam acara ini antara lain Direktur Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Prof. Dr. Zulkifli, MA, Kaprodi S3 Doktor Pengkajian Islam Prof. Dr. JM. Muslimin, MA, Sekretaris Prodi S3 Dr. Maswani, MA, Sekprodi S2 Dr. Rizqi Handayani, MA, dan Kasubag TU Afif Ahmad Faisal, ST, MM.
BERITA08/05/2025 | Humas BAZNAS
Permudah Akses Kesehatan Mustahik, BAZNAS RI Resmikan RSB di Kepulauan Riau
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Provinsi Kepulauan Riau meresmikan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) untuk memberikan kemudahan dan memfasilitasi akses kesehatan gratis bagi mustahik, di Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Rabu (7/5/2025).
Rumah Sehat BAZNAS Provinsi Kepulauan Riau merupakan hasil kerja sama BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi Kepulauan Riau,dan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi para masyarakat yang kurang mampu.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA., Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, SE, M.Si, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA, Ketua BAZNAS Provinsi Kepri, Dr. H. Arusman Yusuf, M.H.I, Walikota Tanjungpinang, Drs. H. Thamrin Dahlan, M.Si, Ketua MUI Kepri, Bambang Maryono, M.Pd.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA. mengatakan, kehadiran RSB Provinsi Kepri ini dalam rangka memberikan jaminan pelayanan kesehatan gratis bagi para mustahik.
“Kami juga ingin memastikan bahwa mustahik tidak hanya menerima bantuan finansial, tetapi juga mendapatkan layanan kesehatan berkualitas tanpa biaya. Dengan adanya RSB Provinsi Riau ini, kami ingin agar mustahik dapat mendapatkan layanan kesehatan yang terbaik,” kata Kiai Noor.
Lebih lanjut Kiai Noor menambahkan, seluruh RSB hadir untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, di antaranya pemberian vitamin, penyuluhan kesehatan, pendampingan, skrining kesehatan, khitanan massal, hingga operasi katarak.
“Adanya RSB di Provinsi Kepri ini merupakan wujud nyata BAZNAS untuk terus memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat miskin di Indonesia. Khususnya melalui peningkatan akses kesehatan,” tambahnya.
Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau menyambut baik inisiatif ini dan berkomitmen untuk mendukung penuh operasional Rumah Sehat BAZNAS. Hal itu diungkapkan Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura yang mengapresiasi upaya luar biasa BAZNAS dalam mendukung peningkatan kualitas Kesehatan masyarakat Kepri.
"Kami ingin menyampaikan apresiasi kepada Badan Amil Zakat Nasional atas inisiatif yang luar biasa untuk meningkatkan kualitas kesehatan warga Kepulauan Riau," ujar Nyanyang Haris.
Nyanyang berharap, dengan adanya RSB di Kepri dapat menjadi pusat pelayanan kesehatan bagi warga sekaligus menjadi pusat referensi informasi Kesehatan untuk masyarakat.
"RSB ini kami harapkan dapat menjadi pusat informasi dan layanan kesehatan tambahan di provinsi kepuluauan Riau. Saya yakin dan percaya dengan kordinasi dan kerja sama yang baik pengelolaan dan penyaluran dapat disalurkan tepat sasaran," harapnya.
Sementara itu, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA mengatakan, pembangunan Rumah Sehat BAZNAS di Kepri menjadi bagian upaya pencapaian visi BAZNAS yaitu menjadi Lembaga Utama dalam mensejahterahkan umat.
"Salah satu variabel kesejahteraan itu adalah kualitas kesehatan masyarakat. Maka akses pelayanan Kesehatan masyarakat mustahik akan kita tingkatkan," ujar Saidah.
Rumah Sehat BAZNAS menyediakan berbagai program layanan di antaranya mulai dari pengobatan umum, pemeriksaan laboratorium, hingga konsultasi spesialis. Menurutnya, Rumah Sehat BAZNAS Provinsi Kepulauan Riau merupakan fasilitas kesehatan level Klinik Pratama rawat jalan, dengan layanan kesehatan poli umum, poli gigi, Poli KIA, laboratorium dan farmasi.
"Selain memberikan layanan kesehatan gratis, Rumah Sehat BAZNAS juga bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Hal ini diharapkan dapat memperluas cakupan perlindungan kesehatan bagi masyarakat miskin dan rentan," kata Saidah.
Berdirinya RSB Provinsi Kepulauan Riau menambah panjang deretan Rumah Sehat BAZNAS yang telah berdiri sebelumnya. Hingga kini, terdapat 24 Rumah Sehat BAZNAS yang telah berdiri termasuk RSB Provinsi Kepulauan Riau, akan menyusul 6 RSB lain yang segera launching di tahun 2025,sehingga terdapat 30 RSB di tahun 2025.
BERITA08/05/2025 | Humas BAZNAS
Dari Pesantren ke Kampus Impian: Beasiswa BAZNAS Antar Ribuan Santri ke PTN
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali mencatat langkah penting dalam mendorong transformasi pendidikan santri Indonesia melalui Program Beasiswa Santri BAZNAS 2024. Sebanyak 2.000 santri penerima beasiswa telah lolos seleksi masuk perguruan tinggi negeri (PTN) favorit melalui jalur prestasi.
Saat ini, BAZNAS RI masih menunggu laporan hasil pengumuman Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dan Ujian Mandiri dari ribuan santri lainnya. Diharapkan semakin banyak santri yang dapat melanjutkan pendidikan tinggi melalui berbagai jalur seleksi masuk PTN, termasuk jalur Mandiri.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. Saidah Sakwan, M.A. menjelaskan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen BAZNAS dalam memastikan bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola tidak hanya sekadar tersalurkan, tetapi juga berkontribusi langsung pada peningkatan kualitas sumber daya umat.
“Kami ingin memastikan setiap santri penerima beasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan tinggi, terutama mereka yang berasal dari keluarga dhuafa. Program ini bukan sekadar bantuan finansial, tetapi juga upaya BAZNAS untuk menciptakan generasi penerus yang lebih berdaya dan berprestasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Pendidikan dan Dakwah BAZNAS RI, Farid Septian, S.Sos, M.Hum mengungkapkan bahwa program beasiswa ini telah berlangsung selama beberapa tahun dan terus mengalami peningkatan jumlah penerima manfaat. Pada 2024, jumlah penerima beasiswa meningkat dari 5.000 santri pada 2023 menjadi 10.000 santri, menjadikan program ini salah satu yang terbesar di BAZNAS.
