WhatsApp Icon
Kurangi Resiko Dampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, BAZNAS Kota Bandar Lampung Bagikan Masker

Kota Bandar Lampung ( Senin, 07 September 2026 ), Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang terjadi sejak beberapa hari yang lalu dirasakan oleh masyarakat Kota Bandar Lampung dengan semakin bertambahnya intensitas abu vulkanik yang menyelimuti beberapa wilayah di Provinsi Lampung, termasuk wilayah Kota Bandar Lampung. Merespon peristiwa tersebut, BAZNAS Kota Bandar Lampung membagikan masker kepada masyarakat d sekitar kantor BAZNAS Kota Bandar Lampung, jl basuki rahmat no 26, sumur putri, teluk betung selatan.

Pembagian masker ini dalam upaya mengurangi resiko terdampak abu vulkanik erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih menyelimuti beberapa wilayah di Lampung. Diharapkan pembagian masker ini bisa mengurangi dampak abu vulkanik ditengah aktivitas masyarakat, agar masyarakat terhindar dari penyakit ISPA atau penyakit lainnya yang bisa membahayakan kondisi pernapasan.

Selain itu, pembagian masker ini juga upaya BAZNAS Kota Bandar Lampung menginterpensi kelangkaan masker yang sudah terjadi beberapa hari yang lalu di Kota Bandar Lampung, dimana terjadi kelangkaan stok masker di pusat-pusat swalayan, apotek dan toko-toko masker.

semoga aksi kecil ini memberikan dampak besar bagi masyarakat dan semoga kondisi sebaran abu vulkanik semakin berkurang serta semua bisa pulih seperti semula..aamiin

BAZNAS KOTA BANDAR LAMPUNG

07/09/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Bandar Lampung
Penyaluran Donasi Sedekah Makanan Bersama Mahasiswa UIN Raden Intan Lampung

Bandar Lampung (Kamis, 27 Agustus 2026), BAZNAS Kota Bandar Lampung kembali menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan melalui program Kupon Sedekah Makanan. Kali ini, bantuan disalurkan kepada Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Ar Rauf Kota Bandar Lampung.

Dalam penyaluran tersebut, BAZNAS Kota Bandar Lampung memberikan sejumlah bantuan berupa nasi kotak, beras, serta pakaian anak-anak yang layak pakai. Bantuan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat dan memenuhi sebagian kebutuhan anak-anak yang berada di LKSA Ar Rauf.

Program Kupon Sedekah Makanan merupakan salah satu bentuk kepedulian BAZNAS Kota Bandar Lampung dalam menghimpun dan menyalurkan sedekah dari masyarakat agar dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

Penyaluran bantuan ini juga menjadi bagian dari upaya BAZNAS Kota Bandar Lampung untuk terus memperluas manfaat zakat, infak dan sedekah melalui berbagai program sosial kemanusiaan.

Melalui kegiatan ini, BAZNAS Kota Bandar Lampung terus berupaya menghadirkan manfaat bagi masyarakat sekaligus mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian dan semangat berbagi. Partisipasi masyarakat melalui donasi menjadi bagian penting dalam mendukung berbagai program sosial yang dilaksanakan BAZNAS.

BAZNAS Kota Bandar Lampung mengucapkan terima kasih kepada para muzaki dan donatur yang telah menitipkan sedekahnya melalui BAZNAS Kota Bandar Lampung. Setiap sedekah yang dititipkan menjadi bagian dari kebaikan yang dapat dirasakan oleh saudara-saudara kita yang membutuhkan.

Mari terus berbagi dan menebarkan kebaikan bersama BAZNAS Kota Bandar Lampung. Dengan zakat, infak dan sedekah yang ditunaikan, semakin banyak masyarakat yang dapat merasakan manfaatnya.

Salurkan Infak sedekah terbaiknya melalui BAZNAS Kota Bandar Lampung :

Bank BSI 372.777.0075

Bank Mandiri 114.00.1242.3144

Bank Lampung 380.03.04.99000.6

Bank BCA Syariah 066.300.6666

Bank Waway 001.10.005.22

An. BAZNAS Kota Bandar Lampung

Atau bisa melalui Kantor BAZNAS Kota Bandar Lampung jl. Basuki Rahmat No.26, Sumur Putri, Teluk Betung Selatan, Kota Bandar lampung.

Bisa menghubungi nomor layanan 08117911126

BAZNAS KOTA BANDAR LAMPUNG

28/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Bandar Lampung
UKMF LAW DEBATE COMMUNITY UIN RADEN INTAN LAMPUNG SALURKAN DONASI PEDULI KORBAN GEMPA NTT

Bandar Lampung (Rabu, 26 Agustus 2026), Pasca Gempa  yang terjadi dibeberapa wilayah sekitar Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada beberapa pekan yang lalu, BAZNAS Kota Bandar Lampung  langsung bergerak dengan membuka penerimaan donasi khusus untuk membantu korban terdampak gempa di NTT. Pembukaan donasi ini dilakukan oleh BAZNAS Kota Bandar Lampung melalui layanan online dan offline, hal ini sesuai arahan Ketua BAZNAS Kota Bandar Lampung, Ust. H. Ismail Saleh, S.Hi, M.H. 

Respon dari masyarakat sangat tinggi untuk membantu korban terdampak gempa NTT, salah satunya adalah dari UKM Law Debate Community UIN Raden Intan Lampung yang secara langsung menyerahkan donasinya ke kantor BAZNAS Kota Bandar Lampung, jl. Basuki Rahmat, no.26 Sumur Putri, teluk betung selatan, Kota Bandar Lampung.

Penyaluran donasi melalui BAZNAS Kota Bandar Lampung dari UKM Law Debate Community UIN Raden Intan Lampung ini diserahkan secara langsung oleh perwakilan UKM dan diterima secara langsung oleh Kepala Sekretariat BAZNAS Kota Bandar Lampung, Doni Peryanto,S.Pi.

“BAZNAS Kota Bandar Lampung mengucapkan terima kasih atas titipan donasi dari teman-teman UKM Law Debate Community UIN Raden Intan Lampung atas donasi yang kami terima hari ini. in sya allah akan kami salurkan donasi ini kepada korban terdampak gempa NTT melalui BAZNAS Tanggap Bencana. Kita do'akan semoga saudara-saudara korban gempa di NTT diberikan ketabahan dan segera pulih kondisi pasca gempa” ucap Kepala Sekretariat mewakili Ketua  BAZNAS Kota Bandar Lampung Ust. H. Ismail Saleh, S.H.i, M.H.

Donasi yang nantinya dihimpun oleh BAZNAS Kota Bandar Lampung ini akan disalurkan kepada korban terdampak bencana gempa di NTT yang disalurkan melalui BAZNAS Tanggap Bencana untuk disalurkan langsung ke lokasi terdampak. Hingga saat ini bantuan yang sangat urgent dibutuhkan dilokasi terdampak bencana adalah obat-obatan, makanan, selimut hingga perlengkapan bayi/balita.

Terima kasih kepada para muzaki/donatur yang sudah menitipkan donasinya melalui BAZNAS Kota Bandar Lampung untuk membantu korban terdampak bencana gempa di NTT.

Mari kita bantu saudara kita yang terdampak bencana gempa NTT dengan memberikan donasi terbaik melalui BAZNAS Kota Bandar Lampung. Berikan dukungan terbaik Anda melalui: 

BSI 372.777.0075

BCA Syariah 066.300.6666

a.n. BAZNAS Kota Bandar Lampung

 

Atau melalui :

Kantor BAZNAS Kota Bandar Lampung

Jl.Basuki Rahmat, no.26 Sumur Putri, Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung

 

Informasi :

08117911126


BAZNAS KOTA BANDAR LAMPUNG

 

 

#PrayForNTT #GempaNTT #BAZNAS #SedekahBencana #NTT

26/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Bandar Lampung
BAZNAS KOTA BANDAR LAMPUNG SOSIALISASI ZAKAT DI CAR FREE DAY TUGU ADIPURA

 

BANDAR LAMPUNG – Badan Amil Zakat Nasional Kota Bandar Lampung menggelar kegiatan sosialisasi dan membuka stand layanan di area Car Free Day Tugu Adipura, Minggu, 24 Agustus 2026.

 

Kegiatan ini merupakan salah satu upaya BAZNAS untuk mendekatkan diri kepada masyarakat dan meningkatkan kesadaran menunaikan zakat, infaq, dan shodaqoh. Di tengah ramainya aktivitas warga yang berolahraga, tim BAZNAS menyapa langsung para pengunjung dengan membagikan brosur, leaflet, dan memberikan edukasi singkat.

 

CFD ADIPURA (Car Free Day) merupakan momentum strategis untuk bersilaturahmi dan menyampaikan program-program BAZNAS. "Kami ingin masyarakat tahu bahwa zakat yang ditunaikan melalui BAZNAS akan disalurkan secara amanah, transparan, dan tepat sasaran untuk 8 asnaf," 

 

Stand BAZNAS juga membuka layanan konsultasi zakat profesi dan penerimaan donasi. Beberapa Masyarakat terlihat antusias, bertanya, dan sebagian langsung menunaikan zakat di tempat. 

