WhatsApp Icon
BERKAH RAMADHAN UNTUK 800 PEJUANG KEBERSIHAN KOTA BANDAR LAMPUNG

Bandar Lampung (Selasa, 17 Maret 2026) - Menjelang akhir ramadhan 1447 H / 2026 M, BAZNAS Kota Bandar Lampung bersama Walikota Bandar Lampung memberikan bantuan berkah ramadhan untuk 800 pejuang kebersihan Kota Bandar Lampung yang terdiri dari para petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung. 

 

Penyerahan berkah ramadhan ini berlangsung di Gedung Semergou, Pemerintah Kota Bandar Lampung yang juga diserahkan secara langsung oleh BAZNAS Kota Bandar Lampung bersama Walikota Bandar Lampung. Pada kesempatan yang sama, Walikota Bandar Lampung juga mendistribusikan bantuan beras dan paket sembako untuk para pejuang kebersihan Kota Bandar Lampung.

 

"Ini adalah bentuk kepedulian Pemerintah Kota Bandar Lampung kepada para mustahik di Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandar Lampung bersama BAZNAS Kota Bandar Lampung yang terus berkolaborasi bersama Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Bandar Lampung khususnya melalui dana ZIS yang juga dihimpun dari Para ASN di lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung" ujar Bunda Eva, sapa'an akrab Walikota Bandar Lampung.

 

Pada penyerahan bantuan ini, selain dihadiri oleh Walikota Bandar Lampung, juga dihadiri oleh para Pimpinan dan Dewan Pengawas BAZNAS Kota Bandar Lampung, serta para jajaran Kepala Dinas dan pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung. 

 

"Kami sampaikan banyak terima kasih kepada para Muzaki yang menitipkan sebagian hartanya melalui BAZNAS Kota Bandar Lampung termasuk para ASN Pemerintah Kota Bandar Lampung serta dukungan yang luar biasa dari Bunda Eva kepada BAZNAS Kota Bandar Lampung " tambah Ustadz H. Ismail Saleh, S.H.I,.M.H, Ketua BAZNAS Kota Bandar Lampung.

 

 

Pada Ramadhan 1447 H ini BAZNAS Kota Bandar Lampung menyalurkan 95 ton atau 95.000 kg beras untuk 19.000 mustahik se Kota Bandar Lampung dan uang tunai serta paket sembako untuk sekitar 3000 mustahik, sehingga pada tahun ini sekitar lebih dari  22.000 Mustahik menikmati berkah ramadhan bersama BAZNAS Kota Bandar Lampung. 

 

 

Terima kasih Muzaki(Donatur), semoga kebermanfaatan zakat infak dan sedekah terus bisa dinikmati oleh para mustahik. Berkah bagi Muzaki, kebahagiaan bagi Mustahik. 

 

 

BAZNAS KOTA BANDAR LAMPUNG

17/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Bandar Lampung
Pimpinan Baru BAZNAS RI 2026-2031 Terima SK dari Presiden

Jakarta -- Menteri Agama Nasaruddin Umar menyerahkan Surat Keputusan (SK) Presiden kepada jajaran Pimpinan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI masa jabatan 2026–2031. Penyerahan SK tersebut berlangsung di Operation Room, Gedung Kantor Pusat Kementerian Agama, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Agama menyampaikan harapannya agar kepengurusan BAZNAS yang baru dapat meningkatkan kinerja pengelolaan zakat nasional. Saat ini, BAZNAS tercatat mampu menghimpun dana zakat sekitar Rp41 triliun, dan diharapkan ke depan penghimpunan tersebut dapat meningkat hingga tiga kali lipat.

Menag juga menegaskan bahwa pengelolaan zakat harus tetap berpedoman pada ketentuan syariat, khususnya terkait penyaluran kepada delapan golongan penerima zakat (ashnaf). Menurutnya, zakat memiliki peruntukan yang jelas, sementara kegiatan sosial lainnya dapat didukung melalui instrumen keumatan lain seperti sedekah, wakaf, maupun sumber dana sosial lainnya.

Selain itu, Nasaruddin Umar berpesan agar para pengurus BAZNAS menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan tidak mengecewakan kepercayaan yang telah diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto. Ia berharap pengelolaan zakat dapat semakin memperkuat upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Adapun nama-nama yang menerima SK Presiden sebagai pimpinan BAZNAS RI yakni Dikdik Sodik Mujahid (ketua), Zainut Tauhid Saadi (wakil ketua), Rizaludin Kurniawan, Saidah Sakwan, Syarifuddin, Idy Muzayyad, Mokhamad Mahdum, Neyla Saida Anwar, Abu Rokhmad, Fatoni, dan Mochamad Agus Rofiudin.

Dengan diserahkannya SK tersebut, kepengurusan BAZNAS periode 2026–2031 resmi menjalankan masa tugasnya selama lima tahun ke depan dengan komitmen memperkuat tata kelola zakat nasional serta memperluas kontribusi filantropi Islam bagi kesejahteraan umat.*

13/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Bandar Lampung
21.000 Mustahik Menikmati Berkah Ramadhan dari BAZNAS Kota Bandar Lampung

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bandarlampung menyalurkan zakat fitrah tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi sebesar Rp 37.500 per jiwa atau setara dengan 2,5 kilogram atau 3,5 liter beras premium.Kepada masyarakat yang berhak menerima (mustahik) selama bulan Ramadan 2026.


Hingga saat ini, BAZNAS telah menghimpun sekitar 95 ton beras yang kemudian didistribusikan kepada fakir miskin, korban banjir, panti asuhan hingga pondok pesantren.

Ketua BAZNAS Kota Bandarlampung Ustadz H. Ismail Saleh menyampaikan, pihaknya telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat sebelum Ramadan, tepatnya sejak bulan Rajab dan Sya’ban, agar umat Islam menyalurkan zakat melalui lembaga resmi.

“Himbauan kepada masyarakat, khususnya kaum muslimin dan muslimat,agar menyalurkan zakat melalui lembaga resmi yakni BAZNAS,” ujar Ismail, Rabu (11/3/2026).

Pengelolaan zakat harus dilakukan oleh lembaga resmi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, sehingga penyalurannya tepat sasaran dan sesuai dengan ketentuan syariat.

 

Menurutnya, BAZNAS memiliki prinsip 3A, yakni aman secara syar’i, aman secara regulasi, dan aman bagi keutuhan NKRI.

“Zakat itu jangan sampai salah sasaran. Karena jika tidak melalui lembaga resmi, dikhawatirkan dana tersebut justru digunakan untuk hal-hal yang tidak sesuai, bahkan bisa saja disalahgunakan,” jelasnya.


Dalam proses penyaluran zakat tahun ini, BAZNAS juga bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bandarlampung dan Unit Pengumpul Zakat di setiap kecamatan.


" Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan mendatangi langsung wilayah-wilayah yang membutuhkan,sejak Selasa kemarin kami mulai menyalurkan zakat bersama Pemerintah Kota Bandarlampung dan UPZ di kecamatan," paparannya.

Sudah ada sekitar 10 kecamatan yang kami datangi, dan Kamis nanti akan dilanjutkan ke 10 kecamatan lainnya.

" Bantuan juga diberikan kepada warga yang terdampak banjir di sejumlah wilayah seperti Tanjung Senang, Sukarame, dan Way Halim dan Sukabumi, termasuk kepada panti asuhan dan pondok pesantren yang dalam kategori penerima zakat fisabilillah," sambungnya.

Tahun ini antusiasme masyarakat, khususnya para muzakki dan Aparatur Sipil Negara (ASN), untuk membayar zakat melalui BAZNAS terus meningkat.

Ismail menambahkan, zakat yang dihimpun dari masyarakat Kota Bandarlampung akan dikembalikan kepada masyarakat di wilayah yang sama agar manfaatnya lebih dirasakan oleh warga setempat.

Dalam penyaluran zakat fitrah dilakukan sesuai prinsip 3A, yakni Aman Syar’i, Aman Regulasi, dan Aman NKRI, serta disalurkan kepada delapan golongan mustahik sebagaimana ditetapkan dalam syariat Islam," terangnya.

Delapan golongan yang berhak menerima zakat (mustahiq) disebutkan dalam Al-Qur'an, Surah At-Taubah (9:60),yaitu

1. Fakir, orang yang tidak memiliki harta dan tidak mampu bekerja.
2. Miskin, orang yang memiliki harta tapi tidak cukup untuk kebutuhan pokok.

3. Amil, petugas yang ditunjuk untuk mengumpulkan dan mengelola zakat.

4. Mualaf, orang yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan.

5. Riqab, budak yang ingin memerdekakan diri

6. Gharimin, orang yang terjerat hutang dan tidak mampu bayar.

7. Fisabilillah, orang yang berjuang di jalan Allah misal jihad, dakwah.

8. Ibnusabil, musafir yang kehabisan bekal di perjalanan.

“Prinsipnya, zakat diambil dari suatu wilayah dan dikembalikan ke wilayah itu juga, selama di daerah tersebut masih banyak yang membutuhkan,” ujarnya.

Pihaknya mengingatkan bahwa panitia zakat di masjid yang tidak memiliki Surat Keputusan (SK) dari BAZNAS tidak dapat disebut sebagai amil zakat resmi.

“Kalau tidak punya SK dari BAZNAS, mereka hanya panitia saja, tidak bisa mewakili sebagai amil zakat. Karena itu kami mengimbau agar masjid-masjid segera mengurus legalitasnya,” tuturnya.

" Hal ini juga sejalan dengan surat edaran dari Pemerintah Kota Bandarlampung Nomor : B/266/400.9.7/I.07/2026 tentang Pelaksanaan Pengumpulan Zakat Fitrah, Zakat Profesi, Zakat Maal, Infak dan Sedekah," tandasnya

12/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Bandar Lampung
KODIM 0410/KBL TUNAIKAN ZAKAT FITRAH MELALUI LAYANAN JEMPUT ZAKAT BAZNAS

Bandar Lampung (11 Maret 2026 ), BAZNAS Kota Bandar Lampung melalui layanan jemput zakat melakukan kunjungan ke KODIM 0410/KBL dalam rangka menerima zakat fitrah dari jajaran KODIM 0410/KBL. Pada kesempatan ini zakat fitrah diserahkan oleh perwakilan KODIM 0410/KBL, Kapten Sunarto, SE kepada kepala pelaksana BAZNAS Kota Bandar Lampung, Doni Peryanto, S.Pi

BAZNAS Kota Bandar Lampung setiap tahun menerima zakat fitrah dari KODIM 0410/KBL yang diserahkan secara langsung oleh jajaran KODIM 0410/KBL, baik zakat fitrah dan zakat maal. 