“Optimalisasi penyaluran zakat terus dilakukan BAZNAS agar semakin banyak santri berprestasi dari kalangan dhuafa yang dapat mengakses pendidikan tinggi. Kami berharap lebih banyak santri yang lolos SNBT dan Ujian Mandiri, sehingga manfaat beasiswa ini semakin luas dirasakan,” kata Farid.
Melalui optimalisasi dana zakat yang dihimpun, jumlah penerima manfaat beasiswa meningkat signifikan, dengan total nilai penyaluran mencapai Rp40 miliar. Program ini juga menjadi bagian dari kontribusi BAZNAS dalam mendukung peningkatan Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Tinggi di Indonesia, sesuai dengan amanat Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020–2024.
Farid menambahkan, BAZNAS juga akan mendokumentasikan kisah-kisah inspiratif santri penerima beasiswa dalam bentuk publikasi agar masyarakat luas dapat melihat langsung dampak nyata dari penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah.
“Kita perlu success story, oleh sebab itu saya harap nanti makin banyak (kisah santri) yang dapat ditulis dan dibukukan. Selain menjadi kebaikan atau produk BAZNAS, ini juga akan menjadi portfolio pondok pesantren masing-masing,” kata Farid
BERITA08/05/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Berikan Bantuan Pemulihan Psikososial dan Program Padat Karya bagi 33.000 Warga Gaza di Palestina
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menyalurkan bantuan kemanusiaan sebesar Rp7 miliar melalui Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) yang difokuskan pada program pemulihan psikososial dan program padat karya bagi 33.000 anak-anak dan warga Palestina yang terdampak konflik di Jalur Gaza.
Bantuan tersebut digunakan untuk mendanai operasional 50 konselor yang akan memberikan layanan psikososial di beberapa titik pengungsian di Gaza selama 6 bulan ke depan. Program ini ditargetkan menjangkau 15.000 anak-anak dan 15.000 orang yang mengalami trauma akibat konflik berkepanjangan. BAZNAS juga memberikan bantuan program padat karya (Cash For Work) bagi 3.000 pengungsi Palestina di Gaza.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyatakan, BAZNAS RI berkomitmen untuk menjadi jembatan amanah antara masyarakat Indonesia dan warga Palestina.
"BAZNAS berkomitmen untuk menjadi jembatan amanah antara masyarakat Indonesia dan saudara-saudara kita di Palestina. Melalui kerja sama dengan UNRWA, kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban psikologis yang dialami oleh para pengungsi, terutama anak-anak yang sangat rentan terhadap dampak trauma," ujar Kiai Noor dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (7/5/2025).
Kiai Noor menyampaikan, penyaluran bantuan ini merupakan bagian dari komitmen BAZNAS RI menyalurkan bantuan sebesar Rp7 miliar melalui UNRWA untuk memastikan bantuan dari masyarakat Indonesia dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan efektif.
"UNRWA merupakan mitra yang sangat layak untuk dititipkan dana bantuan dari para donatur masyarakat Indonesia, karena lembaga ini memiliki kredibilitas dan profesionalisme tinggi dalam menangani pengungsi Palestina," ucap Kiai Noor.
“Dengan adanya bantuan ini, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meringankan penderitaan rakyat Palestina dan memperkuat solidaritas antara masyarakat Indonesia dan Palestina,” kata Kiai Noor.
Sebagai lembaga pengelola zakat resmi di Indonesia, Kiai Noor menyatakan BAZNAS terus berupaya memaksimalkan manfaat zakat, infak, dan sedekah agar dapat membantu masyarakat yang membutuhkan, baik di dalam negeri maupun luar negeri.
"Kami mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui BAZNAS. Dengan bersinergi bersama, kita bisa memberikan lebih banyak manfaat dan harapan bagi mereka yang membutuhkan," tutup Kiai Noor.
BERITA08/05/2025 | Humas BAZNAS
Bantu Sesama, BAZNAS Bersama EveryThey Coffee and Plant Luncurkan Program Ngopi Sambil Sedekah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan EveryThey Coffee and Plant meluncurkan Program Ngopi Sambil Sedekah, selama periode April hingga Desember 2025. Program ini mengajak masyarakat untuk bersedekah membantu sesama yang membutuhkan melalui pembelian produk tertentu.
Melalui program ini, setiap pembelian minuman dan makanan tertentu di EveryThey Coffee and Plant, seperti Kopi Susu Kita, Mix Platter New Version, Nasi Goreng Nusantara, dan Rice Bowl Chicken Chili Padi, masyarakat secara otomatis turut bersedekah dengan nominal mulai dari Rp2.000 hingga Rp5.000.
Peluncuran program ini digelar di Kedai EveryThey Coffee and Plant, Ciomas, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (6/5/2025), dan dihadiri oleh Kepala Divisi Pengumpulan Retail BAZNAS RI Arief Budiman, serta salah satu pemilik EveryThey Coffee and Plant Henny Zidny Robby Rodhiya.
Kepala Divisi Pengumpulan Retail BAZNAS RI, Arief Budiman, menyampaikan, kolaborasi ini merupakan bentuk strategi kreatif dalam menghimpun donasi dengan cara yang lebih inovatif.
“Program ini unik karena menjadi bentuk donasi produk dengan nominal terbesar yang pernah diterima BAZNAS. Jika biasanya donasi produk hanya sekitar Rp500 atau berupa sedekah kembalian, dalam program ini nilainya mencapai Rp2.000 hingga Rp5.000 per produk,” ujar Arief.
Menurutnya, nominal sedekah tersebut, akan berdampaknya signifikan bila volume transaksi meningkat. Ia berharap kolaborasi ini membawa keberkahan bagi kedua belah pihak serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dalam kesempatan terpisah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan M.Si., mengapresiasi kerja sama ini dan berharap kolaborasi bersama EveryThey Coffee and Plant terus berkembang dan berkelanjutan.
"Program Ngopi Sambil Sedekah adalah contoh kolaborasi yang kreatif dan berdampak, di mana gaya hidup dan kebaikan sosial bisa berjalan berdampingan. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di berbagai daerah," ucap Rizaludin.