 

Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas jangkauan dakwah zakat dan menumbuhkan budaya berbagi di Kota Bandar Lampung.

24/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Bandar Lampung
PEDULI KORBAN GEMPA NTT, BAZNAS KOTA BANDAR LAMPUNG GALANG DONASI BERSAMA MAHASISWA KKN UIN LAMPUNG

Bencana gempa bumi dengan goncangan hingga mencapai Magnitudo 7,7 melanda wilayah Nusa Tenggara Timur dan sekitarnya yang terjadi pada beberapa hari yang lalu masih meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Data dari BPNB per tgl 19 Agustus 2026 yang lalu menyebutkan 71 orang korban meninggal dunia dan lebih dari 1.182 orang mengalami luka-luka. Hingga saat ini pemerintah masih terus menyalurkan bantuan kepada korban terdampak bencana yang juga berkolaborasi dengan beberapa lembaga filanthropi, salah satunya adalah BAZNAS RI. BAZNAS RI pasca gempa terjadi, langsung menurunkan tim Baznas Tanggap Bencana ke lokasi bencana dengan berkoordinasi dengan stake holder lainnya antara BNPB dan Basarnas. Melalui koordinasi tersebut, BAZNAS RI juga memberikan intruksi khusus untuk seluruh BAZNAS daerah di Indonesia untuk melakukan aksi solidaritas dan kepedulian untuk membantu korban bencana gempa di NTT, antara lain adalah menggalang donasi di wilayah masing-masing BAZNAS daerah.


Pada hari ini di momentum jum'at berkah ini, BAZNAS Kota Bandar Lampung melakuka aksi solidaritas bantu korban terdampak bencana gempa NTT bersama Mahasiswa UIN raden intan lampung yang sedang melakukan KKN/PKL di Kantor BAZNAS Kota Bandar Lampung. Aksi solidaritas dengan melakukan penggalangan donasi ini berlangsung di beberapa titik di Kota Bandar Lampung. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat membangun kesadaran dan empati atas saudara-saudara kita yang terdampak gempa di NTT dengan mengajak masyarakat untuk memberikan donasi melalui BAZNAS Kota Bandar Lampung. 

Donasi yang nantinya dihimpun oleh BAZNAS Kota Bandar Lampung ini akan disalurkan kepada korban terdampak bencana gempa di NTT yang disalurkan melalui BAZNAS Tanggap Bencana untuk disalurkan langsung ke lokasi terdampak. Hingga saat ini bantuan yang sangat urgent dibutuhkan dilokasi terdampak bencana adalah obat-obatan, makanan, selimut hingga perlengkapan bayi/balita.

 

Mari kita bantu saudara kita yang terdampak bencana gempa NTT dengan memberikan donasi terbaik melalui BAZNAS Kota Bandar Lampung. Berikan dukungan terbaik Anda melalui: 

BSI 372.777.0075

BCA Syariah 066.300.6666

a.n. BAZNAS Kota Bandar Lampung

 

Atau melalui :

Kantor BAZNAS Kota Bandar Lampung

Jl.Basuki Rahmat, no.26 Sumur Putri, Teluk Betung Selatan, Kota Bandar Lampung

 

Informasi :

08117911126


BAZNAS KOTA BANDAR LAMPUNG

 