BAZNAS Kota Bandar Lampung terus bersinergi dengan para stake holder untuk memberikan layanan kemudahan berzakat dan infak serta sedekah melalui BAZNAS dengan beberapa pilihan, baik secara online ataupun off line. Kemudahan diberikan sebagai bentuk layanan yang mempermudah muzaki atau donatur menyalurkan zakat infak sedekahnya.

BAZNAS Kota Bandar Lampung mengajak masyarakat untuk menyalurkan zakat fitrahnya melalui BAZNAS Kota Bandar Lampung dengan nominal zakat fitrah Rp.37.500/jiwa atau setara 2,5 Kg beras.

BAZNAS KOTA BANDAR LAMPUNG

11/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Bandar Lampung
BAZNAS Kota Bandar Lampung Sosialisasikan Fiqh Zakat dan Penguatan UPZ Masjid

Bandar Lampung – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bandar Lampung bersama Forum Komunikasi Takmir Masjid (FKTM) Kecamatan Tanjung Karang Barat menggelar kegiatan buka puasa bersama sekaligus sosialisasi pengelolaan zakat bagi pengurus masjid dan musholla, pada Ahad (8/3/2026) di Masjid Al Azhar Susunan Baru, Kecamatan Tanjung Karang Barat.

 

Kegiatan ini mengangkat tema “Pentingnya UPZ BAZNAS bagi Pengelolaan ZISWAF Masjid dan Musholla” dan dihadiri oleh para pengurus/takmir masjid serta musholla se-Kecamatan Tanjung Karang Barat.

 

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua I BAZNAS Kota Bandar Lampung, Dr. H. Abdul Aziz, M.Pd, menyampaikan materi tentang Fiqh Zakat. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan bahwa zakat merupakan rukun Islam yang memiliki dimensi ibadah sekaligus sosial yang sangat penting dalam meningkatkan kesejahteraan umat.

 

“Zakat tidak hanya kewajiban individu, tetapi juga instrumen ekonomi Islam yang mampu mengurangi kesenjangan sosial dan membantu mustahik agar lebih berdaya,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya pemahaman fiqh zakat yang benar agar pengelolaan zakat di masyarakat berjalan sesuai dengan syariat.

 

Sementara itu, Wakil Ketua II BAZNAS Kota Bandar Lampung, Cahyo Prabowo, menyampaikan materi mengenai Peran Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid dalam Pengelolaan Zakat. Ia menjelaskan bahwa keberadaan UPZ di masjid sangat strategis untuk memaksimalkan potensi zakat, infak, dan sedekah di masyarakat.

 

Menurutnya, masjid memiliki kedekatan langsung dengan jamaah sehingga dapat menjadi pusat edukasi dan pengumpulan zakat yang efektif. “UPZ masjid berperan sebagai perpanjangan tangan BAZNAS dalam menghimpun zakat secara lebih terstruktur, transparan, dan akuntabel,” jelasnya.

 

Melalui kegiatan ini diharapkan para pengurus masjid dan musholla semakin memahami pentingnya pengelolaan zakat secara profesional melalui pembentukan dan penguatan UPZ di lingkungan masjid.

 

Acara berlangsung dengan penuh kehangatan dalam suasana Ramadhan dan ditutup dengan buka puasa bersama sebagai wujud mempererat ukhuwah Islamiyah antar pengurus masjid di wilayah Tanjung Karang Barat.