"BAZNAS berkomitmen untuk menyalurkan setiap donasi secara amanah, transparan, dan tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan," tegasnya.
Sementara itu, salah satu Pemilik EveryThey Coffee and Plant, Henny Zidny Robby Rodhiya, mengatakan, program ini sejalan dengan visi EveryThey Coffee and Plant yang ingin memberikan dampak sosial melalui kegiatan bisnis.
Henny menjelaskan, program ini diterapkan pada menu-menu favorit pelanggan seperti kopi susu, yang merupakan salah satu produk terlaris.
“Jadi, setiap pembelian produk Kopi Susu Kita dan Mix Platter New Version sudah termasuk sedekah sebesar Rp2.000, sedangkan untuk menu Nasi Goreng Nusantara dan Rice Bowl Chicken Chili Padi, sedekah yang disalurkan sebesar Rp5.000,” jelas Henny.
Henny menegaskan, komitmen pihaknya untuk menjaga kerja sama ini secara berkelanjutan dan transparan. Ia juga berharap, program ini dapat mengumpulkan donasi dalam jumlah besar yang akan disalurkan melalui BAZNAS untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
"Kami berharap EveryThey Coffee and Plant bisa mengumpulkan sebanyak mungkin sedekah dari setiap pembelian produk. Kami juga ingin masyarakat sekitar merasakan keberkahan yang hadir dari perjalanan EveryThey Coffee and Plant," ujarnya.
BERITA07/05/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Ajak Seluruh LAZ di Indonesia Perkuat Kolaborasi Atasi Kemiskinan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengajak seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Indonesia untuk memperkuat kolaborasi dalam pengentasan kemiskinan, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan ajakan tersebut dalam pembukaan BAZNAS Development Forum bertajuk Upaya Pengentasan Kemiskinan di Tengah Gejolak Ekonomi Global, yang digelar di Jakarta, Selasa (6/5/2025).
Kiai Noor menekankan pentingnya sinergi antara BAZNAS dan seluruh LAZ dalam memperjelas peran masing-masing, terutama dalam memperkuat identifikasi terhadap kelompok penerima zakat (mustahik) dan pemberi zakat (muzaki).
“Banyak pengangguran dan PHK, itulah yang terjadi di Indonesia dan kita tidak bisa menghindari itu. Maka yang perlu kita lakukan adalah kita harus benar-benar bisa membagi peran antara BAZNAS dengan seluruh LAZ, khususnya dalam mencermati dan melihat di mana muzaki dan mustahik,” ujar Kiai Noor.
Noor juga mendorong adanya peninjauan ulang terhadap kriteria mustahik dan muzaki berdasarkan pendekatan fikih kontemporer. Katanya, pendekatan ini penting agar distribusi zakat lebih tepat sasaran dan kontekstual dengan kondisi masyarakat saat ini.
“Jangan sampai gerakan zakat ini nanti kemudian dianggap membosankan dan dianggap ada satu perang untuk mendekati muzaki maupun mendekati mustahik, khususnya muzaki,” ucap Kiai Noor.
Kiai Noor juga mengungkapkan harapannya agar seluruh LAZ di Indonesia bersinergi dalam berbagi peran dengan pemerintah menyukseskan program Asta Cita, terutama di bidang penurunan kemiskinan ekstrem.
"Bagaimana kita semuanya memahami bahwa gerakan zakat adalah gerakan yang tidak hanya pendekatan-pendekatan kemanusiaan, tetapi pendekatan-pendekatan ketuhanan. Ini yang sering kami sampaikan bahwa gerakan zakat bukanlah antroposentrisme, tetapi antroposentrisme transendental,” kata Kiai Noor.
Pada kesempatan yang sama, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menyoroti dampak ekonomi global yang kian terasa, mulai dari pelemahan sektor ekspor-impor hingga gelombang PHK di sejumlah sektor industri.
“Kalau sektor ekspor-impor ini bergejolak, maka implikasinya adalah PHK. Kalau PHK masif, maka ini yang harus dikerjakan kita teman-teman di BAZNAS maupun LAZ,” ucap Saidah.
Ia menegaskan perlunya respons cepat dan tepat dari para pengelola dana ZIS. Kebijakan pengelolaan dana ZIS harus adaptif, tidak hanya untuk mitigasi dampak jangka pendek, tetapi juga membangun ketahanan ekonomi mustahik dalam jangka panjang.
“Respons kebijakan pengelolaan dana zakat yang cepat dan tepat, saya kira diperlukan untuk memitigasi dampak jangka pendek, sekaligus juga untuk membangun ketahanan ekonomi mustahik dalam jangka panjang,” katanya.
BERITA07/05/2025 | Humas BAZNAS
Panen Raya Padi di Kabupaten Purbalingga, BAZNAS RI Dorong Kemandirian Ekonomi Petani Lokal
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melakukan panen raya padi bersama para petani binaan Program Lumbung Pangan BAZNAS di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.
Panen raya dilakukan di lahan pertanian seluas 150 hektare di Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (5/5/2025).
Hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Hukum Kolonel Caj (Purn.) Drs. Nur Chamdani, Deputi 2 BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan RI Dr. Akhmad Musyafak, S.P., M.P., Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani, S.E., M.M., serta Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah KH. Dr. Ahmad Daroji.
Pimpinan BAZNAS Bidang SDM, Keuangan, dan Hukum, Kolonel Caj (Purn.) Drs. Nur Chamdani menyampaikan, panen raya tersebut merupakan bukti nyata dan komitmen BAZNAS dalam menjalankan amanah dan tanggung jawab sebagai lembaga pemerintahan nonstruktural (LPNS) yang peduli terhadap kesejahteraan umat, pengentasan kemiskinan, dan penanganan stunting.
"Melalui Program Lumbung Pangan BAZNAS, mari kita bersama-sama berkomitmen untuk terus berbuat kebaikan dan membantu sesama, sehingga sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga amil zakat semakin kuat dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan bersama," katanya.
Nur Chamdani menjelaskan, Lumbung Pangan Purbalingga merupakan Lumbung Pangan Padi ke-8 dari 9 titik Program Lumbung Pangan yang dikembangkan BAZNAS RI dalam kurun waktu 2020–2025.
"Lumbung Pangan ini diharapkan menjadi bagian dalam pengembangan usaha ekonomi bagi para petani," ujarnya.