#PrayForNTT #GempaNTT #BAZNAS #SedekahBencana #NTT

21/08/2026 | Kontributor: Humas BAZNAS Kota Bandar Lampung

Berita Terbaru

Bantu Sesama, BAZNAS Bersama EveryThey Coffee and Plant Luncurkan Program Ngopi Sambil Sedekah
Bantu Sesama, BAZNAS Bersama EveryThey Coffee and Plant Luncurkan Program Ngopi Sambil Sedekah
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bekerja sama dengan EveryThey Coffee and Plant meluncurkan Program Ngopi Sambil Sedekah, selama periode April hingga Desember 2025. Program ini mengajak masyarakat untuk bersedekah membantu sesama yang membutuhkan melalui pembelian produk tertentu. Melalui program ini, setiap pembelian minuman dan makanan tertentu di EveryThey Coffee and Plant, seperti Kopi Susu Kita, Mix Platter New Version, Nasi Goreng Nusantara, dan Rice Bowl Chicken Chili Padi, masyarakat secara otomatis turut bersedekah dengan nominal mulai dari Rp2.000 hingga Rp5.000. Peluncuran program ini digelar di Kedai EveryThey Coffee and Plant, Ciomas, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (6/5/2025), dan dihadiri oleh Kepala Divisi Pengumpulan Retail BAZNAS RI Arief Budiman, serta salah satu pemilik EveryThey Coffee and Plant Henny Zidny Robby Rodhiya. Kepala Divisi Pengumpulan Retail BAZNAS RI, Arief Budiman, menyampaikan, kolaborasi ini merupakan bentuk strategi kreatif dalam menghimpun donasi dengan cara yang lebih inovatif. “Program ini unik karena menjadi bentuk donasi produk dengan nominal terbesar yang pernah diterima BAZNAS. Jika biasanya donasi produk hanya sekitar Rp500 atau berupa sedekah kembalian, dalam program ini nilainya mencapai Rp2.000 hingga Rp5.000 per produk,” ujar Arief. Menurutnya, nominal sedekah tersebut, akan berdampaknya signifikan bila volume transaksi meningkat. Ia berharap kolaborasi ini membawa keberkahan bagi kedua belah pihak serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dalam kesempatan terpisah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, Rizaludin Kurniawan M.Si., mengapresiasi kerja sama ini dan berharap kolaborasi bersama EveryThey Coffee and Plant terus berkembang dan berkelanjutan. "Program Ngopi Sambil Sedekah adalah contoh kolaborasi yang kreatif dan berdampak, di mana gaya hidup dan kebaikan sosial bisa berjalan berdampingan. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat di berbagai daerah," ucap Rizaludin. "BAZNAS berkomitmen untuk menyalurkan setiap donasi secara amanah, transparan, dan tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat yang membutuhkan," tegasnya. Sementara itu, salah satu Pemilik EveryThey Coffee and Plant, Henny Zidny Robby Rodhiya, mengatakan, program ini sejalan dengan visi EveryThey Coffee and Plant yang ingin memberikan dampak sosial melalui kegiatan bisnis. Henny menjelaskan, program ini diterapkan pada menu-menu favorit pelanggan seperti kopi susu, yang merupakan salah satu produk terlaris. “Jadi, setiap pembelian produk Kopi Susu Kita dan Mix Platter New Version sudah termasuk sedekah sebesar Rp2.000, sedangkan untuk menu Nasi Goreng Nusantara dan Rice Bowl Chicken Chili Padi, sedekah yang disalurkan sebesar Rp5.000,” jelas Henny. Henny menegaskan, komitmen pihaknya untuk menjaga kerja sama ini secara berkelanjutan dan transparan. Ia juga berharap, program ini dapat mengumpulkan donasi dalam jumlah besar yang akan disalurkan melalui BAZNAS untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. "Kami berharap EveryThey Coffee and Plant bisa mengumpulkan sebanyak mungkin sedekah dari setiap pembelian produk. Kami juga ingin masyarakat sekitar merasakan keberkahan yang hadir dari perjalanan EveryThey Coffee and Plant," ujarnya.
BERITA07/05/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Ajak Seluruh LAZ di Indonesia Perkuat Kolaborasi Atasi Kemiskinan
BAZNAS RI Ajak Seluruh LAZ di Indonesia Perkuat Kolaborasi Atasi Kemiskinan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mengajak seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) di Indonesia untuk memperkuat kolaborasi dalam pengentasan kemiskinan, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan ajakan tersebut dalam pembukaan BAZNAS Development Forum bertajuk Upaya Pengentasan Kemiskinan di Tengah Gejolak Ekonomi Global, yang digelar di Jakarta, Selasa (6/5/2025). Kiai Noor menekankan pentingnya sinergi antara BAZNAS dan seluruh LAZ dalam memperjelas peran masing-masing, terutama dalam memperkuat identifikasi terhadap kelompok penerima zakat (mustahik) dan pemberi zakat (muzaki). “Banyak pengangguran dan PHK, itulah yang terjadi di Indonesia dan kita tidak bisa menghindari itu. Maka yang perlu kita lakukan adalah kita harus benar-benar bisa membagi peran antara BAZNAS dengan seluruh LAZ, khususnya dalam mencermati dan melihat di mana muzaki dan mustahik,” ujar Kiai Noor. Noor juga mendorong adanya peninjauan ulang terhadap kriteria mustahik dan muzaki berdasarkan pendekatan fikih kontemporer. Katanya, pendekatan ini penting agar distribusi zakat lebih tepat sasaran dan kontekstual dengan kondisi masyarakat saat ini. “Jangan sampai gerakan zakat ini nanti kemudian dianggap membosankan dan dianggap ada satu perang untuk mendekati muzaki maupun mendekati mustahik, khususnya muzaki,” ucap Kiai Noor. Kiai Noor juga mengungkapkan harapannya agar seluruh LAZ di Indonesia bersinergi dalam berbagi peran dengan pemerintah menyukseskan program Asta Cita, terutama di bidang penurunan kemiskinan ekstrem. "Bagaimana kita semuanya memahami bahwa gerakan zakat adalah gerakan yang tidak hanya pendekatan-pendekatan kemanusiaan, tetapi pendekatan-pendekatan ketuhanan. Ini yang sering kami sampaikan bahwa gerakan zakat bukanlah antroposentrisme, tetapi antroposentrisme transendental,” kata Kiai Noor. Pada kesempatan yang sama, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menyoroti dampak ekonomi global yang kian terasa, mulai dari pelemahan sektor ekspor-impor hingga gelombang PHK di sejumlah sektor industri. “Kalau sektor ekspor-impor ini bergejolak, maka implikasinya adalah PHK. Kalau PHK masif, maka ini yang harus dikerjakan kita teman-teman di BAZNAS maupun LAZ,” ucap Saidah. Ia menegaskan perlunya respons cepat dan tepat dari para pengelola dana ZIS. Kebijakan pengelolaan dana ZIS harus adaptif, tidak hanya untuk mitigasi dampak jangka pendek, tetapi juga membangun ketahanan ekonomi mustahik dalam jangka panjang. “Respons kebijakan pengelolaan dana zakat yang cepat dan tepat, saya kira diperlukan untuk memitigasi dampak jangka pendek, sekaligus juga untuk membangun ketahanan ekonomi mustahik dalam jangka panjang,” katanya.
BERITA07/05/2025 | Humas BAZNAS
Panen Raya Padi di Kabupaten Purbalingga, BAZNAS RI Dorong Kemandirian Ekonomi Petani Lokal
Panen Raya Padi di Kabupaten Purbalingga, BAZNAS RI Dorong Kemandirian Ekonomi Petani Lokal
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melakukan panen raya padi bersama para petani binaan Program Lumbung Pangan BAZNAS di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Panen raya dilakukan di lahan pertanian seluas 150 hektare di Desa Cilapar, Kecamatan Kaligondang, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (5/5/2025). Hadir Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Hukum Kolonel Caj (Purn.) Drs. Nur Chamdani, Deputi 2 BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan RI Dr. Akhmad Musyafak, S.P., M.P., Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani, S.E., M.M., serta Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Tengah KH. Dr. Ahmad Daroji. Pimpinan BAZNAS Bidang SDM, Keuangan, dan Hukum, Kolonel Caj (Purn.) Drs. Nur Chamdani menyampaikan, panen raya tersebut merupakan bukti nyata dan komitmen BAZNAS dalam menjalankan amanah dan tanggung jawab sebagai lembaga pemerintahan nonstruktural (LPNS) yang peduli terhadap kesejahteraan umat, pengentasan kemiskinan, dan penanganan stunting. "Melalui Program Lumbung Pangan BAZNAS, mari kita bersama-sama berkomitmen untuk terus berbuat kebaikan dan membantu sesama, sehingga sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan lembaga amil zakat semakin kuat dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan bersama," katanya. Nur Chamdani menjelaskan, Lumbung Pangan Purbalingga merupakan Lumbung Pangan Padi ke-8 dari 9 titik Program Lumbung Pangan yang dikembangkan BAZNAS RI dalam kurun waktu 2020–2025. "Lumbung Pangan ini diharapkan menjadi bagian dalam pengembangan usaha ekonomi bagi para petani," ujarnya. Dalam kesempatan ini, dilakukan penyerahan secara simbolis satu unit hand tractor dari total bantuan sebanyak 10 unit yang diberikan oleh Kementerian Pertanian RI. Penyerahan dilakukan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan RI, Dr. Akhmad Musyafak, S.P., M.P. Nur Chamdani juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kementerian Pertanian RI atas bantuan traktor yang diberikan untuk mendukung para petani di wilayah setempat. Bantuan ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan meringankan beban petani dalam mengolah lahan. "Semoga Program Lumbung Pangan Berkah ini dapat terus berjalan dan memberikan manfaat yang besar bagi seluruh masyarakat Purbalingga. Semoga kita senantiasa diberikan kekuatan untuk terus berbuat kebaikan dan berbagi rezeki dengan mereka yang membutuhkan," katanya. Hal ini pun disambut baik Menteri Pertanian yang diwakili oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan RI, Dr. Akhmad Musyafak, S.P., M.P. Pihaknya menyampaikan, Program Lumbung Pangan BAZNAS merupakan langkah konkret yang dilaksanakan oleh BAZNAS RI dalam mendukung program swasembada pangan yang digalakkan oleh Presiden Prabowo. Sejalan dengan hal itu, Wakil Bupati Kabupaten Purbalingga Dimas Prasetyahani, S.E., M.M. menyampaikan, "Melalui kegiatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS baik itu dari pusat, provinsi, dan kabupaten, Kementerian Pertanian RI serta unsur-unsur lainnya yang telah membantu kegiatan ini." "Program ini sangat membantu meningkatkan produktivitas petani di Kabupaten Purbalingga. Mudah-mudahan ke depannya kegiatan ini bisa kita perbanyak, kita replikasi di tempat lain, sehingga ini betul-betul menjadi program unggulan," ujarnya. Sementara itu, Deputi 2 BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Dr. H. M. Imdadun Rahmat, M.Si., mengatakan, Program Lumbung Pangan BAZNAS merupakan program pemberdayaan ekonomi bagi mustahik pedesaan di bidang pertanian melalui pendekatan agribisnis berkelanjutan. "Dalam program ini mustahik didorong untuk membentuk kelompok usaha yang mampu mengelola produktivitas, kualitas, dan kontinuitas pasokan produk pertanian. Alhamdulillah, untuk di Purbalingga, Jawa Tengah ini saat ini jumlah petani sebanyak 250 orang dengan total luasan lahan 150 hektare," kata Imdad. "Selain bantuan dana, tentunya pendampingan intensif juga dilaksanakan untuk menambah kemampuan petani. Setelah mendapat pelatihan dan pendampingan, diharapkan ke depan Kelompok Petani Citra Cilapar dapat memproduksi pupuk organik dan pestisida nabati secara mandiri," jelasnya. Program Lumbung Pangan Berkah BAZNAS Purbalingga ini bekerja sama dengan BAZNAS Purbalingga dan Pemerintah Kabupaten Purbalingga. Sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan dan kesejahteraan petani, Perum BULOG bersama BAZNAS Kabupaten Purbalingga melakukan pembelian secara simbolis hasil panen padi petani setempat.
BERITA06/05/2025 | Humas BAZNAS
Tingkatkan Pemberdayaan Masyarakat, BAZNAS RI Kerja Sama dengan Kemenko PMK
Tingkatkan Pemberdayaan Masyarakat, BAZNAS RI Kerja Sama dengan Kemenko PMK
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) untuk mendukung program pengentasan kemiskinan dan penghapusan kemiskinan ekstrem, khususnya melalui program pemberdayaan masyarakat. Penandatanganan dilakukan oleh Deputi II Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK, Prof. Dr. Nunung Nuriyanto, M.Si, dan Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. Saidah Sakwan, M.A., serta disaksikan oleh Menteri Koordinator Bidang PMK, Dr. (H.C.) A. Muhaimin Iskandar, M.Si., Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., dan Wali Kota Bogor, Drs. H. Dedie A. Rachim, M.Si. Dalam sambutannya, Menko PMK Imin menyatakan, kemiskinan merupakan persoalan multidimensi yang harus diselesaikan secara gotong royong dengan melibatkan semua pihak. “Kita bersama-sama memulai sebuah kolaborasi dan sinergi antara lembaga pemerintah, filantropi, dan sektor lainnya untuk mendukung program-program pemberdayaan masyarakat. Hal ini menjadi simbol bagaimana kolaborasi dari berbagai sektor mampu membangun komunitas yang mandiri dan berkelanjutan,” ujar Menko Imin, di Sukasari, Bogor, Senin (5/5/25). Lebih lanjut, ia menegaskan pentingnya membangun ekosistem yang mampu mengoptimalkan seluruh potensi masyarakat dalam menghadapi tantangan kemiskinan. “Program ini bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025, yang menekankan kerjasama multipihak untuk menghapuskan kemiskinan ekstrem di Indonesia,” tambahnya. Sementara itu, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, M.A., menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah strategis dalam optimalisasi pengelolaan zakat untuk menjawab isu-isu sosial kemasyarakatan yang mendesak. “MoU dengan Kemenko PMK ini mencakup dukungan pelaksanaan di bidang pemberdayaan masyarakat, pelaksanaan program pengelolaan zakat yang efektif, serta bentuk kerja sama lainnya yang disepakati bersama,” ucapnya. Pihaknya percaya, zakat dapat menjadi instrumen kuat dalam memperkuat program pengentasan kemiskinan secara kolaboratif. “Mudah-mudahan dengan kolaborasi bersama ini kita bisabersatu dalam menyelesaikan pengentasan kemiskinan serta memperkuat pemberdayaan masyarakat agar para mustahik bisa lebih sejahtera,” ucapnya. Penandatanganan MoU ini dilaksanakan dalam rangkaian Soft Launching Sentra Cipta Mandiri (SCM). Turut hadir dalam acara ini berbagai pemangku kepentingan, termasuk Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman, Rektor IPB, Ketua Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, serta mitra strategis seperti Kementerian Sosial, BPJS Ketenagakerjaan, RS Marzoeki Mahdi, Bank Mandiri, BSI Maslahat, dan Bank BJB Bogor.
BERITA06/05/2025 | Humas BAZNAS
Sejahterakan Mustahik, BAZNAS RI Resmikan ZCorner di Kabupaten Agam
Sejahterakan Mustahik, BAZNAS RI Resmikan ZCorner di Kabupaten Agam
*SIARAN PERS* _Nomor: 239/HUM-BAZ/V/2025_ Sabtu, 3 Mei 2025 *Sejahterakan Mustahik, BAZNAS RI Resmikan ZCorner di Kabupaten Agam* Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) meresmikan ZCorner di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, sebagai upaya memperkuat pemberdayaan ekonomi mustahik melalui pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang tersertifikasi halal di Jalan Raya Lasi-Canduang, Jorong Lasi Mudo, Nagari Lasi, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Sabtu (3/5/2025). Hadir dalam peluncuran tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA.; Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Drs. H. Edi Busti, M.Si; Ketua BAZNAS Provinsi Sumatera Barat, Dr. H. Buchari M., M.Ag; Ketua BAZNAS Kabupaten Agam, Ir. H. Isman Imran, M.Si; Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kabupaten Agam, Dr. H. Thomas Febria, S.Ag, MA; serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Agam seperti Dandim dan Kapolres. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA., menjelaskan program ZCorner merupakan fasilitas pemasaran kolektif bagi produk-produk UMKM binaan BAZNAS. Dalam satu wilayah strategis, minimal terdapat 10 UMKM yang bersama-sama memasarkan produknya, yang seluruhnya telah melalui proses sertifikasi halal. “Program ini hadir untuk memberikan ruang usaha yang nyata bagi para mustahik. Mereka tidak hanya dibina, tetapi juga diberi panggung agar produk-produknya dikenal lebih luas,” ujar Saidah. “ZCorner Agam dirancang sebagai model integrasi pemberdayaan UMKM binaan, termasuk unit usaha seperti ZCoffee dan ZMart. Para pelaku UMKM dari golongan fakir dan miskin juga akan memperoleh pendampingan dari BAZNAS untuk meningkatkan kapasitas usahanya,” imbuhnya. Saidah menambahkan, pengembangan ZCorner Agam berangkat dari kesanggupan kolaborasi BAZNAS Sumatera Barat yang diperkuat dengan penandatanganan pakta integritas dan kesanggupan bersama untuk mengembangkan program ZCorner berbasis pemberdayaan mustahik. Secara nasional, ZCorner telah hadir di delapan titik wilayah yakni Jakarta, Tangerang, Purwakarta, Banyumas, Kuningan, Semarang, Bengkulu, dan Bali. Ke depan, pengembangan fasilitas ini diharapkan menjadi contoh keberpihakan BAZNAS terhadap sektor ekonomi kecil, khususnya UMKM milik mustahik. “Tujuan besarnya adalah menciptakan kemandirian ekonomi, menambah pendapatan mustahik, sekaligus membuka lapangan kerja baru untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran,” kata Saidah. Sementara itu, Ketua BAZNAS Agam, Isman Imran mengatakan, program ZCorner tersebut merupakan bentuk inovasi BAZNAS dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat atau membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat setempat. “Program ZCorner merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat penerima zakat. Z Corner akan menjadi pusat kegiatan ekonomi mustahik di Agam Timur, melalui pemberdayaan usaha kecil dan menengah (UKM) berbasis masjid,” katanya.
BERITA03/05/2025 | Humas BAZNAS
Telah Dibuka, Beasiswa BAZNAS Albukhary International University Batch 4 2025
Telah Dibuka, Beasiswa BAZNAS Albukhary International University Batch 4 2025