BAZNAS KOTA BANDAR LAMPUNG

09/03/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Bandar Lampung

Berita Terbaru

Jangkau Lebih Banyak Muzaki, BAZNAS Perkuat Layanan Digital lewat WhatsApp
Jangkau Lebih Banyak Muzaki, BAZNAS Perkuat Layanan Digital lewat WhatsApp
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat layanan digital dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi, seperti WhatsApp (WA) sebagai sarana pelayanan publik untuk mempermudah masyarakat berzakat, infak, dan sedekah (ZIS), sekaligus meningkatkan penghimpunan dan jangkauan layanan BAZNAS. Saat ini, sebesar 60 persen dari total fundraising BAZNAS berasal dari kanal digital. Angka ini menunjukkan peran penting teknologi dalam mendukung kinerja penghimpunan ZIS. Hal tersebut mengemuka dalam Pengajian BAZNAS Selasa Pagi bertema “Peran WhatsApp dalam Optimalisasi Pengumpulan ZIS” yang diselenggarakan oleh Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube BAZNAS TV, Selasa (29/4/2025). Hadir dalam kegiatan ini, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., serta Direktur Inovasi dan Teknologi Informasi BAZNAS RI, Achmad Setio Adinugroho, S.Si., M.IT. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec, Ph.D, menekankan, pentingnya integrasi teknologi dalam sistem pelayanan BAZNAS. "Kami berupaya mengintegrasikan dan mengoptimalkan pemanfaatan Kantor Digital BAZNAS dan layanan WhatsApp ini. Platform ini harus dimaksimalkan untuk mendorong peningkatan pengumpulan ZIS,” ujarnya. “Berbagai fasilitas digital seperti situs web dan layanan WhatsApp sudah tersedia di kantor digital BAZNAS. Kini tinggal bagaimana kita memaksimalkan penggunaannya,” tambahnya. Nadratuzzaman menyampaikan, BAZNAS telah mengembangkan Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA) dan akan terus melakukan pengembangan ke arah yang lebih modern. Namun, ia menyayangkan masih rendahnya pemanfaatan kantor digital BAZNAS yang baru dimanfaatkan sekitar 20 persen dari total potensinya. "Saya melihat di banyak website BAZNAS daerah sudah tersedia fitur WhatsApp, namun belum digunakan secara maksimal. Bahkan, saat saya mencoba menghubungi nomor layanan WhatsApp yang tertera di kantor digital pada beberapa BAZNAS kabupaten/kota, responnya lambat. Ini harus menjadi perhatian bersama," tambahnya. Lebih lanjut, Nadratuzzaman menegaskan, ke depannya, BAZNAS akan mendorong kantor-kantor daerah agar aktif memanfaatkan teknologi digital secara maksimal, baik untuk pelayanan publik maupun dalam kegiatan penghimpunan dana ZIS. "Selama kita berada di BAZNAS, kita harus sadar akan pentingnya teknologi dan berkomitmen untuk menggunakannya. Tidak boleh lagi ada sikap pasif, tidak mau belajar, atau merasa tidak mampu,” tegasnya. Sementara itu, Direktur Inovasi dan Teknologi Informasi BAZNAS RI, Achmad Setio Adinugroho, S.Si., M.IT., menyampaikan, hasil survei internal menunjukkan mayoritas masyarakat menggunakan layanan WhatsApp BAZNAS untuk kebutuhan layanan dan konsultasi, baik dari kalangan muzaki maupun mustahik. “Ini menunjukkan bahwa WhatsApp merupakan salah satu media komunikasi yang efektif dalam menjembatani hubungan antara BAZNAS dan publik,” ujarnya. "WhatsApp jenis Business API (Application Programming Interface) yang telah digunakan BAZNAS memungkinkan penggunaan fitur-fitur canggih seperti WhatsApp Ads, link donasi, broadcast pesan, flow interaktif, dan katalog donasi, yang sangat efektif untuk memperluas jangkauan layanan BAZNAS," jelasnya. Untuk itu, lanjutnya, BAZNAS RI mendorong seluruh BAZNAS baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota agar serius mengadopsi penggunaan teknologi ini dalam operasional sehari-hari. "Transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi keharusan bagi BAZNAS untuk tetap relevan dan dipercaya masyarakat sebagai lembaga pengelola zakat nasional, serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di era digital saat ini," ujarnya.
BERITA30/04/2025 | Humas BAZNAS
Entaskan Kemiskinan, BAZNAS RI Luncurkan Program Balai Ternak di Kabupaten Mojokerto
Entaskan Kemiskinan, BAZNAS RI Luncurkan Program Balai Ternak di Kabupaten Mojokerto
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan Program Balai Ternak di Kabupaten Mojokerto sebagai upaya mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi mustahik di sektor peternakan. Balai Ternak yang tergabung dalam Balai Ternak Kabupaten Mojokerto merupakan balai ternak domba atau kambing ke 45 dari 54 Balai Ternak BAZNAS RI yang tersebar di seluruh Indonesia. Peluncuran Balai Ternak Kabupaten Mojokerto diselenggarakan di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada Selasa (29/4/2025). Hadir Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Bupati Mojokerto Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc, M. Hum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA, Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan & Umum Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, beserta jajaran. Dalam kesempatan tersebut Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan Program Balai Ternak merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam memberdayakan ekonomi mustahik melalui pengelolaan ternak secara komunal. "Melalui Balai Ternak Kabupaten Mojokerto ini, kami ingin meningkatkan populasi ternak juga memberikan dampak ekonomi bagi peternak mustahik bisa sejahtera,” ujarnya. Kiai Noor menyebut, Balai Ternak Kabupaten Mojokerto terbagi menjadi dua kelompok Balai Ternak yaitu Balai Ternak Kelompok Gembala Sejahtera Lokasi di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur serta Balai Ternak Kelompok Tirto Mulyo Lokasi di Desa Dusun Tambaksari, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. "Untuk peternak semuanya berjumlah 30 orang untuk Kelompok Gembala Sejahtera 15 Orang dan Kelompok Tirto Mulyo 15 orang," ucap Kiai Noor. Kiai Noor mengatakan, Balai Ternak BAZNAS di Kabupaten Mojokerto ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi ternak, namun sebagai upaya memberdayakan para peternak lokal agar dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. "Alhamdulillah dari semua Balai Ternak tidak ada yang rugi, semuanya berkembang dengan baik karena ada pendampingan," kata Kiai Noor. "Kami berharap Balai Ternak Mojokerto ini bisa dikembangkan untuk mengentaskan kemiskinan masyarakat Mojokerto," imbuhnya. Sementara itu, Bupati Mojokerto Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc, M. Hum menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS RI yang telah membangun Balai Ternak di Kabupaten Mojokerto. "Saya mengapresiasi setinggi-tingginya inisiatif BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Mojokerto yang terus berupaya mengelola zakat, infak dan sedekah masyarakat dengan program-program produktif seperti ini,” katanya. Pihaknya juga mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dan berinovasi dalam mengembangkan Balai Ternak di Kabupaten Mojokerto. "Ini merupakan kebanggaan sekaligus tantangan bagi kita semua untuk mengelola program ini sebaik mungkin," ucapnya. Karenanya, dia berharap Balai Ternak Kabupaten Mojokerto menjadi lokomotif dalam menggerakkan usaha ekonomi para mustahik, peningkatan kesejahteraan peternak dan mendorong terciptanya peternakan yang mandiri dan berkelanjutan "Ini sejalan dengan misi Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk menguatkan ketahanan pangan dan mendorong ekonomi kerakyatan," ucapnya. Turut hadir Waka 3 BAZNAS Provinsi Jawa Timur Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si, Waka 4 BAZNAS Provinsi Jawa Timur Dr. K.H. Husnul Khuluq, M.M, Komandan Kodim Letkol Inf Rully Noriza, S.I.P., M.I.P, Kejaksaan dr Endang Tirtana, S.H , M.H., CLS., CCD., CSSL, Asisten 1 : Bambang Purwanto, S.H., M.H, Kakan Kemenag Muttakin, M.Ag, beserta jajaran.
BERITA30/04/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Jalin Kerja Sama dengan UNUGIRI Bangun Ekosistem Filantropi di Lingkungan Pendidikan
BAZNAS RI Jalin Kerja Sama dengan UNUGIRI Bangun Ekosistem Filantropi di Lingkungan Pendidikan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menjalin kerja sama dengan Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) dalam upaya membangun ekosistem filantropi di lingkungan pendidikan untuk kesejahteraan masyarakat. Penandatanganan ini menandai awal dari kerja sama strategis di bidang pendidikan, pengembangan SDM, dan pemberdayaan mahasiswa melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara profesional oleh BAZNAS. Kerja sama BAZNAS RI dengan UNUGIRI ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dengan Rektor UNUGIRI, M. Jauharul Maarif, M.Pd.I., di Kampus UNUGIRI, Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (28/4/2025). Turut hadir, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., Waka II BAZNAS Jawa Timur Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Bojonegoro Dr. Amanulloh, S.Ag., M.H.I., Ketua BAZNAS Bojonegoro Drs. KH. Wahid Priyono, M.H.I. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat sinergisitas antara lembaga zakat dan institusi pendidikan tinggi. "Kerja sama dan kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan program-program filantropi BAZNAS, khususnya dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat," ujar Kiai Noor. Kiai Noor menekankan pentingnya peran zakat dalam mencerdaskan bangsa. Katanya, zakat bukan sekadar instrumen spiritual, tetapi juga sarana pembangunan sosial yang krusial. Zakat memiliki peran besar dalam menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan cerdas. Ia menambahkan, dana zakat yang dikelola BAZNAS tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga untuk mendukung pendidikan dan pembangunan kapasitas umat. Dengan cara ini, zakat tidak hanya menjadi ibadah, tetapi juga menjadi solusi sosial yang berkelanjutan. “Menyalurkan uang zakat untuk keperluan pendidikan, khususnya dalam bentuk beasiswa, hukumnya adalah sah, karena termasuk dalam asnaf fi sabilillah, yaitu bantuan yang dikeluarkan dari dana zakat berdasarkan Surah At-Taubah ayat 60 dengan alasan bahwa pengertian fi sabilillah menurut sebagian ulama fikih dari beberapa mazhab dan ulama tafsir adalah lafaznya umum,” ucap Kiai Noor. Sementara itu, Rektor UNUGIRI, M. Jauharul Maarif, M.Pd.I., menyambut baik kerja sama ini dan mengapresiasi kontribusi BAZNAS dalam mendukung pengembangan UNUGIRI. "Kami berterima kasih atas segala bantuan BAZNAS kepada lembaga pendidikan di kawasan UNUGIRI. Salah satu dosen kami menerima beasiswa, dan beberapa mahasiswa juga telah terbantu melalui program beasiswa yang luar biasa ini," katanya. Ia berharap, kerja sama antara BAZNAS dan UNUGIRI dapat menjadi model kolaborasi antara lembaga zakat dan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem filantropi yang berkelanjutan, guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara luas. “Perlu sinergi dari beberapa pihak untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi ini. Sangat pas jika BAZNAS mengulurkan tangan untuk mendukung beasiswa dan pembangunan kampus kami,” harapnya.