Dalam kesempatan ini, dilakukan penyerahan secara simbolis satu unit hand tractor dari total bantuan sebanyak 10 unit yang diberikan oleh Kementerian Pertanian RI. Penyerahan dilakukan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan RI, Dr. Akhmad Musyafak, S.P., M.P.
Nur Chamdani juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pertanian RI atas bantuan traktor yang diberikan untuk mendukung para petani di wilayah setempat. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan meringankan beban petani dalam mengolah lahan.
"Semoga Program Lumbung Pangan Berkah ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang besar bagi seluruh masyarakat Purbalingga. Semoga kita senantiasa diberikan kekuatan untuk terus berbuat kebaikan dan berbagi rezeki dengan mereka yang membutuhkan," katanya.
Hal ini pun disambut baik Menteri Pertanian yang diwakili oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan RI, Dr. Akhmad Musyafak, S.P., M.P. Pihaknya menyampaikan, Program Lumbung Pangan BAZNAS merupakan langkah konkret yang dilaksanakan oleh BAZNAS RI dalam mendukung program swasembada pangan yang digalakkan oleh Presiden Prabowo.
Sejalan dengan hal itu, Wakil Bupati Kabupaten Purbalingga Dimas Prasetyahani, S.E., M.M. menyampaikan, "Melalui kegiatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS baik itu dari pusat, provinsi, dan kabupaten, Kementerian Pertanian RI serta unsur-unsur lainnya yang telah membantu kegiatan ini."
"Program ini sangat membantu meningkatkan produktivitas petani di Kabupaten Purbalingga. Mudah-mudahan ke depannya kegiatan ini bisa kita perbanyak, kita replikasi di tempat lain, sehingga ini betul-betul menjadi program unggulan," ujarnya.
Sementara itu, Deputi 2 BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., mengatakan, Program Lumbung Pangan BAZNAS merupakan program pemberdayaan ekonomi bagi mustahik pedesaan di bidang pertanian melalui pendekatan agribisnis berkelanjutan.
"Dalam program ini mustahik didorong untuk membentuk kelompok usaha yang mampu mengelola produktivitas, kualitas, dan kontinuitas pasokan produk pertanian. Alhamdulillah, untuk di Purbalingga, Jawa Tengah ini saat ini jumlah petani sebanyak 250 orang dengan total luasan lahan 150 hektare," kata Imdad.
"Selain bantuan dana, tentunya pendampingan intensif juga dilaksanakan untuk menambah kemampuan petani. Setelah mendapat pelatihan dan pendampingan, diharapkan ke depan Kelompok Petani Citra Cilapar dapat memproduksi pupuk organik dan pestisida nabati secara mandiri," jelasnya.
Program Lumbung Pangan Berkah BAZNAS Purbalingga ini bekerja sama dengan BAZNAS Purbalingga dan Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan petani, Perum BULOG bersama BAZNAS Kabupaten Purbalingga melakukan pembelian secara simbolis hasil panen padi petani setempat.
BERITA06/05/2025 | Humas BAZNAS
Tingkatkan Pemberdayaan Masyarakat, BAZNAS RI Kerja Sama dengan Kemenko PMK
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk mendukung program pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem, khususnya melalui program pemberdayaan masyarakat.
Penandatanganan dilakukan oleh Deputi II Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK, Prof. Dr. Nunung Nuriyanto, M.Si, dan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. Saidah Sakwan, M.A., serta disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang PMK, Dr. (H.C.) A. Muhaimin Iskandar, M.Si., Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., dan Wali Kota Bogor, Drs. H. Dedie A. Rachim, M.Si.
Dalam sambutannya, Menko PMK Imin menyatakan, kemiskinan merupakan persoalan multidimensi yang harus diselesaikan secara gotong royong dengan melibatkan semua pihak.
“Kita bersama-sama memulai sebuah kolaborasi dan sinergi antara lembaga pemerintah, filantropi, dan sektor lainnya untuk mendukung program-program pemberdayaan masyarakat. Hal ini menjadi simbol bagaimana kolaborasi dari berbagai sektor mampu membangun komunitas yang mandiri dan berkelanjutan,” ujar Menko Imin, di Sukasari, Bogor, Senin (5/5/25).
Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya membangun ekosistem yang mampu mengoptimalkan seluruh potensi masyarakat dalam menghadapi tantangan kemiskinan.
“Program ini bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025, yang menekankan kerjasama multipihak untuk menghapuskan kemiskinan ekstrem di Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam optimalisasi pengelolaan zakat untuk menjawab isu-isu sosial kemasyarakatan yang mendesak.
“MoU dengan Kemenko PMK ini mencakup dukungan pelaksanaan di bidang pemberdayaan masyarakat, pelaksanaan program pengelolaan zakat yang efektif, serta bentuk kerja sama lainnya yang disepakati bersama,” ucapnya.
Pihaknya percaya, zakat dapat menjadi instrumen kuat dalam memperkuat program pengentasan kemiskinan secara kolaboratif.
“Mudah-mudahan dengan kolaborasi bersama ini kita bisabersatu dalam menyelesaikan pengentasan kemiskinan serta memperkuat pemberdayaan masyarakat agar para mustahik bisa lebih sejahtera,” ucapnya.
Penandatanganan MoU ini dilaksanakan dalam rangkaian Soft Launching Sentra Cipta Mandiri (SCM). Turut hadir dalam acara ini berbagai pemangku kepentingan, termasuk Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman, Rektor IPB, Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, serta mitra strategis seperti Kementerian Sosial, BPJS Ketenagakerjaan, RS Marzoeki Mahdi, Bank Mandiri, BSI Maslahat, dan Bank BJB Bogor.
BERITA06/05/2025 | Humas BAZNAS
Sejahterakan Mustahik, BAZNAS RI Resmikan ZCorner di Kabupaten Agam
*SIARAN PERS* _Nomor: 239/HUM-BAZ/V/2025_ Sabtu, 3 Mei 2025
*Sejahterakan Mustahik, BAZNAS RI Resmikan ZCorner di Kabupaten Agam*
Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) meresmikan ZCorner di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sebagai upaya memperkuat pemberdayaan ekonomi mustahik melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tersertifikasi halal di Jalan Raya Lasi-Canduang, Jorong Lasi Mudo, Nagari Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Sabtu (3/5/2025).