Beasiswa Cendekia BAZNAS Albukhary International University (BCB AIU) adalah program beasiswa bagi para pelajar lulusan SMA sederajat untuk melanjutkan studi S1 yang bertujuan untuk memberikan akses pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing bagi masyarakat kurang mampu/prasejahtera. Beasiswa ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam mencapai Indonesia Emas 2045. Program BCB AIU diberikan secara penuh (full scholarship) selama periode studi maksimal 4 tahun. Adapun kuota beasiswa pada tahun 2025 sebanyak 20 orang. Faslitas beasiswa: 1. Akomodasi keberangkatan 2. Paspor 3. Visa EMGS (Education Malaysia Global Services) 4. Biaya jaminan (Personal bond) 5. Pembinaan 6. Dukungan konferensi dan kompetisi 7. Rompi 8. Biaya pendidikan (Tuition fee) 9. Tunjangan bulanan (Meal allowance) RM450 10. Asrama (Dormitory) Langkah 1: Pendaftar mengunduh petunjuk teknis pendaftaran dan format dokumen persyaratan yang tertera pada link di bawah ini: https://bit.ly/Pedoman-BCBAIU2025 Langkah 2: Pendaftar mengisi formulir dan mengupload seluruh dokumen pesyaratan sesuai panduan melalui link di bawah ini: https://bit.ly/Pendaftaran-BCBAIU2025 Timeline: Pendaftaran di buka 1-20 Mei 2025 Yuk daftarkan diri kalian sekarang juga dan manfaatkan kesempatan ini. #BAZNASINDONESIA #BeasiswaCendekiaBAZNASAIU #LembagaUtamaMenyejahterakanUmat
BERITA03/05/2025 | Humas BAZNAS
Jangkau Lebih Banyak Muzaki, BAZNAS Perkuat Layanan Digital lewat WhatsApp
Jangkau Lebih Banyak Muzaki, BAZNAS Perkuat Layanan Digital lewat WhatsApp
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI terus memperkuat layanan digital dengan mengoptimalkan pemanfaatan teknologi, seperti WhatsApp (WA) sebagai sarana pelayanan publik untuk mempermudah masyarakat berzakat, infak, dan sedekah (ZIS), sekaligus meningkatkan penghimpunan dan jangkauan layanan BAZNAS. Saat ini, sebesar 60 persen dari total fundraising BAZNAS berasal dari kanal digital. Angka ini menunjukkan peran penting teknologi dalam mendukung kinerja penghimpunan ZIS. Hal tersebut mengemuka dalam Pengajian BAZNAS Selasa Pagi bertema “Peran WhatsApp dalam Optimalisasi Pengumpulan ZIS” yang diselenggarakan oleh Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube BAZNAS TV, Selasa (29/4/2025). Hadir dalam kegiatan ini, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec., Ph.D., serta Direktur Inovasi dan Teknologi Informasi BAZNAS RI, Achmad Setio Adinugroho, S.Si., M.IT. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec, Ph.D, menekankan, pentingnya integrasi teknologi dalam sistem pelayanan BAZNAS. "Kami berupaya mengintegrasikan dan mengoptimalkan pemanfaatan Kantor Digital BAZNAS dan layanan WhatsApp ini. Platform ini harus dimaksimalkan untuk mendorong peningkatan pengumpulan ZIS,” ujarnya. “Berbagai fasilitas digital seperti situs web dan layanan WhatsApp sudah tersedia di kantor digital BAZNAS. Kini tinggal bagaimana kita memaksimalkan penggunaannya,” tambahnya. Nadratuzzaman menyampaikan, BAZNAS telah mengembangkan Sistem Informasi Manajemen BAZNAS (SIMBA) dan akan terus melakukan pengembangan ke arah yang lebih modern. Namun, ia menyayangkan masih rendahnya pemanfaatan kantor digital BAZNAS yang baru dimanfaatkan sekitar 20 persen dari total potensinya. "Saya melihat di banyak website BAZNAS daerah sudah tersedia fitur WhatsApp, namun belum digunakan secara maksimal. Bahkan, saat saya mencoba menghubungi nomor layanan WhatsApp yang tertera di kantor digital pada beberapa BAZNAS kabupaten/kota, responnya lambat. Ini harus menjadi perhatian bersama," tambahnya. Lebih lanjut, Nadratuzzaman menegaskan, ke depannya, BAZNAS akan mendorong kantor-kantor daerah agar aktif memanfaatkan teknologi digital secara maksimal, baik untuk pelayanan publik maupun dalam kegiatan penghimpunan dana ZIS. "Selama kita berada di BAZNAS, kita harus sadar akan pentingnya teknologi dan berkomitmen untuk menggunakannya. Tidak boleh lagi ada sikap pasif, tidak mau belajar, atau merasa tidak mampu,” tegasnya. Sementara itu, Direktur Inovasi dan Teknologi Informasi BAZNAS RI, Achmad Setio Adinugroho, S.Si., M.IT., menyampaikan, hasil survei internal menunjukkan mayoritas masyarakat menggunakan layanan WhatsApp BAZNAS untuk kebutuhan layanan dan konsultasi, baik dari kalangan muzaki maupun mustahik. “Ini menunjukkan bahwa WhatsApp merupakan salah satu media komunikasi yang efektif dalam menjembatani hubungan antara BAZNAS dan publik,” ujarnya. "WhatsApp jenis Business API (Application Programming Interface) yang telah digunakan BAZNAS memungkinkan penggunaan fitur-fitur canggih seperti WhatsApp Ads, link donasi, broadcast pesan, flow interaktif, dan katalog donasi, yang sangat efektif untuk memperluas jangkauan layanan BAZNAS," jelasnya. Untuk itu, lanjutnya, BAZNAS RI mendorong seluruh BAZNAS baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota agar serius mengadopsi penggunaan teknologi ini dalam operasional sehari-hari. "Transformasi digital bukan lagi pilihan, tetapi keharusan bagi BAZNAS untuk tetap relevan dan dipercaya masyarakat sebagai lembaga pengelola zakat nasional, serta mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di era digital saat ini," ujarnya.
BERITA30/04/2025 | Humas BAZNAS
Entaskan Kemiskinan, BAZNAS RI Luncurkan Program Balai Ternak di Kabupaten Mojokerto
Entaskan Kemiskinan, BAZNAS RI Luncurkan Program Balai Ternak di Kabupaten Mojokerto
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan Program Balai Ternak di Kabupaten Mojokerto sebagai upaya mengentaskan kemiskinan melalui pemberdayaan ekonomi mustahik di sektor peternakan. Balai Ternak yang tergabung dalam Balai Ternak Kabupaten Mojokerto merupakan balai ternak domba atau kambing ke 45 dari 54 Balai Ternak BAZNAS RI yang tersebar di seluruh Indonesia. Peluncuran Balai Ternak Kabupaten Mojokerto diselenggarakan di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, pada Selasa (29/4/2025). Hadir Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., Bupati Mojokerto Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc, M. Hum, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA, Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan & Umum Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, beserta jajaran. Dalam kesempatan tersebut Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan Program Balai Ternak merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam memberdayakan ekonomi mustahik melalui pengelolaan ternak secara komunal. "Melalui Balai Ternak Kabupaten Mojokerto ini, kami ingin meningkatkan populasi ternak juga memberikan dampak ekonomi bagi peternak mustahik bisa sejahtera,” ujarnya. Kiai Noor menyebut, Balai Ternak Kabupaten Mojokerto terbagi menjadi dua kelompok Balai Ternak yaitu Balai Ternak Kelompok Gembala Sejahtera Lokasi di Desa Tamiajeng, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur serta Balai Ternak Kelompok Tirto Mulyo Lokasi di Desa Dusun Tambaksari, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. "Untuk peternak semuanya berjumlah 30 orang untuk Kelompok Gembala Sejahtera 15 Orang dan Kelompok Tirto Mulyo 15 orang," ucap Kiai Noor. Kiai Noor mengatakan, Balai Ternak BAZNAS di Kabupaten Mojokerto ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan produksi ternak, namun sebagai upaya memberdayakan para peternak lokal agar dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. "Alhamdulillah dari semua Balai Ternak tidak ada yang rugi, semuanya berkembang dengan baik karena ada pendampingan," kata Kiai Noor. "Kami berharap Balai Ternak Mojokerto ini bisa dikembangkan untuk mengentaskan kemiskinan masyarakat Mojokerto," imbuhnya. Sementara itu, Bupati Mojokerto Dr. H. Muhammad Al Barra, Lc, M. Hum menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BAZNAS RI yang telah membangun Balai Ternak di Kabupaten Mojokerto. "Saya mengapresiasi setinggi-tingginya inisiatif BAZNAS RI dan BAZNAS Kabupaten Mojokerto yang terus berupaya mengelola zakat, infak dan sedekah masyarakat dengan program-program produktif seperti ini,” katanya. Pihaknya juga mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi dan berinovasi dalam mengembangkan Balai Ternak di Kabupaten Mojokerto. "Ini merupakan kebanggaan sekaligus tantangan bagi kita semua untuk mengelola program ini sebaik mungkin," ucapnya. Karenanya, dia berharap Balai Ternak Kabupaten Mojokerto menjadi lokomotif dalam menggerakkan usaha ekonomi para mustahik, peningkatan kesejahteraan peternak dan mendorong terciptanya peternakan yang mandiri dan berkelanjutan "Ini sejalan dengan misi Pemerintah Kabupaten Mojokerto untuk menguatkan ketahanan pangan dan mendorong ekonomi kerakyatan," ucapnya. Turut hadir Waka 3 BAZNAS Provinsi Jawa Timur Dr. KH. Muhammad Zakki, M.Si, Waka 4 BAZNAS Provinsi Jawa Timur Dr. K.H. Husnul Khuluq, M.M, Komandan Kodim Letkol Inf Rully Noriza, S.I.P., M.I.P, Kejaksaan dr Endang Tirtana, S.H , M.H., CLS., CCD., CSSL, Asisten 1 : Bambang Purwanto, S.H., M.H, Kakan Kemenag Muttakin, M.Ag, beserta jajaran.
BERITA30/04/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Jalin Kerja Sama dengan UNUGIRI Bangun Ekosistem Filantropi di Lingkungan Pendidikan