BERITA30/04/2025 | Humas BAZNAS
Berkat Bantuan BAZNAS, Pendapatan Warung Nasi Santi Raup Rp10 Juta per Bulan
Berkat Bantuan BAZNAS, Pendapatan Warung Nasi Santi Raup Rp10 Juta per Bulan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Jabon Mekar berhasil memberdayakan Santi (35), pemilik warung nasi di Desa Jabon Mekar, Parung, Bogor, sehingga penghasilan bulannya mencapai Rp10 juta. Program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam memberdayakan ekonomi mustahik melalui sektor usaha kecil. Dengan memberikan bantuan modal dan pendampingan, BAZNAS berharap dapat menciptakan lebih banyak kisah sukses seperti Bu Santi di berbagai daerah di Indonesia. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menyampaikan, kesuksesan Santi menjadi inspirasi bagi penerima manfaat lainnya bahwa dengan niat kuat dan dukungan yang tepat, mustahik dapat bangkit menjadi pelaku usaha yang mandiri. "Program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) merupakan bentuk implementasi zakat yang berkelanjutan. Ini adalah bukti nyata bahwa pemberdayaan ekonomi melalui zakat dapat mengubah hidup banyak orang, terutama mereka yang berasal dari kalangan mustahik, menjadi mandiri dan berdaya," ujar Saidah di Jakarta, Senin (28/4/2025). Saidah menjelaskan, hingga saat ini, dari 26 BMD yang tersebar di seluruh Indonesia, terdapat 8.381 pelaku usaha kecil yang masih dalam pendampingan aktif, sementara 1.616 mustahik telah mencapai kemandirian. "Tim pendamping BMD sudah melakukan pendampingan secara intensif berupa pelatihan manajemen usaha, promosi, dan pencatatan keuangan. BAZNAS akan terus memantau setiap perkembangan usaha mustahik yang dibina melalui monitoring secara terstruktur," ucap Saidah. Saidah menekankan, tujuan dari adanya program ini adalah memberikan kebermanfaatan dalam skala besar terkait pemenuhan kebutuhan dasar, berupa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Program ini telah melakukan pengentasan mustahik yang terdata, dan harapannya akan terus bertambah di tahun-tahun berikutnya. "Kami akan terus berkomitmen dan terus menciptakan banyak mustahik yang beralih menjadi muzaki sehingga ada peningkatan yang signifikan di dalam perekonomian umat," ungkapnya. Sementara itu, Santi mengaku memulai usahanya sejak 2020 dengan modal seadanya. Awalnya, warungnya hanya menghasilkan omzet Rp100–150 ribu per hari. Katanya, dulu ia sering khawatir tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga, tapi tak mau menyerah. Santi mengungkapkan, titik balik datang ketika BAZNAS melalui BMD Jabon Mekar memberikan bantuan modal usaha dan pendampingan. Lokasi strategis tepat di pinggir jalan desa yang ramai dan dekat pabrik, warungnya kini ramai dikunjungi, terutama oleh karyawan pabrik yang kerap makan siang di sana. "Alhamdulillah, setelah mendapat bantuan dari BAZNAS, omzet saya naik signifikan. Sekarang bisa sampai Rp400 ribu per hari dan mencapai Rp10 juta per bulan. Mudah-mudahan usaha warung nasi saya bisa terus berkembang," kata Santi.
BERITA29/04/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS Luncurkan BMD di Mojokerto, Bantu Kembangkan Usaha Mustahik
BAZNAS Luncurkan BMD di Mojokerto, Bantu Kembangkan Usaha Mustahik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Kota Mojokerto resmi meluncurkan program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) di Mojokerto, sebagai langkah strategis meningkatkan ekonomi mustahik melalui dukungan akses modal usaha dan pendampingan pengembangan usaha mikro. Hingga saat ini, terdapat 26 BMD yang tersebar di 17 Provinsi di Indonesia, termasuk BMD Mojokerto yang telah diinisiasi sejak akhir tahun 2024 dan mulai beroperasi pada 2 Januari 2025. Peluncuran BMD ini diselenggarakan di Kantor BMD Mojokerto, Jawa Timur, Senin (28/4/2025), yang dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum selaku Pimpinan Pembina Wilayah Provinsi Jawa Timur, Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Ketua BAZNAS Kota Mojokerto H. Dwi Hariadi, SE., dan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan, program BMD adalah salah satu upaya strategis BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi mustahik di wilayah pedesaan, termasuk di Mojokerto. "Program BMD menjadi salah satu program unggulan BAZNAS yang telah berhasil membantu ribuan mustahik pelaku usaha mikro di berbagai daerah. Kini, Mojokerto menjadi bagian dari kota yang menerima manfaat program ini," ujar Kiai Noor. Ia menjelaskan, BMD merupakan program penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) BAZNAS yang bergerak pada layanan keuangan mikro yang ditujukan untuk para mustahik pelaku usaha mikro dalam bentuk bantuan permodalan dan pendampingan pengembangan usaha. "Pembiayaan BMD menggunakan prinsip al-Qardh al-Hasan, yang artinya tanpa bunga (non-profit), dan sepenuhnya ditujukan untuk membantu mustahik mengembangkan usaha mereka tanpa terbebani cicilan yang memberatkan," lanjut Kiai Noor. "BMD di Mojokerto ini menjadi yang ke-26 didirikan. Dengan bertambahnya lokasi BMD, diharapkan semakin banyak mustahik yang dapat mengakses modal usaha, mengembangkan bisnis, dan akhirnya mandiri secara ekonomi, serta berkontribusi pada perekonomian lokal," ujarnya. Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas langkah BAZNAS RI menghadirkan program BMD di wilayahnya. Menurutnya, program ini sangat sejalan dengan visi Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat berpenghasilan rendah. “Kami menyambut baik hadirnya program BMD dari BAZNAS RI di Kota Mojokerto. Bagi Kami (Pemkot Mojokerto) program ini memiliki dampak nyata bagi pelaku usaha kecil, khususnya dari kalangan masyarakat kurang mampu. Ini adalah bentuk kolaborasi yang sangat kami butuhkan dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri dan sejahtera,” kata Ika. Ika juga menegaskan, pihaknya siap bersinergi dengan BAZNAS dalam mendukung pendampingan, pelatihan, dan pemantauan agar para penerima manfaat BMD dapat mengembangkan usahanya secara berkelanjutan dan profesional. Peluncuran BMD turut dihadiri Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Timur, K.H Ahsanul Haq, Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Jawa Timur Dr.K.H, Muhammad Zakki, M.Si., Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Jawa Timur K.H, Husnul Khuluq, MM., Wakil Wali Kota Mojokerto Dr. Rachman Sidharta Arisandi, S.Ip, M.Si.
BERITA29/04/2025 | Humas BAZNAS
Tim Aju dan EMT BAZNAS RI Tiba di Indonesia Usai Tuntaskan Misi Penanganan Gempa di Myanmar
Tim Aju dan EMT BAZNAS RI Tiba di Indonesia Usai Tuntaskan Misi Penanganan Gempa di Myanmar
Tim Kemanusiaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI yang terdiri dari tenaga kesehatan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) dan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) telah kembali ke Tanah Air usai menjalankan misi dalam penanganan bencana gempa bumi di Myanmar. Tim mendarat dengan selamat di Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis malam (24/4/2025). Kedatangan satgas kemanusiaan BAZNAS yang tergabung dalam Tim Aju dan Tim EMT (Emergency Medical Team) disambut hangat oleh Sekretaris Utama BAZNAS RI, H. Subhan Cholid, Lc, MA, bersama perwakilan dari Kemenkes, BNPB, dan Kemenko PMK. Dalam sambutannya, Sekretaris Utama BAZNAS RI, H. Subhan Cholid, Lc, MA, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi tinggi kepada seluruh anggota tim yang telah menyelesaikan tugas mulia ini dengan penuh dedikasi dan keikhlasan. “Atas nama keluarga besar BAZNAS, kami mengucapkan selamat datang kembali ke tanah air dengan selamat. Kami sampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh anggota tim yang telah mengorbankan waktu dan tenaga untuk menjalankan tugas negara dan misi kemanusiaan di Myanmar, negara tetangga kita,” ujar Subhan. Ia menekankan, misi ini dijalankan dalam situasi tidak mudah, mengingat tim harus bertugas dan meninggalkan keluarganya saat Hari Raya Idulfitri. “Tentu tidak mudah menjalankan misi kemanusiaan ini. Semoga pengorbanan ini tercatat sebagai amal saleh yang memperberat timbangan kebaikan kelak, serta menggantikan amalan lainnya yang kurang baik, dan menghapusnya dengan prestasi, pengorbanan, dan amal baik ini,” ucap Subhan. Menurutnya, misi ini menunjukkan wajah sejati BAZNAS sebagai lembaga zakat nasional yang tidak hanya peduli pada masalah dalam negeri, tetapi juga aktif dalam aksi kemanusiaan global. "Kami, keluarga besar BAZNAS, sangat bangga karena tim kita menjadi bagian dari tim Indonesia yang berkorban untuk membantu saudara-saudara kita yang tengah dilanda musibah di Myanmar. Ini menunjukkan bahwa kemanusiaan mengalahkan segalanya," kata Subhan. Ia berharap, misi kemanusiaan ini menjadi inspirasi bagi lebih banyak orang untuk saling membantu dan bersolidaritas. Menurutnya, semangat kemanusiaan harus senantiasa mengalahkan sekat-sekat perbedaan, baik negara, suku, maupun agama. “Ini menunjukkan bahwa kemanusiaan mengalahkan segalanya. Sebagai hamba Allah, kita diberikan kesempatan untuk saling membantu dan bersolidaritas kapan saja dan di mana saja,” kata Subhan. "Semoga BAZNAS semakin kuat dan terus memberikan manfaat kepada seluruh umat manusia di dunia," ucapnya. Sejak pertama kali diterjunkan Tim kemanusiaan BAZNAS yang tergabung dengan EMT Indonesia ini telah berhasil memberikan pelayanan medis kepada korban bencana gempa bumi di Myanmar lebih dari 4.874 pasien. Angka tersebut merupakan jumlah tertinggi dibandingkan tim kesehatan dari negara lain, termasuk Filipina, Thailand, dan China.
BERITA28/04/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS Kota Bandar Lampung Salurkan Beras, Paket Sembako dan Makanan Siap Santap kepada Penyintas Banjir
BAZNAS Kota Bandar Lampung Salurkan Beras, Paket Sembako dan Makanan Siap Santap kepada Penyintas Banjir