Hadir dalam peluncuran tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA.; Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Drs. H. Edi Busti, M.Si; Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Buchari M., M.Ag; Ketua BAZNAS Kabupaten Agam, Ir. H. Isman Imran, M.Si; Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kabupaten Agam, Dr. H. Thomas Febria, S.Ag, MA; serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Agam seperti Dandim dan Kapolres.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menjelaskan program ZCorner merupakan fasilitas pemasaran kolektif bagi produk-produk UMKM binaan BAZNAS. Dalam satu wilayah strategis, minimal terdapat 10 UMKM yang bersama-sama memasarkan produknya, yang seluruhnya telah melalui proses sertifikasi halal.
“Program ini hadir untuk memberikan ruang usaha yang nyata bagi para mustahik. Mereka tidak hanya dibina, tetapi juga diberi panggung agar produk-produknya dikenal lebih luas,” ujar Saidah.
“ZCorner Agam dirancang sebagai model integrasi pemberdayaan UMKM binaan, termasuk unit usaha seperti ZCoffee dan ZMart. Para pelaku UMKM dari golongan fakir dan miskin juga akan memperoleh pendampingan dari BAZNAS untuk meningkatkan kapasitas usahanya,” imbuhnya.
Saidah menambahkan, pengembangan ZCorner Agam berangkat dari kesanggupan kolaborasi BAZNAS Sumatera Barat yang diperkuat dengan penandatanganan pakta integritas dan kesanggupan bersama untuk mengembangkan program ZCorner berbasis pemberdayaan mustahik.
Secara nasional, ZCorner telah hadir di delapan titik wilayah yakni Jakarta, Tangerang, Purwakarta, Banyumas, Kuningan, Semarang, Bengkulu, dan Bali. Ke depan, pengembangan fasilitas ini diharapkan menjadi contoh keberpihakan BAZNAS terhadap sektor ekonomi kecil, khususnya UMKM milik mustahik.
“Tujuan besarnya adalah menciptakan kemandirian ekonomi, menambah pendapatan mustahik, sekaligus membuka lapangan kerja baru untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran,” kata Saidah.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Agam, Isman Imran mengatakan, program ZCorner tersebut merupakan bentuk inovasi BAZNAS dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat atau membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat setempat.
“Program ZCorner merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat penerima zakat. Z Corner akan menjadi pusat kegiatan ekonomi mustahik di Agam Timur, melalui pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM) berbasis masjid,” katanya.
BERITA03/05/2025 | Humas BAZNAS
Telah Dibuka, Beasiswa BAZNAS Albukhary International University Batch 4 2025
Beasiswa Cendekia BAZNAS Albukhary International University (BCB AIU) adalah program beasiswa bagi para pelajar lulusan SMA sederajat untuk melanjutkan studi S1 yang bertujuan untuk memberikan akses pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing bagi masyarakat kurang mampu/prasejahtera.
Beasiswa ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam mencapai Indonesia Emas 2045. Program BCB AIU diberikan secara penuh (full scholarship) selama periode studi maksimal 4 tahun. Adapun kuota beasiswa pada tahun 2025 sebanyak 20 orang.
Faslitas beasiswa:
1. Akomodasi keberangkatan
2. Paspor
3. Visa EMGS (Education Malaysia Global Services)
4. Biaya jaminan (Personal bond)
5. Pembinaan
6. Dukungan konferensi dan kompetisi
7. Rompi
8. Biaya pendidikan (Tuition fee)
9. Tunjangan bulanan (Meal allowance) RM450
10. Asrama (Dormitory)
Langkah 1:
Pendaftar mengunduh petunjuk teknis pendaftaran dan format dokumen persyaratan yang tertera pada link di bawah ini:
https://bit.ly/Pedoman-BCBAIU2025
Langkah 2:
Pendaftar mengisi formulir dan mengupload seluruh dokumen pesyaratan sesuai panduan melalui link di bawah ini:
https://bit.ly/Pendaftaran-BCBAIU2025
Timeline:
Pendaftaran di buka 1-20 Mei 2025
Yuk daftarkan diri kalian sekarang juga dan manfaatkan kesempatan ini.
#BAZNASINDONESIA
#BeasiswaCendekiaBAZNASAIU
#LembagaUtamaMenyejahterakanUmat
BERITA03/05/2025 | Humas BAZNAS
Jangkau Lebih Banyak Muzaki, BAZNAS Perkuat Layanan Digital lewat WhatsApp
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat layanan digital dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi, seperti WhatsApp (WA) sebagai sarana pelayanan publik untuk mempermudah masyarakat berzakat, infak, dan sedekah (ZIS), sekaligus meningkatkan penghimpunan dan jangkauan layanan BAZNAS.
Saat ini, sebesar 60 persen dari total fundraising BAZNAS berasal dari kanal digital. Angka ini menunjukkan peran penting teknologi dalam mendukung kinerja penghimpunan ZIS.
Hal tersebut mengemuka dalam Pengajian BAZNAS Selasa Pagi bertema “Peran WhatsApp dalam Optimalisasi Pengumpulan ZIS” yang diselenggarakan oleh Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube BAZNAS TV, Selasa (29/4/2025). Hadir dalam kegiatan ini, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., serta Direktur Inovasi dan Teknologi Informasi BAZNAS RI, Achmad Setio Adinugroho, S.Si., M.IT.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec, Ph.D, menekankan, pentingnya integrasi teknologi dalam sistem pelayanan BAZNAS.
"Kami berupaya mengintegrasikan dan mengoptimalkan pemanfaatan Kantor Digital BAZNAS dan layanan WhatsApp ini. Platform ini harus dimaksimalkan untuk mendorong peningkatan pengumpulan ZIS,” ujarnya.
“Berbagai fasilitas digital seperti situs web dan layanan WhatsApp sudah tersedia di kantor digital BAZNAS. Kini tinggal bagaimana kita memaksimalkan penggunaannya,” tambahnya.
Nadratuzzaman menyampaikan, BAZNAS telah mengembangkan Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA) dan akan terus melakukan pengembangan ke arah yang lebih modern. Namun, ia menyayangkan masih rendahnya pemanfaatan kantor digital BAZNAS yang baru dimanfaatkan sekitar 20 persen dari total potensinya.