BAZNAS RI Jalin Kerja Sama dengan UNUGIRI Bangun Ekosistem Filantropi di Lingkungan Pendidikan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menjalin kerja sama dengan Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) dalam upaya membangun ekosistem filantropi di lingkungan pendidikan untuk kesejahteraan masyarakat. Penandatanganan ini menandai awal dari kerja sama strategis di bidang pendidikan, pengembangan SDM, dan pemberdayaan mahasiswa melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola secara profesional oleh BAZNAS. Kerja sama BAZNAS RI dengan UNUGIRI ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dengan Rektor UNUGIRI, M. Jauharul Maarif, M.Pd.I., di Kampus UNUGIRI, Bojonegoro, Jawa Timur, Senin (28/4/2025). Turut hadir, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan, MA., Waka II BAZNAS Jawa Timur Dr. KH. Ahsanul Haq, M.Pd.I., Kepala Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Bojonegoro Dr. Amanulloh, S.Ag., M.H.I., Ketua BAZNAS Bojonegoro Drs. KH. Wahid Priyono, M.H.I. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., menyampaikan kerja sama ini merupakan langkah konkret dalam memperkuat sinergisitas antara lembaga zakat dan institusi pendidikan tinggi. "Kerja sama dan kolaborasi ini diharapkan dapat memperluas jangkauan program-program filantropi BAZNAS, khususnya dalam bidang pendidikan dan pemberdayaan masyarakat," ujar Kiai Noor. Kiai Noor menekankan pentingnya peran zakat dalam mencerdaskan bangsa. Katanya, zakat bukan sekadar instrumen spiritual, tetapi juga sarana pembangunan sosial yang krusial. Zakat memiliki peran besar dalam menciptakan masyarakat yang lebih sejahtera dan cerdas. Ia menambahkan, dana zakat yang dikelola BAZNAS tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi juga untuk mendukung pendidikan dan pembangunan kapasitas umat. Dengan cara ini, zakat tidak hanya menjadi ibadah, tetapi juga menjadi solusi sosial yang berkelanjutan. “Menyalurkan uang zakat untuk keperluan pendidikan, khususnya dalam bentuk beasiswa, hukumnya adalah sah, karena termasuk dalam asnaf fi sabilillah, yaitu bantuan yang dikeluarkan dari dana zakat berdasarkan Surah At-Taubah ayat 60 dengan alasan bahwa pengertian fi sabilillah menurut sebagian ulama fikih dari beberapa mazhab dan ulama tafsir adalah lafaznya umum,” ucap Kiai Noor. Sementara itu, Rektor UNUGIRI, M. Jauharul Maarif, M.Pd.I., menyambut baik kerja sama ini dan mengapresiasi kontribusi BAZNAS dalam mendukung pengembangan UNUGIRI. "Kami berterima kasih atas segala bantuan BAZNAS kepada lembaga pendidikan di kawasan UNUGIRI. Salah satu dosen kami menerima beasiswa, dan beberapa mahasiswa juga telah terbantu melalui program beasiswa yang luar biasa ini," katanya. Ia berharap, kerja sama antara BAZNAS dan UNUGIRI dapat menjadi model kolaborasi antara lembaga zakat dan perguruan tinggi dalam membangun ekosistem filantropi yang berkelanjutan, guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat secara luas. “Perlu sinergi dari beberapa pihak untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi ini. Sangat pas jika BAZNAS mengulurkan tangan untuk mendukung beasiswa dan pembangunan kampus kami,” harapnya.
BERITA30/04/2025 | Humas BAZNAS
Berkat Bantuan BAZNAS, Pendapatan Warung Nasi Santi Raup Rp10 Juta per Bulan
Berkat Bantuan BAZNAS, Pendapatan Warung Nasi Santi Raup Rp10 Juta per Bulan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) Jabon Mekar berhasil memberdayakan Santi (35), pemilik warung nasi di Desa Jabon Mekar, Parung, Bogor, sehingga penghasilan bulannya mencapai Rp10 juta. Program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam memberdayakan ekonomi mustahik melalui sektor usaha kecil. Dengan memberikan bantuan modal dan pendampingan, BAZNAS berharap dapat menciptakan lebih banyak kisah sukses seperti Bu Santi di berbagai daerah di Indonesia. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menyampaikan, kesuksesan Santi menjadi inspirasi bagi penerima manfaat lainnya bahwa dengan niat kuat dan dukungan yang tepat, mustahik dapat bangkit menjadi pelaku usaha yang mandiri. "Program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) merupakan bentuk implementasi zakat yang berkelanjutan. Ini adalah bukti nyata bahwa pemberdayaan ekonomi melalui zakat dapat mengubah hidup banyak orang, terutama mereka yang berasal dari kalangan mustahik, menjadi mandiri dan berdaya," ujar Saidah di Jakarta, Senin (28/4/2025). Saidah menjelaskan, hingga saat ini, dari 26 BMD yang tersebar di seluruh Indonesia, terdapat 8.381 pelaku usaha kecil yang masih dalam pendampingan aktif, sementara 1.616 mustahik telah mencapai kemandirian. "Tim pendamping BMD sudah melakukan pendampingan secara intensif berupa pelatihan manajemen usaha, promosi, dan pencatatan keuangan. BAZNAS akan terus memantau setiap perkembangan usaha mustahik yang dibina melalui monitoring secara terstruktur," ucap Saidah. Saidah menekankan, tujuan dari adanya program ini adalah memberikan kebermanfaatan dalam skala besar terkait pemenuhan kebutuhan dasar, berupa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Program ini telah melakukan pengentasan mustahik yang terdata, dan harapannya akan terus bertambah di tahun-tahun berikutnya. "Kami akan terus berkomitmen dan terus menciptakan banyak mustahik yang beralih menjadi muzaki sehingga ada peningkatan yang signifikan di dalam perekonomian umat," ungkapnya. Sementara itu, Santi mengaku memulai usahanya sejak 2020 dengan modal seadanya. Awalnya, warungnya hanya menghasilkan omzet Rp100–150 ribu per hari. Katanya, dulu ia sering khawatir tidak bisa mencukupi kebutuhan keluarga, tapi tak mau menyerah. Santi mengungkapkan, titik balik datang ketika BAZNAS melalui BMD Jabon Mekar memberikan bantuan modal usaha dan pendampingan. Lokasi strategis tepat di pinggir jalan desa yang ramai dan dekat pabrik, warungnya kini ramai dikunjungi, terutama oleh karyawan pabrik yang kerap makan siang di sana. "Alhamdulillah, setelah mendapat bantuan dari BAZNAS, omzet saya naik signifikan. Sekarang bisa sampai Rp400 ribu per hari dan mencapai Rp10 juta per bulan. Mudah-mudahan usaha warung nasi saya bisa terus berkembang," kata Santi.
BERITA29/04/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS Luncurkan BMD di Mojokerto, Bantu Kembangkan Usaha Mustahik
BAZNAS Luncurkan BMD di Mojokerto, Bantu Kembangkan Usaha Mustahik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama BAZNAS Kota Mojokerto resmi meluncurkan program BAZNAS Microfinance Desa (BMD) di Mojokerto, sebagai langkah strategis meningkatkan ekonomi mustahik melalui dukungan akses modal usaha dan pendampingan pengembangan usaha mikro. Hingga saat ini, terdapat 26 BMD yang tersebar di 17 Provinsi di Indonesia, termasuk BMD Mojokerto yang telah diinisiasi sejak akhir tahun 2024 dan mulai beroperasi pada 2 Januari 2025. Peluncuran BMD ini diselenggarakan di Kantor BMD Mojokerto, Jawa Timur, Senin (28/4/2025), yang dihadiri oleh Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, M.A., Pimpinan BAZNAS RI Bidang SDM, Keuangan, dan Umum selaku Pimpinan Pembina Wilayah Provinsi Jawa Timur, Kol. CAJ (Purn.) Drs. Nur Chamdani, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Timur Prof. Dr. KH. Ali Maschan Moesa, M.Si., Ketua BAZNAS Kota Mojokerto H. Dwi Hariadi, SE., dan Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari. Dalam sambutannya, Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA, menyampaikan, program BMD adalah salah satu upaya strategis BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan ekonomi mustahik di wilayah pedesaan, termasuk di Mojokerto. "Program BMD menjadi salah satu program unggulan BAZNAS yang telah berhasil membantu ribuan mustahik pelaku usaha mikro di berbagai daerah. Kini, Mojokerto menjadi bagian dari kota yang menerima manfaat program ini," ujar Kiai Noor. Ia menjelaskan, BMD merupakan program penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) BAZNAS yang bergerak pada layanan keuangan mikro yang ditujukan untuk para mustahik pelaku usaha mikro dalam bentuk bantuan permodalan dan pendampingan pengembangan usaha. "Pembiayaan BMD menggunakan prinsip al-Qardh al-Hasan, yang artinya tanpa bunga (non-profit), dan sepenuhnya ditujukan untuk membantu mustahik mengembangkan usaha mereka tanpa terbebani cicilan yang memberatkan," lanjut Kiai Noor. "BMD di Mojokerto ini menjadi yang ke-26 didirikan. Dengan bertambahnya lokasi BMD, diharapkan semakin banyak mustahik yang dapat mengakses modal usaha, mengembangkan bisnis, dan akhirnya mandiri secara ekonomi, serta berkontribusi pada perekonomian lokal," ujarnya. Sementara itu, Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas langkah BAZNAS RI menghadirkan program BMD di wilayahnya. Menurutnya, program ini sangat sejalan dengan visi Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat berpenghasilan rendah. “Kami menyambut baik hadirnya program BMD dari BAZNAS RI di Kota Mojokerto. Bagi Kami (Pemkot Mojokerto) program ini memiliki dampak nyata bagi pelaku usaha kecil, khususnya dari kalangan masyarakat kurang mampu. Ini adalah bentuk kolaborasi yang sangat kami butuhkan dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri dan sejahtera,” kata Ika. Ika juga menegaskan, pihaknya siap bersinergi dengan BAZNAS dalam mendukung pendampingan, pelatihan, dan pemantauan agar para penerima manfaat BMD dapat mengembangkan usahanya secara berkelanjutan dan profesional. Peluncuran BMD turut dihadiri Wakil Ketua II BAZNAS Provinsi Jawa Timur, K.H Ahsanul Haq, Wakil Ketua III BAZNAS Provinsi Jawa Timur Dr.K.H, Muhammad Zakki, M.Si., Wakil Ketua IV BAZNAS Provinsi Jawa Timur K.H, Husnul Khuluq, MM., Wakil Wali Kota Mojokerto Dr. Rachman Sidharta Arisandi, S.Ip, M.Si.