Bandar Lampung (Kamis/24 April 2025), BAZNAS Kota Bandar Lampung melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) BAZNAS Kota Bandar Lampung menyalurkan bantuan kepada Penyintas Banjir Bandar Lampung yang terjadi pada beberapa hari yang lalu. Hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur Bandar Lampung beberapa hari yang lalu menyebabkan banjir di daerah Kecamatan Panjang. Pada saat kejadian, BAZNAS Kota Bandar Lampung sudah turun ke lokasi dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Kota Bandar Lampung dan pejabat setempat. Setelah melakukan assessment pada saat kejadian banjir, BAZNAS Kota Bandar Lampung pada hari kamis kemarin langsung memberikan bantuan berupa beras, paket sembako dan makanan siap santap kepada penyintas banjir di Kecamatan Panjang. Penyaluran bantuan ini juga berkoordinasi dengan pejabat setempat juga Pemerintah Kota Bandar Lampung serta tim Relawan BTB BAZNAS Kota Bandar Lampung guna mempermudah menuju titik lokasi dan penyaluran yang tepat sasaran. Pada penyaluran bantuan tersebut di pimpin secara langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Bandar Lampung, Ust. Ismail Saleh, SH,MH bersama para Wakil Ketua serta Tim Relawan BTB BAZNAS Kota Bandar Lampung.Terima kasih orang baik yang sudah menitipkan sebagian rezekinya melalui BAZNAS Kota Bandar Lampung dalam membantu pengentasan kemiskinan, khususnya di program sosial bencana di Kota Bandar Lampung.
BERITA25/04/2025 | Humas BAZNAS
Lewat Bantuan BAZNAS, Omzet ZChicken Fayrus Capai Rp40 Juta per Bulan
Lewat Bantuan BAZNAS, Omzet ZChicken Fayrus Capai Rp40 Juta per Bulan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menunjukkan hasil positif dari program unggulannya melalui kisah sukses Fayrus, penerima manfaat program ZChicken dari Kelurahan Kebon Manggis, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur. Fayrus kini menjadi salah satu mitra dengan omzet tertinggi di DKI Jakarta, dengan rata-rata omzet bulanan antara Rp38.000.000 hingga Rp40.000.000. Usaha Fayrus membuktikan program ZChicken mampu mendorong kemandirian ekonomi para mustahik. Selain bantuan modal, program ini juga memberikan pendampingan usaha yang berkelanjutan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menyampaikan, kesuksesan Fayrus menjadi inspirasi bagi penerima manfaat lainnya bahwa dengan niat kuat dan dukungan yang tepat, mustahik dapat bangkit menjadi pelaku usaha yang mandiri. "Program ZChicken merupakan bentuk implementasi zakat yang berkelanjutan. Ini adalah bukti nyata bahwa pemberdayaan ekonomi melalui zakat dapat mengubah hidup banyak orang, terutama mereka yang berasal dari kalangan mustahik, menjadi mandiri dan berdaya," ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (24/4/2025). Saidah mengungkapkan, saat ini terdapat 486 mitra binaan ZChicken yang masih dalam pendampingan aktif, sementara 1.489 penerima manfaat lainnya telah mencapai kemandirian. Para mitra binaan ini tersebar di 68 kabupaten/kota yang mencakup di 13 provinsi di Indonesia. Setiap mustahik yang terlibat dalam usaha ZChicken dapat meraih pendapatan bulanan rata-rata sebesar Rp3.000.000. "Tim pendamping ZChicken sudah melakukan pendampingan secara intensif berupa pelatihan cara menggoreng ayam, promosi dan pencatatan usaha. BAZNAS akan terus memantau setiap perkembangan usaha mustahik yang dibina melalui monitoring secara terstruktur," ujar Saidah. Saidah menekankan kembali bahwa tujuan dari adanya program ini, dapat memberikan kebermanfaatan dalam skala besar terkait pemenuhan kebutuhan dasar, berupa mencukupi kebutuhan sehari-hari. "Kita tunjukkan bahwa program ini adalah bentuk keberhasilan dari adanya pendampingan pemberdayaan usaha yang dilakukan BAZNAS secara konsisten. Kami selalu memastikan bahwa setiap bahan memiliki kualitas yang sama di seluruh outlet," ujar Saidah. Saidah menambahkan, program ZChicken merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam memberdayakan ekonomi mustahik melalui sektor kuliner. Dengan memberikan bantuan modal dan pendampingan, BAZNAS berharap dapat menciptakan lebih banyak kisah sukses seperti Fayrus di berbagai daerah di Indonesia. "Kami akan terus berkomitmen dan terus menciptakan banyak mustahik yang beralih menjadi muzaki sehingga ada peningkatan yang signifikan di dalam perekonomian umat," ungkapnya. "Alhamdulillah sangat bersyukur dan tidak menyangka sebelumnya, akhirnya bantuan ZChicken dari BAZNAS semakin berkembang. Mudah-mudahan dapat terus konsisten, terima kasih juga kepada BAZNAS atas bimbingannya," ujar Fayrus.
BERITA25/04/2025 | Humas BAZNAS
Tingkatkan Ekonomi Mustahik, BAZNAS RI Luncurkan Program Disabilitas Berdaya
Tingkatkan Ekonomi Mustahik, BAZNAS RI Luncurkan Program Disabilitas Berdaya
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan program “Disabilitas Berdaya BAZNAS” bersama kelompok Anggrek Karya Cacat Berkreasi (KCB) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan pemberdayaan ekonomi mustahik disabilitas. Program “Disabilitas Berdaya BAZNAS” ini diproyeksikan menjadi program pemberdayaan jangka pendek, menengah dan panjang, di mana penyandang disabilitas yang termasuk mustahik akan dibekali pelatihan padat kaarya dan diharapkan dapat masuk dan diterima dalam dunia kerja, baik sebagai pekerja, maupun sebagai pelaku enterpreneurship. Adapun pelaksanaan program BAZNAS bersama kelompok Anggrek ini melibatkan penyandang disabilitas binaan KCB yang tersebar di Jabodetabek sebanyak 30 orang. Peluncuran program tersebut diselenggarakan di Rumah Produksi Anggrek, Kabupaten Tangerang, Selasa (22/04/2025). Turut hadir Kepala Divisi Optimasi dan Pemasaran Produk Mustahik BAZNAS RI Deden Kuswanda yang mewakili Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA., Pembina Yayasan Solidaritas Disabilitas Sutikarno, serta Ketua Kelompok Anggrek KCB Yuli. Kepala Divisi Optimasi dan Pemasaran Produk Mustahik BAZNAS RI, Deden Kuswanda, mengatakan, kerja sama yang dilakukan BAZNAS dengan Anggrek KCB sudah terjalin sejak 2020. Menurutnya, ini merupakan bukti nyata bahwa BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan tetapi juga memberikan pendampingan yang berkelanjutan dengan tujuan agar kelompok disabilitas ini dapat berdaya, mandiri dan dapat meningkatkan ekonomi mereka. “BAZNAS sangat mensuport program-program inklusi seperti ini, pemberdayaan ekonominya dengan targetnya para mustahik disabilitas ini kemudian bisa menjadi muzaki. Ini gaung yang sangat besar, dan agar masyarakat tahu bahwa ini hasil dari zakat yang diberikan ke BAZNAS, jadi masyarakat yang awalnya belum membayar zakat melalui BAZNAS jadi bisa ikut,” ujar Deden. Deden menyebutkan, BAZNAS sangat terbuka dengan kerja sama seperti ini untuk memberikan pelatihan dan pemberdayaan ekonomi kepada masyarakat bersama pihak-pihak lainnya. Sehingga BAZNAS bisa lebih banyak menjangkau kelompok-kelompok disabilitas lainnya di pelbagai daerah. “Kami siap berkolaborasi dengan siapa saja dan kami terbuka berkolaborasi dengan pihak-pihak lainnya. Semoga Allah SWT meridhoi langkah-langkah kita,” kata Deden. Secara terpisah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA, mengatakan tingkat kesejahteraan ekonomi para penyandang disabilitas di Indonesia masih tergolong sangat rendah. Hal tersebut didasari oleh berbagai macam faktor seperti diskriminasi da?am dunia kerja, infrastruktur dan fasilitas yang tidak ramah disabilitas, rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan untuk bisa bersaing di dunia kerja. Oleh karena itu, menurutnya, pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan produktivitas para mustahik disabilitas, termasuk meningkatkan Disability Inclusion (Inklusi Disabilitas) melalui berbagai program pemberdayaan yang berkelanjutan sangat dibutuhkan. “Program ini merupakan wujud nyata BAZNAS dalam memberikan dukungan materil terhadap pelaksanaan program serta pembinaan kepada para penerima manfaat program. Muudah-mudahan program ini memberikan keberkahan bagi kita semua,” kata Saidah. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Kelompok Anggrek KCB, Yuli menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS RI yang telah memberikan suport yang luar biasa dan telah memberikan kepercayaan kepada Anggrek KCB untuk turut serta memberikan pelatihan-pelatihan dan keterampilan-keterampilan kepada para penyandang disabilitas. “Terima kasih BAZNAS yang sudah mensuport pelatihan-pelatihan yang sudah dijalankan Anggrek KCB dari yang tidak punya apa-apa sampai sekarang punya 75 unit mesin, dari Jawa Timur hingga hari ini di Tangerang,” ujar Yuli. Yuli menuturkan, suport BAZNAS kepada teman-teman disabilitas sudah terbukti nyata di Bekasi. Pelatihan yang diberikan pada tahun 2020 kepada orangtua dengan downsyndrom untuk membuat keripik, saat ini status mereka sudah bukan lagi penerima zakat namun menjadi pemberi zakat. Bahkan mereka juga sudah mempekerjakan orang-orang normal. “Dari Anggrek KCB mustahik sekarang Alhamdulillah sudah menjadi muzaki, semoga semua peserta pelatihan dan anggota binaan Anggrek KCB bisa menjadi contoh gerakan dari mustahik menjadi muzaki dalam program BAZNAS Berdaya. Terima kasih BAZNAS yang sudah lima tahun mensuport kami,” ujar Yuli.
BERITA23/04/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Optimis Capai Target Pengumpulan ZIS di Masa Pelambatan Ekonomi
BAZNAS RI Optimis Capai Target Pengumpulan ZIS di Masa Pelambatan Ekonomi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI tetap optimis dapat mengumpulkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tahun 2025 sesuai target di tengah pelambatan ekonomi yang sedang terjadi, sehingga proses penyaluran bantuan kepada penerima manfaat tidak ikut terdampak. Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec, Ph.D saat Pengajian Selasa Pagi bertema Strategi Fundraising di Masa Ekonomi Melambat yang diselenggarakan Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan melalui kanal Youtube BAZNAS TV pada Selasa (22/4/2025). “Kita melihat adanya pelambatan ekonomi yang nyata. Oleh karena itu, kita punya pengalaman ketika Covid-19, boleh dibilang ekonomi stagnan, tapi alhamdulillah kita tetap berhasil meningkatkan mengumpulkan dana zakat, infak, dan sedekah,” ujar Prof Nadra. Prof Nadra menyarankan BAZNAS di daerah untuk memperkuat kerja sama dan kolaborasi dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), sehingga penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah bisa lebih merata dan menjangkau daerah-daerah terpencil. “Secara aturan, dari dana yang terkumpul, mereka menyerahkan kepada BAZNAS RI, lalu dikembalikan 70 persen. Dan kalau bisa, dana 70 persen BAZNAS daerah ini bisa memanfaatkannya dengan bekerja sama, tentu dengan proposal yang baik, masuk akal, dan bermanfaat di daerah. Saya kira hal ini akan tersalurkan dengan baik ke daerah-daerah terpencil dan yang membutuhkan,” ucap Prof Nadra. Menurut Prof Nadra, jika hal tersebut bisa terlaksana, maka akan bisa meminimalisir dampak dari pelambatan ekonomi di daerah. Katanya, selama ini UPZ-UPZ mengambil zakat karyawan yang telah memiliki gaji tetap. Sementara itu, Deputi 1 BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, M. Arifin Purwakananta menambahkan, pelambatan ekonomi akan berdampak pada fundraising setidaknya dalam 6 hal, yaitu penurunan donasi, pemotongan anggaran oleh pemerintah, peningkatan kebutuhan sosial, perubahan prioritas belanja, tantangan pengelolaan dana, serta tekanan pada organisasi filantropi. “Meski demikian, di tengah dampak pelambatan ekonomi tetap ada harapan yaitu krisis akan meningkatkan kedermawanan, terdapat segmen donatur yang tidak terdampak krisis, luasnya saluran donasi digital, inovasi pasar baru, serta donasi tetap,” kata Arifin. Arifin menegaskan, pelambatan ekonomi tidak boleh menjadi alasan BAZNAS maupun lembaga zakat lainnya untuk menurunkan target pengumpulan, sebab hal tersebut akan berdampak pada penerima manfaat maupun orang yang membutuhkan. “Karena ada pelambatan lalu kita menjadi mengecil, ini tidak boleh terjadi, tetapi tetap harus berupaya agar target tercapai, karena apa? Karena angka yang kita himpun ini sudah dihitung penyaluran hingga operasionalnya. Jadi perlu dilakukan check point agar target tetap tercapai meski tengah terjadi pelambatan ekonomi,” katanya.