"Saya melihat di banyak website BAZNAS daerah sudah tersedia fitur WhatsApp, namun belum digunakan secara maksimal. Bahkan, saat saya mencoba menghubungi nomor layanan WhatsApp yang tertera di kantor digital pada beberapa BAZNAS kabupaten/kota, responnya lambat. Ini harus menjadi perhatian bersama," tambahnya.
Lebih lanjut, Nadratuzzaman menegaskan, ke depannya, BAZNAS akan mendorong kantor-kantor daerah agar aktif memanfaatkan teknologi digital secara maksimal, baik untuk pelayanan publik maupun dalam kegiatan penghimpunan dana ZIS.
"Selama kita berada di BAZNAS, kita harus sadar akan pentingnya teknologi dan berkomitmen untuk menggunakannya. Tidak boleh lagi ada sikap pasif, tidak mau belajar, atau merasa tidak mampu,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Inovasi dan Teknologi Informasi BAZNAS RI, Achmad Setio Adinugroho, S.Si., M.IT., menyampaikan, hasil survei internal menunjukkan mayoritas masyarakat menggunakan layanan WhatsApp BAZNAS untuk kebutuhan layanan dan konsultasi, baik dari kalangan muzaki maupun mustahik.
“Ini menunjukkan bahwa WhatsApp merupakan salah satu media komunikasi yang efektif dalam menjembatani hubungan antara BAZNAS dan publik,” ujarnya.
"WhatsApp jenis Business API (Application Programming Interface) yang telah digunakan BAZNAS memungkinkan penggunaan fitur-fitur canggih seperti WhatsApp Ads, link donasi, broadcast pesan, flow interaktif, dan katalog donasi, yang sangat efektif untuk memperluas jangkauan layanan BAZNAS," jelasnya.
Untuk itu, lanjutnya, BAZNAS RI mendorong seluruh BAZNAS baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota agar serius mengadopsi penggunaan teknologi ini dalam operasional sehari-hari.
"Transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi keharusan bagi BAZNAS untuk tetap relevan dan dipercaya masyarakat sebagai lembaga pengelola zakat nasional, serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di era digital saat ini," ujarnya.
BERITA30/04/2025 | Humas BAZNAS
Entaskan Kemiskinan, BAZNAS RI Luncurkan Program Balai Ternak di Kabupaten Mojokerto
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan Program Balai Ternak di Kabupaten Mojokerto sebagai upaya mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi mustahik di sektor peternakan.
Balai Ternak yang tergabung dalam Balai Ternak Kabupaten Mojokerto merupakan balai ternak domba atau kambing ke 45 dari 54 Balai Ternak BAZNAS RI yang tersebar di seluruh Indonesia.
Peluncuran Balai Ternak Kabupaten Mojokerto diselenggarakan di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada Selasa (29/4/2025). Hadir Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Bupati Mojokerto Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc, M. Hum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA, Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan & Umum Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, beserta jajaran.
Dalam kesempatan tersebut Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan Program Balai Ternak merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam memberdayakan ekonomi mustahik melalui pengelolaan ternak secara komunal.
"Melalui Balai Ternak Kabupaten Mojokerto ini, kami ingin meningkatkan populasi ternak juga memberikan dampak ekonomi bagi peternak mustahik bisa sejahtera,” ujarnya.
Kiai Noor menyebut, Balai Ternak Kabupaten Mojokerto terbagi menjadi dua kelompok Balai Ternak yaitu Balai Ternak Kelompok Gembala Sejahtera Lokasi di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur serta Balai Ternak Kelompok Tirto Mulyo Lokasi di Desa Dusun Tambaksari, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.
"Untuk peternak semuanya berjumlah 30 orang untuk Kelompok Gembala Sejahtera 15 Orang dan Kelompok Tirto Mulyo 15 orang," ucap Kiai Noor.
Kiai Noor mengatakan, Balai Ternak BAZNAS di Kabupaten Mojokerto ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi ternak, namun sebagai upaya memberdayakan para peternak lokal agar dapat meningkatkan kualitas hidup mereka.
"Alhamdulillah dari semua Balai Ternak tidak ada yang rugi, semuanya berkembang dengan baik karena ada pendampingan," kata Kiai Noor.
"Kami berharap Balai Ternak Mojokerto ini bisa dikembangkan untuk mengentaskan kemiskinan masyarakat Mojokerto," imbuhnya.
Sementara itu, Bupati Mojokerto Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc, M. Hum menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS RI yang telah membangun Balai Ternak di Kabupaten Mojokerto.
"Saya mengapresiasi setinggi-tingginya inisiatif BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Mojokerto yang terus berupaya mengelola zakat, infak dan sedekah masyarakat dengan program-program produktif seperti ini,” katanya.
Pihaknya juga mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dan berinovasi dalam mengembangkan Balai Ternak di Kabupaten Mojokerto. "Ini merupakan kebanggaan sekaligus tantangan bagi kita semua untuk mengelola program ini sebaik mungkin," ucapnya.
Karenanya, dia berharap Balai Ternak Kabupaten Mojokerto menjadi lokomotif dalam menggerakkan usaha ekonomi para mustahik, peningkatan kesejahteraan peternak dan mendorong terciptanya peternakan yang mandiri dan berkelanjutan
"Ini sejalan dengan misi Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk menguatkan ketahanan pangan dan mendorong ekonomi kerakyatan," ucapnya.
Turut hadir Waka 3 BAZNAS Provinsi Jawa Timur Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si, Waka 4 BAZNAS Provinsi Jawa Timur Dr. K.H. Husnul Khuluq, M.M, Komandan Kodim Letkol Inf Rully Noriza, S.I.P., M.I.P, Kejaksaan dr Endang Tirtana, S.H , M.H., CLS., CCD., CSSL, Asisten 1 : Bambang Purwanto, S.H., M.H, Kakan Kemenag Muttakin, M.Ag, beserta jajaran.
BERITA30/04/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Jalin Kerja Sama dengan UNUGIRI Bangun Ekosistem Filantropi di Lingkungan Pendidikan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menjalin kerja sama dengan Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) dalam upaya membangun ekosistem filantropi di lingkungan pendidikan untuk kesejahteraan masyarakat.
Penandatanganan ini menandai awal dari kerja sama strategis di bidang pendidikan, pengembangan SDM, dan pemberdayaan mahasiswa melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara profesional oleh BAZNAS.
Kerja sama BAZNAS RI dengan UNUGIRI ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dengan Rektor UNUGIRI, M. Jauharul Maarif, M.Pd.I., di Kampus UNUGIRI, Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (28/4/2025).