BERITA29/04/2025 | Humas BAZNAS
Tim Aju dan EMT BAZNAS RI Tiba di Indonesia Usai Tuntaskan Misi Penanganan Gempa di Myanmar
Tim Aju dan EMT BAZNAS RI Tiba di Indonesia Usai Tuntaskan Misi Penanganan Gempa di Myanmar
Tim Kemanusiaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI yang terdiri dari tenaga kesehatan Rumah Sehat BAZNAS (RSB) dan BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) telah kembali ke Tanah Air usai menjalankan misi dalam penanganan bencana gempa bumi di Myanmar. Tim mendarat dengan selamat di Lanud Halim Perdanakusuma, Kamis malam (24/4/2025). Kedatangan satgas kemanusiaan BAZNAS yang tergabung dalam Tim Aju dan Tim EMT (Emergency Medical Team) disambut hangat oleh Sekretaris Utama BAZNAS RI, H. Subhan Cholid, Lc, MA, bersama perwakilan dari Kemenkes, BNPB, dan Kemenko PMK. Dalam sambutannya, Sekretaris Utama BAZNAS RI, H. Subhan Cholid, Lc, MA, menyampaikan rasa bangga dan apresiasi tinggi kepada seluruh anggota tim yang telah menyelesaikan tugas mulia ini dengan penuh dedikasi dan keikhlasan. “Atas nama keluarga besar BAZNAS, kami mengucapkan selamat datang kembali ke tanah air dengan selamat. Kami sampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada seluruh anggota tim yang telah mengorbankan waktu dan tenaga untuk menjalankan tugas negara dan misi kemanusiaan di Myanmar, negara tetangga kita,” ujar Subhan. Ia menekankan, misi ini dijalankan dalam situasi tidak mudah, mengingat tim harus bertugas dan meninggalkan keluarganya saat Hari Raya Idulfitri. “Tentu tidak mudah menjalankan misi kemanusiaan ini. Semoga pengorbanan ini tercatat sebagai amal saleh yang memperberat timbangan kebaikan kelak, serta menggantikan amalan lainnya yang kurang baik, dan menghapusnya dengan prestasi, pengorbanan, dan amal baik ini,” ucap Subhan. Menurutnya, misi ini menunjukkan wajah sejati BAZNAS sebagai lembaga zakat nasional yang tidak hanya peduli pada masalah dalam negeri, tetapi juga aktif dalam aksi kemanusiaan global. "Kami, keluarga besar BAZNAS, sangat bangga karena tim kita menjadi bagian dari tim Indonesia yang berkorban untuk membantu saudara-saudara kita yang tengah dilanda musibah di Myanmar. Ini menunjukkan bahwa kemanusiaan mengalahkan segalanya," kata Subhan. Ia berharap, misi kemanusiaan ini menjadi inspirasi bagi lebih banyak orang untuk saling membantu dan bersolidaritas. Menurutnya, semangat kemanusiaan harus senantiasa mengalahkan sekat-sekat perbedaan, baik negara, suku, maupun agama. “Ini menunjukkan bahwa kemanusiaan mengalahkan segalanya. Sebagai hamba Allah, kita diberikan kesempatan untuk saling membantu dan bersolidaritas kapan saja dan di mana saja,” kata Subhan. "Semoga BAZNAS semakin kuat dan terus memberikan manfaat kepada seluruh umat manusia di dunia," ucapnya. Sejak pertama kali diterjunkan Tim kemanusiaan BAZNAS yang tergabung dengan EMT Indonesia ini telah berhasil memberikan pelayanan medis kepada korban bencana gempa bumi di Myanmar lebih dari 4.874 pasien. Angka tersebut merupakan jumlah tertinggi dibandingkan tim kesehatan dari negara lain, termasuk Filipina, Thailand, dan China.
BERITA28/04/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS Kota Bandar Lampung Salurkan Beras, Paket Sembako dan Makanan Siap Santap kepada Penyintas Banjir
BAZNAS Kota Bandar Lampung Salurkan Beras, Paket Sembako dan Makanan Siap Santap kepada Penyintas Banjir
Bandar Lampung (Kamis/24 April 2025), BAZNAS Kota Bandar Lampung melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) BAZNAS Kota Bandar Lampung menyalurkan bantuan kepada Penyintas Banjir Bandar Lampung yang terjadi pada beberapa hari yang lalu. Hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur Bandar Lampung beberapa hari yang lalu menyebabkan banjir di daerah Kecamatan Panjang. Pada saat kejadian, BAZNAS Kota Bandar Lampung sudah turun ke lokasi dengan berkoordinasi bersama Pemerintah Kota Bandar Lampung dan pejabat setempat. Setelah melakukan assessment pada saat kejadian banjir, BAZNAS Kota Bandar Lampung pada hari kamis kemarin langsung memberikan bantuan berupa beras, paket sembako dan makanan siap santap kepada penyintas banjir di Kecamatan Panjang. Penyaluran bantuan ini juga berkoordinasi dengan pejabat setempat juga Pemerintah Kota Bandar Lampung serta tim Relawan BTB BAZNAS Kota Bandar Lampung guna mempermudah menuju titik lokasi dan penyaluran yang tepat sasaran. Pada penyaluran bantuan tersebut di pimpin secara langsung oleh Ketua BAZNAS Kota Bandar Lampung, Ust. Ismail Saleh, SH,MH bersama para Wakil Ketua serta Tim Relawan BTB BAZNAS Kota Bandar Lampung.Terima kasih orang baik yang sudah menitipkan sebagian rezekinya melalui BAZNAS Kota Bandar Lampung dalam membantu pengentasan kemiskinan, khususnya di program sosial bencana di Kota Bandar Lampung.
BERITA25/04/2025 | Humas BAZNAS
Lewat Bantuan BAZNAS, Omzet ZChicken Fayrus Capai Rp40 Juta per Bulan
Lewat Bantuan BAZNAS, Omzet ZChicken Fayrus Capai Rp40 Juta per Bulan
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) kembali menunjukkan hasil positif dari program unggulannya melalui kisah sukses Fayrus, penerima manfaat program ZChicken dari Kelurahan Kebon Manggis, Kecamatan Matraman, Jakarta Timur. Fayrus kini menjadi salah satu mitra dengan omzet tertinggi di DKI Jakarta, dengan rata-rata omzet bulanan antara Rp38.000.000 hingga Rp40.000.000. Usaha Fayrus membuktikan program ZChicken mampu mendorong kemandirian ekonomi para mustahik. Selain bantuan modal, program ini juga memberikan pendampingan usaha yang berkelanjutan. Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, MA, menyampaikan, kesuksesan Fayrus menjadi inspirasi bagi penerima manfaat lainnya bahwa dengan niat kuat dan dukungan yang tepat, mustahik dapat bangkit menjadi pelaku usaha yang mandiri. "Program ZChicken merupakan bentuk implementasi zakat yang berkelanjutan. Ini adalah bukti nyata bahwa pemberdayaan ekonomi melalui zakat dapat mengubah hidup banyak orang, terutama mereka yang berasal dari kalangan mustahik, menjadi mandiri dan berdaya," ujar Saidah dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (24/4/2025). Saidah mengungkapkan, saat ini terdapat 486 mitra binaan ZChicken yang masih dalam pendampingan aktif, sementara 1.489 penerima manfaat lainnya telah mencapai kemandirian. Para mitra binaan ini tersebar di 68 kabupaten/kota yang mencakup di 13 provinsi di Indonesia. Setiap mustahik yang terlibat dalam usaha ZChicken dapat meraih pendapatan bulanan rata-rata sebesar Rp3.000.000. "Tim pendamping ZChicken sudah melakukan pendampingan secara intensif berupa pelatihan cara menggoreng ayam, promosi dan pencatatan usaha. BAZNAS akan terus memantau setiap perkembangan usaha mustahik yang dibina melalui monitoring secara terstruktur," ujar Saidah. Saidah menekankan kembali bahwa tujuan dari adanya program ini, dapat memberikan kebermanfaatan dalam skala besar terkait pemenuhan kebutuhan dasar, berupa mencukupi kebutuhan sehari-hari. "Kita tunjukkan bahwa program ini adalah bentuk keberhasilan dari adanya pendampingan pemberdayaan usaha yang dilakukan BAZNAS secara konsisten. Kami selalu memastikan bahwa setiap bahan memiliki kualitas yang sama di seluruh outlet," ujar Saidah. Saidah menambahkan, program ZChicken merupakan bagian dari upaya BAZNAS dalam memberdayakan ekonomi mustahik melalui sektor kuliner. Dengan memberikan bantuan modal dan pendampingan, BAZNAS berharap dapat menciptakan lebih banyak kisah sukses seperti Fayrus di berbagai daerah di Indonesia. "Kami akan terus berkomitmen dan terus menciptakan banyak mustahik yang beralih menjadi muzaki sehingga ada peningkatan yang signifikan di dalam perekonomian umat," ungkapnya. "Alhamdulillah sangat bersyukur dan tidak menyangka sebelumnya, akhirnya bantuan ZChicken dari BAZNAS semakin berkembang. Mudah-mudahan dapat terus konsisten, terima kasih juga kepada BAZNAS atas bimbingannya," ujar Fayrus.
BERITA25/04/2025 | Humas BAZNAS
Tingkatkan Ekonomi Mustahik, BAZNAS RI Luncurkan Program Disabilitas Berdaya
Tingkatkan Ekonomi Mustahik, BAZNAS RI Luncurkan Program Disabilitas Berdaya