BERITA23/04/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Kembali Berikan Layanan Kesehatan Mata dan Vaksinasi Influenza Gratis bagi Mustahik
BAZNAS RI Kembali Berikan Layanan Kesehatan Mata dan Vaksinasi Influenza Gratis bagi Mustahik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menyediakan layanan pemeriksaan mata dan vaksinasi influenza gratis bagi para amil dan mustahik, yang digelar di Rumah Sehat BAZNAS (RSB), Jakarta, Selasa (22/4/2025). Kegiatan ini merupakan lanjutan dari program pemeriksaan mata dalam rangka Gerakan Mata Sehat dan pemberian vaksin influenza gratis, yang didukung oleh PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) melalui Sedekah Konsumen Alfamidi periode November–Desember 2024, dan turut bekerja sama dengan Yayasan Amal Mata Indonesia dan Ikatan Refraksionis Optisien Indonesia (IROPIN). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA, mengatakan, program ini menegaskan komitmen BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan umat melalui pendekatan berbasis kesehatan. "Melalui program ini, kami ingin memastikan para amil, relawan, dan mustahik dapat menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk ibadah, dengan kondisi kesehatan yang prima, khususnya penglihatan dan daya tahan tubuh," ujar Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (22/4/2025). Sebanyak 200 penerima manfaat mendapat layanan pemeriksaan mata dan kacamata gratis, sementara 50 orang mendapatkan vaksinasi influenza tanpa biaya. Ia menambahkan, layanan pemeriksaan mata dan vaksinasi influenza sebelumnya telah dilaksanakan menjelang bulan Ramadhan. Namun, masih banyak amil dan relawan yang belum sempat mengikuti karena kesibukan persiapan Ramadhan. Oleh karena itu, kegiatan ini digelar sebagai tahap lanjutan untuk menjawab tingginya antusiasme masyarakat terhadap program serupa. Ke depan, kata Saidah, BAZNAS berencana menggelar tahap ketiga program serupa, dengan fokus pemeriksaan mata dan vaksinasi di wilayah Jakarta. BAZNAS juga tetap membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat. "Kami (BAZNAS) berharap dengan hadirnya layanan kesehatan gratis ini masyarakat bisa tetap sehat dalam menjalankan aktivitas keagamaan dan sosial pasca-Ramadhan," ucapnya. Sementara itu, Plt. Kepala Divisi Kesehatan BAZNAS RI, Siti Masturoh, menjelaskan, program ini merupakan lanjutan tahap pertama yang telah memberikan bantuan 10.500 kaca mata gratis dan 1.309 penerima manfaat vaksinasi. “Khusus untuk tahap kedua ini, kami melayani 200 penerima manfaat untuk pemeriksaan mata yang mengalami masalah refraksi seperti rabun jauh (miopia), rabun dekat (hipermetropia), dan astigmatisme dan sebanyak 50 orang untuk vaksinasi. Ini merupakan batch lanjutan khusus Jakarta,” kata Siti. "Melihat antusiasme yang tinggi, kemungkinan besar akan ada tahap ketiga untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat dalam waktu dekat," ucapnya. Ia berharap, program yang diinisiasi BAZNAS ini bisa benar-benar membantu masyarakat. "Awalnya memang bertujuan agar ibadah mayarakat di bulan Ramadhan bisa berjalan lancar tanpa gangguan penglihatan. Tapi setelah Ramadhan pun, BAZNAS ingin masyarakat tetap terbantu, khususnya dalam aktivitas sehari-hari maupun pekerjaan, dengan kondisi penglihatan yang sehat," ujar Siti. "Begitu juga dengan vaksin, kami berharap para manfaat bisa tetap menjalani aktivitas tanpa terganggu oleh penyakit seperti flu dan kondisi kesehatan mereka bisa lebih terjaga," ucapnya.
BERITA22/04/2025 | Humas BAZNAS
Tingkatkan Pemberdayaan Perempuan, BAZNAS Tandatangani MoU Bersama KemenPPPA RI
Tingkatkan Pemberdayaan Perempuan, BAZNAS Tandatangani MoU Bersama KemenPPPA RI
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KemenPPPA RI) secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman sebagai upaya kolaboratif untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan di Indonesia. Penandatanganan nota kesepahaman tersebut digelar di Kantor Kemen PPPA RI, Jakarta, Senin (21/04/2025), yang dihadiri Ketua BAZNAS, Prof. Dr. H. Noor Achmad, MA, dan Menteri PPPA, Arifah Fauzi. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), serta program-program pemberdayaan yang inklusif dan berkelanjutan. Fokus utama kerja sama ini adalah meningkatkan peran perempuan dalam ekonomi keluarga dan komunitas. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA menyatakan, BAZNAS berkomitmen untuk memperluas dampak sosial dari pengelolaan zakat, terutama dalam mendukung kaum perempuan agar lebih mandiri secara ekonomi. Kiai Noor menyebutkan, pemberdayaan perempuan merupakan salah satu prioritas strategis BAZNAS dalam program pengentasan kemiskinan. "Karena memang sudah menjadi tugas BAZNAS untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya. Kiai Noor berharap, kerja sama antara BAZNAS RI dan Kementerian PPPA ini tidak hanya menghasilkan program-program konkret yang dapat membantu penyelesaikan permasalahan perempuan dan pemenuhan hak anak, namun juga dapat meningkatkan dan membangkitkan kesadaran berzakat, berinfak, dan bersedekah, di lingkungan Kementerian PPPA. "Kalau di semua kementerian dibangkitkan zakatnya, digerakkan zakatnya, insya Allah pasti akan diberikan keselamatan, sehingga semakin banyak yang merasakan dampak dari berzakat," ujarnya. Sementara itu, Menteri PPPA, Arifah Fauzi mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi sangat istimewa karena dilakukan bertepatan dengan tanggal 21 April, yang merupakan peringatan Hari Kartini. "Semoga semangat Kartini bisa menyemangati perempuan-perempuan Indonesia untuk aktif menuju Indonesia Emas 2045 mendatang," ujar Arifah. Arifah menambahkan, penandatangan nota ini bukan hanya mempertegas semangat kebersamaan dan sinergi antar lembaga, melainkan juga mempertegas komitmen kementerian dalam memperkuat perempuan dan pemenuhan hak anak di negara tercinta, yaitu Indonesia. "Kami menyadari bahwa permasalahan perempuan dan anak ini sangat kompleks dan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja, tetapi kami butuh kolaborasi dan sinergi untuk saling mendukung untuk bisa menyelesaikan persoalan tersebut. Semua harus berkolaborasi dan bersinergi," tuturnya. Ia berharap, dengan adanya penandatangan nota kesepahaman ini diharapkan dapat menjadi model sinergi antara kementerian lembaga dalam mencapai target pembangunan berkelanjutan. "Dengan adanya kolaborasi dan sinergi ini kita bisa memperkuat dan bersatu dalam menyelesaikan persoalan perempuan dan pemenuhan hak anak di Indonesia," ucapnya. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan perempuan Indonesia, terutama yang berada dalam kondisi rentan secara ekonomi, dapat memperoleh akses yang lebih luas terhadap peluang peningkatan kesejahteraan dan kemandirian.
BERITA22/04/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Bersama Asosiasi Ulama Palestina Perkuat Kolaborasi di Berbagai Bidang
BAZNAS RI Bersama Asosiasi Ulama Palestina Perkuat Kolaborasi di Berbagai Bidang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melakukan pertemuan dengan Ketua Asosiasi Ulama Palestina Diaspora Dr. Nawwaf Takruri, guna membahas penguatan kolaborasi untuk membantu masyarakat Palestina di berbagai bidang. Kunjungan tersebut tersebut diterima oleh Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (21/04/2025). Turut hadir Sekretaris Utama BAZNAS RI Dr. H. Subhan Cholid, Lc, MA, Ketua Jamiyyah Nahdhatul Ulama Yaman Dr. Abdullah Abdul Majid Az Zindani, Anggota Asosiasi Ulama Palestina Ramadhan Eid Ramadhan, Ketua Bidang Kerjasama Luar Negeri, Asosiasi Ulama Palestina Dr. Ibrahim Muhanna, serta Waka IV BAZNAS Kota Bandung H. Arif Ramdani. Menurut Haji Mo, audiensi tersebut membahas berbagai isu penting, termasuk penguatan solidaritas umat terhadap Palestina, peningkatan kolaborasi dalam bidang pendidikan, sosial, dan kemanusiaan, serta peran strategis zakat dalam merespons isu-isu global. ??“BAZNAS RI menyambut baik berbagai bentuk kerja sama yang diinisiasi dalam pertemuan ini, sebagai wujud kontribusi nyata Indonesia dalam peta dakwah dan kemanusiaan dunia,” ujar Haji Mo. Menurut Haji Mo, Bangsa Indonesia telah berkomitmen untuk selalu mendukung dan membantu rakyat Palestina agar segera merdeka dan keluar dari kesulitan-kesulitan yang disebabkan oleh para zionis Israel. Apalagi sejak intruksi Presiden RI Prabowo Subianto yang memberikan dukungan penuh kepada BAZNAS RI, maka komitmen dalam membantu rakyat Palestina menjadi yang terdepan. “Jadi kami sangat berkomitmen untuk membantu siapa pun warga Palestina, kami juga selalu mengikuti perkembangan yang terjadi di Palestina,” kata Haji Mo. Sementara itu, Ketua Asosiasi Ulama Palestina Dr. Nawwaf Takruri mengatakan sangat mengapresiasi atas dukungan yang terus-menerus diberikan oleh rakyat Indonesia kepada negaranya, termasuk bantuan-bantuan yang diberikan melalui BAZNAS RI. “Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya tidak hanya dalam penerimaan pada hari ini tetapi juga upaya-upaya yang dilakukan Indonesia terhadap warga Palestina,” ujar Dr. Nawwaf. Menurut Dr. Nawwaf, BAZNAS RI telah mengambil peran yang sangat penting dalam membantu rakyat Palestina, baik itu dari zakat, bantuan makanan dan minuman yang diberikan, obat-obatan, termasuk bantuan-bantuan lainnya Bangsa Indonesia menjadi yang terdepan. Karena itu Dr. Nawwaf menegaskan, pentingnya agar bantuan yang diberikan BAZNAS RI tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Dia juga mengajak BAZNAS RI untuk dapat berkunjung langsung ke Gaza dan melihat kondisi rakyat Palestina saat ini di sana. ?“Gaza saat ini mengalami situasi yang luar biasa, tidak ada tempat tinggal, kekurangan makanan dan minuman, rumah-rumah hancur, sekolah, rumah sakit, musolah hancur. Saya berharap, BAZNAS melalui Satgasnya bisa secara langsung datang ke Gaza untuk mendistribusikan bantuannya dan kami dengan senang hati akan memfasilitasi kunjungan tersebut,” kata dia. Terakhir dia berharap, agar bantuan BAZNAS juga dapat menjangkau para dai-dai di Gaza yang terus menyebarkan dakwah dan mengibarkan semangat untuk terus berjuang melawan zionis Israel. Karena peran para dai inilah semangat rakyat Palestina masih terus membara. “Kami berharap BAZNAS bisa ikut terlibat dalam penguatan dai-dai ini untuk membantu kegiatan dakwah mereka dan untuk tetap menjaga dakwah tetap berlangsung di Palestina. Mereka juga berhak sebagai asnaf (penerima zakat),” kata dia.