Turut hadir, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., Waka II BAZNAS Jawa Timur Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Bojonegoro Dr. Amanulloh, S.Ag., M.H.I., Ketua BAZNAS Bojonegoro Drs. KH. Wahid Priyono, M.H.I.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat sinergisitas antara lembaga zakat dan institusi pendidikan tinggi.
"Kerja sama dan kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan program-program filantropi BAZNAS, khususnya dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat," ujar Kiai Noor.
Kiai Noor menekankan pentingnya peran zakat dalam mencerdaskan bangsa. Katanya, zakat bukan sekadar instrumen spiritual, tetapi juga sarana pembangunan sosial yang krusial. Zakat memiliki peran besar dalam menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan cerdas.
Ia menambahkan, dana zakat yang dikelola BAZNAS tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga untuk mendukung pendidikan dan pembangunan kapasitas umat. Dengan cara ini, zakat tidak hanya menjadi ibadah, tetapi juga menjadi solusi sosial yang berkelanjutan.
“Menyalurkan uang zakat untuk keperluan pendidikan, khususnya dalam bentuk beasiswa, hukumnya adalah sah, karena termasuk dalam asnaf fi sabilillah, yaitu bantuan yang dikeluarkan dari dana zakat berdasarkan Surah At-Taubah ayat 60 dengan alasan bahwa pengertian fi sabilillah menurut sebagian ulama fikih dari beberapa mazhab dan ulama tafsir adalah lafaznya umum,” ucap Kiai Noor.
Sementara itu, Rektor UNUGIRI, M. Jauharul Maarif, M.Pd.I., menyambut baik kerja sama ini dan mengapresiasi kontribusi BAZNAS dalam mendukung pengembangan UNUGIRI.
"Kami berterima kasih atas segala bantuan BAZNAS kepada lembaga pendidikan di kawasan UNUGIRI. Salah satu dosen kami menerima beasiswa, dan beberapa mahasiswa juga telah terbantu melalui program beasiswa yang luar biasa ini," katanya.
Ia berharap, kerja sama antara BAZNAS dan UNUGIRI dapat menjadi model kolaborasi antara lembaga zakat dan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem filantropi yang berkelanjutan, guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara luas.
“Perlu sinergi dari beberapa pihak untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi ini. Sangat pas jika BAZNAS mengulurkan tangan untuk mendukung beasiswa dan pembangunan kampus kami,” harapnya.
BERITA30/04/2025 | Humas BAZNAS
Berkat Bantuan BAZNAS, Pendapatan Warung Nasi Santi Raup Rp10 Juta per Bulan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Jabon Mekar berhasil memberdayakan Santi (35), pemilik warung nasi di Desa Jabon Mekar, Parung, Bogor, sehingga penghasilan bulannya mencapai Rp10 juta.
Program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam memberdayakan ekonomi mustahik melalui sektor usaha kecil. Dengan memberikan bantuan modal dan pendampingan, BAZNAS berharap dapat menciptakan lebih banyak kisah sukses seperti Bu Santi di berbagai daerah di Indonesia.
Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menyampaikan, kesuksesan Santi menjadi inspirasi bagi penerima manfaat lainnya bahwa dengan niat kuat dan dukungan yang tepat, mustahik dapat bangkit menjadi pelaku usaha yang mandiri.
"Program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) merupakan bentuk implementasi zakat yang berkelanjutan. Ini adalah bukti nyata bahwa pemberdayaan ekonomi melalui zakat dapat mengubah hidup banyak orang, terutama mereka yang berasal dari kalangan mustahik, menjadi mandiri dan berdaya," ujar Saidah di Jakarta, Senin (28/4/2025).
Saidah menjelaskan, hingga saat ini, dari 26 BMD yang tersebar di seluruh Indonesia, terdapat 8.381 pelaku usaha kecil yang masih dalam pendampingan aktif, sementara 1.616 mustahik telah mencapai kemandirian.
"Tim pendamping BMD sudah melakukan pendampingan secara intensif berupa pelatihan manajemen usaha, promosi, dan pencatatan keuangan. BAZNAS akan terus memantau setiap perkembangan usaha mustahik yang dibina melalui monitoring secara terstruktur," ucap Saidah.
Saidah menekankan, tujuan dari adanya program ini adalah memberikan kebermanfaatan dalam skala besar terkait pemenuhan kebutuhan dasar, berupa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Program ini telah melakukan pengentasan mustahik yang terdata, dan harapannya akan terus bertambah di tahun-tahun berikutnya.
"Kami akan terus berkomitmen dan terus menciptakan banyak mustahik yang beralih menjadi muzaki sehingga ada peningkatan yang signifikan di dalam perekonomian umat," ungkapnya.
Sementara itu, Santi mengaku memulai usahanya sejak 2020 dengan modal seadanya. Awalnya, warungnya hanya menghasilkan omzet Rp100–150 ribu per hari. Katanya, dulu ia sering khawatir tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga, tapi tak mau menyerah.
Santi mengungkapkan, titik balik datang ketika BAZNAS melalui BMD Jabon Mekar memberikan bantuan modal usaha dan pendampingan. Lokasi strategis tepat di pinggir jalan desa yang ramai dan dekat pabrik, warungnya kini ramai dikunjungi, terutama oleh karyawan pabrik yang kerap makan siang di sana.
"Alhamdulillah, setelah mendapat bantuan dari BAZNAS, omzet saya naik signifikan. Sekarang bisa sampai Rp400 ribu per hari dan mencapai Rp10 juta per bulan. Mudah-mudahan usaha warung nasi saya bisa terus berkembang," kata Santi.
BERITA29/04/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS Luncurkan BMD di Mojokerto, Bantu Kembangkan Usaha Mustahik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Kota Mojokerto resmi meluncurkan program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) di Mojokerto, sebagai langkah strategis meningkatkan ekonomi mustahik melalui dukungan akses modal usaha dan pendampingan pengembangan usaha mikro.
Hingga saat ini, terdapat 26 BMD yang tersebar di 17 Provinsi di Indonesia, termasuk BMD Mojokerto yang telah diinisiasi sejak akhir tahun 2024 dan mulai beroperasi pada 2 Januari 2025.