BERITA22/04/2025 | Humas BAZNAS
Dukung Evakuasi Sementara untuk Sebagian Warga Palestina, BAZNAS RI Siap Fasilitasi Perawatan di Indonesia
Dukung Evakuasi Sementara untuk Sebagian Warga Palestina, BAZNAS RI Siap Fasilitasi Perawatan di Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendukung niat baik Presiden RI Prabowo Subianto untuk melakukan evakuasi sementara bagi sebagian warga Gaza, Palestina yang terluka, yatim piatu, serta yang mengidap penyakit lainnya akibat agresi yang masih terus berlangsung di wilayah tersebut. “BAZNAS mendukung niat baik Presiden Prabowo untuk evakuasi sementara sebagian warga Gaza yang terluka, yatim dan mengidap penyakit lainnya, karena informasi dari Tim BAZNAS memang banyak yang harus ditolong. Kalau tidak ditolong segera, mereka bisa mati karena tidak ada perawatan dan obat-obatan,” ujar Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (17/4/2025). Kiai Noor menyampaikan, BAZNAS tidak melihat bahwa evakuasi tersebut mengikuti kebijakan Presiden Trump. “Kita perlu membedakan antara evakuasi dengan relokasi. Evakuasi bersifat sementara dan harus dikembalikan setelah sembuh.” Ia menegaskan, evakuasi tersebut bersifat sementara, bukan relokasi permanen. “Setelah mereka sembuh dan situasi memungkinkan, mereka akan dikembalikan ke Gaza. Kekhawatiran evakuasi untuk sebagian warga Gaza, yakni sekitar 1.000 sampai dengan 2.000 orang, yang disamakan dengan relokasi tentu harus ditepis karena jumlah warga Gaza itu tidak kurang dari 2,2 juta orang.” “BAZNAS siap melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memfasilitasi perawatan dan pendidikan bagi anak yang terluka, yang sakit dan yatim. Sekarang ini juga cukup banyak yang mendapat perawatan di Mesir dan Yordania,” jelasnya. “Kami menyaksikan langsung bahwa para pengungsi Palestina di Mesir maupun di Yordania juga sangat membutuhkan pertolongan. Banyak yang dirawat di rumah sakit, namun kapasitasnya tidak mencukupi. Karena itu, evakuasi resmi ke Indonesia menjadi langkah strategis,” jelas Kiai Noor. Ia menambahkan, proses evakuasi dan pengembalian ke Gaza harus dilakukan secara resmi melalui jalur diplomatik, demi menjamin perlindungan dan kepastian hukum bagi para pengungsi. Untuk itu, perlu segera dilakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri. “Termasuk rumah sakit di Mesir yang setiap hari menerima pasien baru dari Gaza. Banyak dari mereka masuk secara tidak resmi. Maka dari itu, apabila evakuasi ini dilakukan secara resmi, pengembaliannya ke Gaza juga harus melalui jalur resmi,” kata Kiai Noor. Ia menegaskan, BAZNAS siap mendukung penuh proses evakuasi untuk sebagian warga Gaza, termasuk jika diminta untuk membantu perawatan para pengungsi. “Kami siap berkontribusi, seperti yang telah kami lakukan sebelumnya,” tegasnya. Lebih lanjut, jelas Kiai Noor, BAZNAS telah lama menjalin kerja sama dengan berbagai rumah sakit dan lembaga internasional yang menangani korban konflik Palestina, termasuk King Hussein Cancer Center (KHCC) di Yordania. “Kami juga bekerja sama dengan Egyptian Red Crescent (ERC), Sunaul Hayah, Bayt Zakat, serta UNRWA dan JHCO. Bantuan yang kami berikan juga menjangkau pengungsi yang dirawat di luar Gaza,” kata Kiai Noor. “Selain bantuan ke Gaza, sebagian bantuan BAZNAS yang disalurkan melalui Grand Syeikh juga diberikan kepada korban Palestina yang sedang dirawat di Mesir,” lanjutnya. Pemerintah Indonesia sendiri dikatakan telah menyiapkan fasilitas khusus, mulai dari apartemen hingga perawatan medis, untuk menampung para pengungsi yang akan dievakuasi. “Kalau diminta, BAZNAS siap ikut serta. Kami punya pengalaman dan mitra yang cukup untuk membantu secara logistik maupun kemanusiaan,” ucapnya.
BERITA17/04/2025 | Humas BAZNAS
Enam Negara Afrika Berlatih Zakat dan Sertifikasi Amil ke BAZNAS dan IPB
Enam Negara Afrika Berlatih Zakat dan Sertifikasi Amil ke BAZNAS dan IPB
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi untuk skema manajer pengumpulan, serta skema manajer pendistribusian dan pendayagunaan bagi para amil zakat dari Afrika Tengah dan Barat. Pelatihan ini turut difasilitasi oleh Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) BAZNAS serta Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) BAZNAS, dengan kurikulum yang telah disesuaikan dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Sebanyak enam negara Afrika mengirimkan perwakilannya dalam program ini, yaitu Nigeria, Sierra Leone, Senegal, Togo, Ghana, dan Benin. Para peserta merupakan tokoh dan pimpinan lembaga zakat terkemuka di negara masing-masing. Kegiatan tersebut berlangsung pada 16–26 April 2025 di Bogor, Jawa Barat. Pembukaan kegiatan ini turut hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan Rizaludin Kurniawan M.Si., Wakil Rektor IPB Bidang Riset, Inovasi dan Pengembangan Agromaritim, Prof. Ernan Rustiadi, Dekan Fakultas Ekonomi dan Management IPB University, Dr. Irfan Syauqi Beik, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Ditzawa) Kementerian Agama RI, Waryono, beserta civitas academica IPB University. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan, mengatakan, pelatihan ini merupakan bentuk kontribusi Indonesia dalam meningkatkan kapasitas amil zakat di kancah internasional. "Ini adalah pelatihan sertifikasi berskala internasional. Tidak hanya sebagai ajang transfer pengetahuan, tapi juga transfer keterampilan antarnegara,” ujar Rizaludin, di Bogor, Jawa Barat, Kamis (16/4/2025). Menurutnya, Indonesia telah menjadi rujukan global dalam pengelolaan zakat dalam satu dekade terakhir. Pertumbuhan signifikan pada penghimpunan, penyaluran, hingga pemberdayaan mustahik menjadikan sistem zakat Indonesia patut dicontoh negara lain. “Mereka datang ke Indonesia karena ingin belajar langsung dari pengalaman BAZNAS,” jelasnya. Rizaludin menyampaikan, dalam pelatihan ini peserta akan difokuskan pada dua skema kompetensi inti, yakni manajerial pengumpulan dan penyaluran zakat. “Untuk skema pengumpulan, peserta akan belajar tentang strategi pengumpulan, perencanaan, mengelola, mengevaluasi, pelayani donatur, serta strategi peningkatan penghimpunan. Sementara dalam skema penyaluran, mereka akan mendalami bagaimana zakat bisa digunakan untuk pemenuhan kebutuhan dasar hingga pemberdayaan mustahik agar mandiri,” imbuhnya. Pelatihan ini, lanjut Rizaludin, juga menjadi bagian dari upaya diplomasi zakat internasional. Ia berharap, peserta dapat mengadopsi model keberhasilan pengelolaan zakat di Indonesia dan menerapkannya di negara masing-masing. Sementara itu, Wakil Rektor IPB Bidang Riset, Inovasi dan Pengembangan Agromaritim, Prof. Ernan Rustiadi, menyampaikan apresiasi tinggi atas kolaborasi strategis dengan BAZNAS. “Peranan BAZNAS dalam kegiatan ini sangat luar biasa. Kami sudah banyak bekerja sama dan terus belajar satu sama lain. Di IPB, terutama melalui Departemen Ekonomi Syariah, kami memiliki sumber daya yang ahli dan jaringan internasional yang kuat. Dan alhamdulillah dengan berbagai kapasitas yang kami miliki, kami bisa berkontribusi melakukan pelatihan ini,” ujar Ernan. Lebih lanjut, Ernan menyampaikan harapannya agar pelatihan ini menjadi program rutin yang membawa manfaat berkelanjutan. “Kami berharap pelatihan ini bisa menjadi agenda rutin, tapi bukan sekadar rutinitas, melainkan program yang terus berkembang,” katanya. Pada kesempatan tersebut, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf (Ditzawa) Kementerian Agama RI, Waryono, yang turut hadir, mengatakan, kegiatan ini menjadi ajang transfer pengetahuan sekaligus transfer keterampilan. "Semoga dengan adanya pelatihan ini para peserta dapat memperoleh sertifikasi amil yang menunjukkan kompetensinya seorang seorang amil yang kompeten," ujarnya. Salah satu peserta pelatihan, Chairman AZAWON, Muhammad Lawal Maidoki, menyatakan rasa kagumnya atas sistem pengelolaan zakat di Indonesia. Ia menyebut, BAZNAS sebagai model institusi pengelola zakat yang profesional dan patut dijadikan rujukan internasional. "Kami saat ini berada di Indonesia untuk mengikuti pelatihan dan mempelajari praktik terbaik dalam pengelolaan zakat, baik dari aspek penghimpunan, pendistribusian, maupun manajemen zakat secara menyeluruh," ucap Lawal Maidoki. "Kami sangat terinspirasi oleh BAZNAS, terutama dalam sistem penghimpunan dan pendistribusian zakat yang dijalankan secara profesional dan terstruktur. Karena itu, selama bertahun-tahun kami telah menjalin hubungan yang erat dengan BAZNAS. Kini, kehadiran IPB semakin memperkuat kerja sama ini melalui pelatihan berbagai model penghimpunan dan pendistribusian zakat," lanjutnya. Ia berharap, kehadirannya di sini dapat menyerap banyak ilmu dari pelatihan ini, lalu mengimplementasikannya secara langsung di negara bagiannya masing-masing di Nigeria, maupun di berbagai negara lain di kawasan Afrika Barat.
BERITA17/04/2025 | Humas BAZNAS
Mitratel Serahkan Bantuan Berupa Al-Qur’an Braille, Bentuk Kepedulian Sosial pada Masyarakat
Mitratel Serahkan Bantuan Berupa Al-Qur’an Braille, Bentuk Kepedulian Sosial pada Masyarakat
PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel) kembali menunjukkan komitmennya terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui penyaluran bantuan sebanyak 63 mushaf Al-Qur’an Braille senilai Rp 144,6 juta kepada penyandang difabel sensorik netra bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI). Penyerahan Al-Qur’an Braille dilakukan secara simbolis oleh Direktur Utama Mitratel kepada Direktur BAZNAS RI di Jakarta pada Jumat (11/4/2025). Theodorus Ardi Hartoko mengatakan bahwa kegiatan ini adalah bagian dari program Mitratel Berbagi termasuk partisipasi seluruh karyawan Mitratel. Bantuan mushaf Al Qur’an Braille merupakan bentuk dukungan terhadap kelompok difabel agar dapat memperoleh akses yang setara dalam menjalankan aktivitas keagamaan, khususnya membaca dan memahami kitab suci Al-Qur’an. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan pilar sosial dalam strategi keberlanjutan Mitratel, yang berfokus pada peningkatan akses, pemberdayaan, dan kesetaraan bagi seluruh lapisan masyarakat. “Melalui inisiatif ini, kami ingin memastikan bahwa kemajuan teknologi dan pembangunan harus dapat dinikmati oleh semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas. Inklusivitas adalah bagian penting dari komitmen ESG Mitratel,” ujar Theodorus Ardi Hartoko. Dengan kolaborasi ini, Mitratel berharap dapat menjangkau lebih banyak penerima manfaat dan memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Eka Budi Sulistyo, Direktur Pendayagunaan, layanan, UPZ dan CSR BAZNAS menyampaikan apresiasi kepada Mitratel terhadap dukungan yang diberikan berupa Al-Qur’an Braille kepada para penyandang tunanetra. Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian BAZNAS RI dan Mitratel terhadap penyandang disabilitas sensorik netra, dengan memastikan mereka memiliki kesempatan yang sama untuk membaca dan memahami ajaran agama. “BAZNAS menyambut baik inisiatif ini dan siap mendistribusikan bantuan tersebut kepada para tunanetra di berbagai daerah. Semoga kerja sama ini dapat terus berkembang di masa mendatang,” ujar Eka Budi Sulistyo. Kerja sama Mitratel dan BAZNAS bukan kali ini saja dilakukan. Pada momentum hari raya Idul Adha 1445 H tahun lalu, Mitratel membagikan 100 kambing kurban kepada masyarakat di 36 kecamatan yang berada wilayah terluar Indonesia. Pelaksanaan program tersebut mendapatkan dukungan penuh dari BAZNAS, khususnya dalam pengadaan kambing beserta distribusinya. Adapun kegiatan ini sebagai wujud kepedulian Mitratel kepada semua stakeholders dan diharapkan melalui kegiatan ini semakin memperkuat hubungan antara Mitratel dan Masyarakat, khususnya di wilayah terluar Indonesia, sejalan dengan wilayah operasional Mitratel dan sebaran alat produksi Mitratel, yang berada di seluruh wilayah Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari wilayah perkotaan hingga wilayah terluar.
BERITA15/04/2025 | Humas BAZNAS
Dukung SDG's di Indonesia, BAZNAS RI Perkuat Kolaborasi Bersama UNDP
Dukung SDG's di Indonesia, BAZNAS RI Perkuat Kolaborasi Bersama UNDP
Dukung SDG's di Indonesia, BAZNAS RI Perkuat Kolaborasi Bersama UNDP Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat kolaborasi dengan United Nations Development Programme (UNDP) dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG's) di Indonesia. Hal tersebut mengemuka dalam audiensi kerjasama antara BAZNAS RI dengan UNDP, di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Rabu (9/4/2025). Hadir Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mo Mahdum, Ak, CPA (Haji Mo), Deputy Resident Representative UNDP, Sujala Pantt, Head of Financing for Development Unit, Nila Murti, beserta jajaran. Wakil Ketua BAZNAS RI, H. Mo Mahdum (Haji Mo) menyampaikan, zakat, infak, dan sedekah (ZIS) memiliki potensi besar sebagai instrumen pembiayaan inovatif dalam pembangunan. BAZNAS berupaya agar dana ZIS yang dihimpun dari masyarakat dapat memberikan dampak jangka panjang. "Kolaborasi antara BAZNAS dan UNDP mencerminkan sinergi antara kekuatan lokal dan mitra internasional. ZIS bukan lagi sekadar bantuan sosial jangka pendek, tetapi telah menjadi instrumen pembiayaan yang berdampak jangka panjang," ujar Haji Mo. Ia menambahkan, BAZNAS terbuka terhadap pemanfaatan teknologi dan inovasi dalam menjalankan program-programnya, termasuk kolaborasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mereplikasi program yang telah terbukti berhasil. “Kami yakin, dengan kerjasama lintas sektor, zakat bisa menjadi solusi sistemik yang memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat,” ujarnya. Lebih lanjut, Haji Mo menyampaikan, kesiapan BAZNAS untuk bersinergi dengan kementerian dan lembaga lain untuk replikasi program-program yang telah terbukti berhasil. “Kami ingin zakat menjadi pendorong utama pembangunan yang berkelanjutan. Dengan memperkuat kolaborasi ini, BAZNAS dapat memainkan peran yang lebih signifikan dalam mendukung tujuan pembangunan nasional dan global, terutama dalam mendukung pencapaian SDG's,” ucapnya. Sementara itu, Deputy Resident Representative UNDP Indonesia, Sujala Pantt, menyambut baik kolaborasi ini dan menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi luar biasa dalam memanfaatkan pembiayaan inovatif, termasuk zakat, untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG's). Ia menyoroti keberhasilan Indonesia dalam menerbitkan SDG Bond dan Green Sukuk yang menjadi model global pembiayaan pembangunan. Kolaborasi dengan BAZNAS diharapkan memperkuat pendekatan ini dengan menyasar kelompok masyarakat yang paling rentan. “BAZNAS memiliki posisi strategis dan pengalaman yang kuat dalam menjangkau masyarakat di tingkat akar rumput. UNDP melihat peluang besar dalam memperluas dampak program pembangunan melalui kolaborasi lebih erat antara BAZNAS dan kementerian terkait,” ujarnya. Ia juga memperkenalkan salah satu inisiatif unggulan UNDP, yakni Social Innovation Platform (SIP), sebuah platform digital berbasis kecerdasan buatan (AI) yang digunakan untuk meningkatkan efektivitas perencanaan pembangunan desa. Menurut Sujala, Social Innovation Platform akan sangat efektif jika dikombinasikan dengan jaringan dan keahlian BAZNAS dalam menjaring pemimpin lokal serta menentukan wilayah prioritas program pembangunan berbasis zakat. "Jika semua itu didukung penuh semua pihak, termasuk BAZNAS, kami optimis kerja sama ini akan memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat," ucapnya.
BERITA11/04/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Distribusikan 10.000 Sarung bagi Muslim Terdampak Gempa di Myanmar
BAZNAS RI Distribusikan 10.000 Sarung bagi Muslim Terdampak Gempa di Myanmar
BAZNAS RI Distribusikan 10.000 Sarung bagi Muslim Terdampak Gempa di Myanmar Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendistribusikan 10.000 sarung untuk masyarakat muslim terdampak gempa di Myanmar. Bantuan ini diberikan sebagai upaya memenuhi kebutuhan sandang para penyintas di masa pemulihan pasca bencana. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., mengatakan, pendistribusian bantuan yang dilakukan ini merupakan respons cepat terhadap kondisi para penyintas yang kehilangan tempat tinggal dan mengalami keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar. "Sarung menjadi salah satu kebutuhan sandang mendesak yang dapat digunakan sebagai pakaian sehari-hari sekaligus perlindungan dari cuaca ekstrem," ujar Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (10/4/2025). Saidah menyampaikan, gempa bumi yang melanda Myanmar beberapa waktu lalu menyebabkan ribuan warga Myanmar kehilangan tempat tinggal, bahkan banyak dari mereka terpaksa tinggal di pengungsian dengan fasilitas yang sangat terbatas. Dalam kondisi ini, kebutuhan sandang menjadi salah satu aspek yang harus segera dipenuhi. “BAZNAS berupaya untuk terus meringankan beban saudara-saudara kita di Myanmar yang tengah mengalami musibah. Sarung dipilih karena merupakan kebutuhan harian yang esensial, terutama bagi masyarakat muslim yang turut menjadi penyintas gempa,” ujar Saidah. "Selain multifungsi, sarung juga dipilih karena untuk alat ibadah, sarung juga dapat digunakan sebagai pakaian, bahkan alas tidur. Sarung juga memiliki nilai kultural dan religius yang tinggi bagi umat Muslim," tambahnya. Selain menyalurkan bantuan sarung, kata Saidah, BAZNAS juga memberikan 100 unit genset, 50 unit tenda, 1.000 paket hygiene kit khusus untuk wanita dan anak-anak, 5.000 selimut, 50 unit terpal, serta obat-obatan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat terdampak gempa di Myanmar. Menurutnya, sejumlah bantuan yang disalurkan oleh BAZNAS, termasuk 10.000 sarung ini menjadi simbol kepedulian masyarakat Indonesia kepada masyarakat terdampak gempa di Myanmar. Ia berharap, berbagai bantuan, termasuk bantuan sarung ini bukan sekadar pemenuhan sandang saja, tetapi juga membawa semangat persaudaraan dan memberikan kehangatan di tengah keterbatasan yang dihadapi para penyintas. "Semoga dengan bantuan masyarakat Indonesia yang disalurkan melalui BAZNAS dapat meringankan beban masyarakat terdampak gempa di Myanmar serta memperkuat solidaritas antara Indonesia dan Myanmar dalam menghadapi situasi darurat," ujarnya.
BERITA11/04/2025 | Humas BAZNAS
MEMBASUH LUKA PALESTINA
MEMBASUH LUKA PALESTINA
Memasuki bulan Ramadhan hingga sampai bulan Syawal ini, aksi kekejian dari tentara Israel semakin membabi buta. Bahkan sampai menyerang tempat pengungsian anak-anak dan para medis serta wartawan. hal ini membuat banyak korban yang berjatuhan. ini merupakan aksi yang sangat buruk dan keji dilakukan oleh tentara Israel sejak beberapa tahun terakhir. hal ini tentu tidak bisa dibiarkan, mari tetap kita berikan dukungan terbaik dan doa terbaik untuk saudara kita di Palestina. tidak ada yang sia-sia, aksi dan doa kita merupakan wujud nyata keberpihakan kita terhadap saudara kita di Palestina.semoga Allah S.w.t memberikan perlindungan dan kemenangan bagi saudara kita di Palestina.aamiin....
BERITA08/04/2025 | BAZNAS KOTA BANDAR LAMPUNG
PENERIMAAN MAHASISWA MAGANG MBKM FISIP UNILA DI BAZNAS KOTA BANDAR LAMPUNG
PENERIMAAN MAHASISWA MAGANG MBKM FISIP UNILA DI BAZNAS KOTA BANDAR LAMPUNG
Penerimaan Mahasiswa Magang MBKM FISIP UNILA di BAZNAS Kota Bandar Lampung Bandar Lampung (6 Maret 2025) BAZNAS Kota Bandar Lampung menerima peserta magang MBKM dari FISIP UNILA sebanyak 8 orang yang langsung disambut oleh jajaran Pimpinan. Magang MBKM ini merupakan bentuk kolaborasi BAZNAS Kota Bandar Lampung dengan lembaga pendidikan guna mensyiarkan dakwah Zakat Infak dan Sedekah melalui sektor pendidikan sekaligus bentuk aplikasi nyata dari ilmu/teori yang didapatkan di bangku perkuliahan. Peserta magang MBKM FISIP UNILA ini akan berlangsung selama 1 semester yang juga equivalensi dengan skripsi. BAZNAS KOTA BANDAR LAMPUNG
BERITA07/03/2025 | Nia Daniati
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Bandar Lampung.

Lihat Daftar Rekening →