Peluncuran BMD ini diselenggarakan di Kantor BMD Mojokerto, Jawa Timur, Senin (28/4/2025), yang dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum selaku Pimpinan Pembina Wilayah Provinsi Jawa Timur, Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Ketua BAZNAS Kota Mojokerto H. Dwi Hariadi, SE., dan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari.
Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan, program BMD adalah salah satu upaya strategis BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi mustahik di wilayah pedesaan, termasuk di Mojokerto.
"Program BMD menjadi salah satu program unggulan BAZNAS yang telah berhasil membantu ribuan mustahik pelaku usaha mikro di berbagai daerah. Kini, Mojokerto menjadi bagian dari kota yang menerima manfaat program ini," ujar Kiai Noor.
Ia menjelaskan, BMD merupakan program penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) BAZNAS yang bergerak pada layanan keuangan mikro yang ditujukan untuk para mustahik pelaku usaha mikro dalam bentuk bantuan permodalan dan pendampingan pengembangan usaha.
"Pembiayaan BMD menggunakan prinsip al-Qardh al-Hasan, yang artinya tanpa bunga (non-profit), dan sepenuhnya ditujukan untuk membantu mustahik mengembangkan usaha mereka tanpa terbebani cicilan yang memberatkan," lanjut Kiai Noor.
"BMD di Mojokerto ini menjadi yang ke-26 didirikan. Dengan bertambahnya lokasi BMD, diharapkan semakin banyak mustahik yang dapat mengakses modal usaha, mengembangkan bisnis, dan akhirnya mandiri secara ekonomi, serta berkontribusi pada perekonomian lokal," ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas langkah BAZNAS RI menghadirkan program BMD di wilayahnya. Menurutnya, program ini sangat sejalan dengan visi Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat berpenghasilan rendah.
“Kami menyambut baik hadirnya program BMD dari BAZNAS RI di Kota Mojokerto. Bagi Kami (Pemkot Mojokerto) program ini memiliki dampak nyata bagi pelaku usaha kecil, khususnya dari kalangan masyarakat kurang mampu. Ini adalah bentuk kolaborasi yang sangat kami butuhkan dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri dan sejahtera,” kata Ika.
Ika juga menegaskan, pihaknya siap bersinergi dengan BAZNAS dalam mendukung pendampingan, pelatihan, dan pemantauan agar para penerima manfaat BMD dapat mengembangkan usahanya secara berkelanjutan dan profesional.
Peluncuran BMD turut dihadiri Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Timur, K.H Ahsanul Haq, Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Jawa Timur Dr.K.H, Muhammad Zakki, M.Si., Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Jawa Timur K.H, Husnul Khuluq, MM., Wakil Wali Kota Mojokerto Dr. Rachman Sidharta Arisandi, S.Ip, M.Si.
BERITA29/04/2025 | Humas BAZNAS
Tim Aju dan EMT BAZNAS RI Tiba di Indonesia Usai Tuntaskan Misi Penanganan Gempa di Myanmar
Tim Kemanusiaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI yang terdiri dari tenaga kesehatan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) dan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) telah kembali ke Tanah Air usai menjalankan misi dalam penanganan bencana gempa bumi di Myanmar. Tim mendarat dengan selamat di Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis malam (24/4/2025).
Kedatangan satgas kemanusiaan BAZNAS yang tergabung dalam Tim Aju dan Tim EMT (Emergency Medical Team) disambut hangat oleh Sekretaris Utama BAZNAS RI, H. Subhan Cholid, Lc, MA, bersama perwakilan dari Kemenkes, BNPB, dan Kemenko PMK.
Dalam sambutannya, Sekretaris Utama BAZNAS RI, H. Subhan Cholid, Lc, MA, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi tinggi kepada seluruh anggota tim yang telah menyelesaikan tugas mulia ini dengan penuh dedikasi dan keikhlasan.
“Atas nama keluarga besar BAZNAS, kami mengucapkan selamat datang kembali ke tanah air dengan selamat. Kami sampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh anggota tim yang telah mengorbankan waktu dan tenaga untuk menjalankan tugas negara dan misi kemanusiaan di Myanmar, negara tetangga kita,” ujar Subhan.
Ia menekankan, misi ini dijalankan dalam situasi tidak mudah, mengingat tim harus bertugas dan meninggalkan keluarganya saat Hari Raya Idulfitri.
“Tentu tidak mudah menjalankan misi kemanusiaan ini. Semoga pengorbanan ini tercatat sebagai amal saleh yang memperberat timbangan kebaikan kelak, serta menggantikan amalan lainnya yang kurang baik, dan menghapusnya dengan prestasi, pengorbanan, dan amal baik ini,” ucap Subhan.
Menurutnya, misi ini menunjukkan wajah sejati BAZNAS sebagai lembaga zakat nasional yang tidak hanya peduli pada masalah dalam negeri, tetapi juga aktif dalam aksi kemanusiaan global.
"Kami, keluarga besar BAZNAS, sangat bangga karena tim kita menjadi bagian dari tim Indonesia yang berkorban untuk membantu saudara-saudara kita yang tengah dilanda musibah di Myanmar. Ini menunjukkan bahwa kemanusiaan mengalahkan segalanya," kata Subhan.
Ia berharap, misi kemanusiaan ini menjadi inspirasi bagi lebih banyak orang untuk saling membantu dan bersolidaritas. Menurutnya, semangat kemanusiaan harus senantiasa mengalahkan sekat-sekat perbedaan, baik negara, suku, maupun agama.
“Ini menunjukkan bahwa kemanusiaan mengalahkan segalanya. Sebagai hamba Allah, kita diberikan kesempatan untuk saling membantu dan bersolidaritas kapan saja dan di mana saja,” kata Subhan.
"Semoga BAZNAS semakin kuat dan terus memberikan manfaat kepada seluruh umat manusia di dunia," ucapnya.
Sejak pertama kali diterjunkan Tim kemanusiaan BAZNAS yang tergabung dengan EMT Indonesia ini telah berhasil memberikan pelayanan medis kepada korban bencana gempa bumi di Myanmar lebih dari 4.874 pasien. Angka tersebut merupakan jumlah tertinggi dibandingkan tim kesehatan dari negara lain, termasuk Filipina, Thailand, dan China.
BERITA28/04/2025 | Humas BAZNAS

Info Rekening Zakat
Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Bandar Lampung.
Lihat Daftar Rekening →