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI meluncurkan program “Disabilitas Berdaya BAZNAS” bersama kelompok Anggrek Karya Cacat Berkreasi (KCB) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan dan pemberdayaan ekonomi mustahik disabilitas. Program “Disabilitas Berdaya BAZNAS” ini diproyeksikan menjadi program pemberdayaan jangka pendek, menengah dan panjang, di mana penyandang disabilitas yang termasuk mustahik akan dibekali pelatihan padat kaarya dan diharapkan dapat masuk dan diterima dalam dunia kerja, baik sebagai pekerja, maupun sebagai pelaku enterpreneurship. Adapun pelaksanaan program BAZNAS bersama kelompok Anggrek ini melibatkan penyandang disabilitas binaan KCB yang tersebar di Jabodetabek sebanyak 30 orang. Peluncuran program tersebut diselenggarakan di Rumah Produksi Anggrek, Kabupaten Tangerang, Selasa (22/04/2025). Turut hadir Kepala Divisi Optimasi dan Pemasaran Produk Mustahik BAZNAS RI Deden Kuswanda yang mewakili Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA., Pembina Yayasan Solidaritas Disabilitas Sutikarno, serta Ketua Kelompok Anggrek KCB Yuli. Kepala Divisi Optimasi dan Pemasaran Produk Mustahik BAZNAS RI, Deden Kuswanda, mengatakan, kerja sama yang dilakukan BAZNAS dengan Anggrek KCB sudah terjalin sejak 2020. Menurutnya, ini merupakan bukti nyata bahwa BAZNAS tidak hanya memberikan bantuan tetapi juga memberikan pendampingan yang berkelanjutan dengan tujuan agar kelompok disabilitas ini dapat berdaya, mandiri dan dapat meningkatkan ekonomi mereka. “BAZNAS sangat mensuport program-program inklusi seperti ini, pemberdayaan ekonominya dengan targetnya para mustahik disabilitas ini kemudian bisa menjadi muzaki. Ini gaung yang sangat besar, dan agar masyarakat tahu bahwa ini hasil dari zakat yang diberikan ke BAZNAS, jadi masyarakat yang awalnya belum membayar zakat melalui BAZNAS jadi bisa ikut,” ujar Deden. Deden menyebutkan, BAZNAS sangat terbuka dengan kerja sama seperti ini untuk memberikan pelatihan dan pemberdayaan ekonomi kepada masyarakat bersama pihak-pihak lainnya. Sehingga BAZNAS bisa lebih banyak menjangkau kelompok-kelompok disabilitas lainnya di pelbagai daerah. “Kami siap berkolaborasi dengan siapa saja dan kami terbuka berkolaborasi dengan pihak-pihak lainnya. Semoga Allah SWT meridhoi langkah-langkah kita,” kata Deden. Secara terpisah, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA, mengatakan tingkat kesejahteraan ekonomi para penyandang disabilitas di Indonesia masih tergolong sangat rendah. Hal tersebut didasari oleh berbagai macam faktor seperti diskriminasi da?am dunia kerja, infrastruktur dan fasilitas yang tidak ramah disabilitas, rendahnya tingkat pendidikan dan keterampilan untuk bisa bersaing di dunia kerja. Oleh karena itu, menurutnya, pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan kemampuan dan produktivitas para mustahik disabilitas, termasuk meningkatkan Disability Inclusion (Inklusi Disabilitas) melalui berbagai program pemberdayaan yang berkelanjutan sangat dibutuhkan. “Program ini merupakan wujud nyata BAZNAS dalam memberikan dukungan materil terhadap pelaksanaan program serta pembinaan kepada para penerima manfaat program. Muudah-mudahan program ini memberikan keberkahan bagi kita semua,” kata Saidah. Dalam kesempatan yang sama, Ketua Kelompok Anggrek KCB, Yuli menyampaikan terima kasih kepada BAZNAS RI yang telah memberikan suport yang luar biasa dan telah memberikan kepercayaan kepada Anggrek KCB untuk turut serta memberikan pelatihan-pelatihan dan keterampilan-keterampilan kepada para penyandang disabilitas. “Terima kasih BAZNAS yang sudah mensuport pelatihan-pelatihan yang sudah dijalankan Anggrek KCB dari yang tidak punya apa-apa sampai sekarang punya 75 unit mesin, dari Jawa Timur hingga hari ini di Tangerang,” ujar Yuli. Yuli menuturkan, suport BAZNAS kepada teman-teman disabilitas sudah terbukti nyata di Bekasi. Pelatihan yang diberikan pada tahun 2020 kepada orangtua dengan downsyndrom untuk membuat keripik, saat ini status mereka sudah bukan lagi penerima zakat namun menjadi pemberi zakat. Bahkan mereka juga sudah mempekerjakan orang-orang normal. “Dari Anggrek KCB mustahik sekarang Alhamdulillah sudah menjadi muzaki, semoga semua peserta pelatihan dan anggota binaan Anggrek KCB bisa menjadi contoh gerakan dari mustahik menjadi muzaki dalam program BAZNAS Berdaya. Terima kasih BAZNAS yang sudah lima tahun mensuport kami,” ujar Yuli.
BERITA23/04/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Optimis Capai Target Pengumpulan ZIS di Masa Pelambatan Ekonomi
BAZNAS RI Optimis Capai Target Pengumpulan ZIS di Masa Pelambatan Ekonomi
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI tetap optimis dapat mengumpulkan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) tahun 2025 sesuai target di tengah pelambatan ekonomi yang sedang terjadi, sehingga proses penyaluran bantuan kepada penerima manfaat tidak ikut terdampak. Hal tersebut disampaikan oleh Pimpinan BAZNAS RI Bidang Transformasi Digital Nasional, Prof. Ir. Nadratuzzaman Hosen, MS., M.Ec, Ph.D saat Pengajian Selasa Pagi bertema Strategi Fundraising di Masa Ekonomi Melambat yang diselenggarakan Pusdiklat BAZNAS RI dan disiarkan melalui kanal Youtube BAZNAS TV pada Selasa (22/4/2025). “Kita melihat adanya pelambatan ekonomi yang nyata. Oleh karena itu, kita punya pengalaman ketika Covid-19, boleh dibilang ekonomi stagnan, tapi alhamdulillah kita tetap berhasil meningkatkan mengumpulkan dana zakat, infak, dan sedekah,” ujar Prof Nadra. Prof Nadra menyarankan BAZNAS di daerah untuk memperkuat kerja sama dan kolaborasi dengan Unit Pengumpul Zakat (UPZ), sehingga penyaluran dana zakat, infak, dan sedekah bisa lebih merata dan menjangkau daerah-daerah terpencil. “Secara aturan, dari dana yang terkumpul, mereka menyerahkan kepada BAZNAS RI, lalu dikembalikan 70 persen. Dan kalau bisa, dana 70 persen BAZNAS daerah ini bisa memanfaatkannya dengan bekerja sama, tentu dengan proposal yang baik, masuk akal, dan bermanfaat di daerah. Saya kira hal ini akan tersalurkan dengan baik ke daerah-daerah terpencil dan yang membutuhkan,” ucap Prof Nadra. Menurut Prof Nadra, jika hal tersebut bisa terlaksana, maka akan bisa meminimalisir dampak dari pelambatan ekonomi di daerah. Katanya, selama ini UPZ-UPZ mengambil zakat karyawan yang telah memiliki gaji tetap. Sementara itu, Deputi 1 BAZNAS RI Bidang Pengumpulan, M. Arifin Purwakananta menambahkan, pelambatan ekonomi akan berdampak pada fundraising setidaknya dalam 6 hal, yaitu penurunan donasi, pemotongan anggaran oleh pemerintah, peningkatan kebutuhan sosial, perubahan prioritas belanja, tantangan pengelolaan dana, serta tekanan pada organisasi filantropi. “Meski demikian, di tengah dampak pelambatan ekonomi tetap ada harapan yaitu krisis akan meningkatkan kedermawanan, terdapat segmen donatur yang tidak terdampak krisis, luasnya saluran donasi digital, inovasi pasar baru, serta donasi tetap,” kata Arifin. Arifin menegaskan, pelambatan ekonomi tidak boleh menjadi alasan BAZNAS maupun lembaga zakat lainnya untuk menurunkan target pengumpulan, sebab hal tersebut akan berdampak pada penerima manfaat maupun orang yang membutuhkan. “Karena ada pelambatan lalu kita menjadi mengecil, ini tidak boleh terjadi, tetapi tetap harus berupaya agar target tercapai, karena apa? Karena angka yang kita himpun ini sudah dihitung penyaluran hingga operasionalnya. Jadi perlu dilakukan check point agar target tetap tercapai meski tengah terjadi pelambatan ekonomi,” katanya.
BERITA23/04/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Kembali Berikan Layanan Kesehatan Mata dan Vaksinasi Influenza Gratis bagi Mustahik
BAZNAS RI Kembali Berikan Layanan Kesehatan Mata dan Vaksinasi Influenza Gratis bagi Mustahik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menyediakan layanan pemeriksaan mata dan vaksinasi influenza gratis bagi para amil dan mustahik, yang digelar di Rumah Sehat BAZNAS (RSB), Jakarta, Selasa (22/4/2025). Kegiatan ini merupakan lanjutan dari program pemeriksaan mata dalam rangka Gerakan Mata Sehat dan pemberian vaksin influenza gratis, yang didukung oleh PT Midi Utama Indonesia Tbk (Alfamidi) melalui Sedekah Konsumen Alfamidi periode November–Desember 2024, dan turut bekerja sama dengan Yayasan Amal Mata Indonesia dan Ikatan Refraksionis Optisien Indonesia (IROPIN). Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan MA, mengatakan, program ini menegaskan komitmen BAZNAS dalam meningkatkan kesejahteraan umat melalui pendekatan berbasis kesehatan. "Melalui program ini, kami ingin memastikan para amil, relawan, dan mustahik dapat menjalankan aktivitas sehari-hari, termasuk ibadah, dengan kondisi kesehatan yang prima, khususnya penglihatan dan daya tahan tubuh," ujar Saidah dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (22/4/2025). Sebanyak 200 penerima manfaat mendapat layanan pemeriksaan mata dan kacamata gratis, sementara 50 orang mendapatkan vaksinasi influenza tanpa biaya. Ia menambahkan, layanan pemeriksaan mata dan vaksinasi influenza sebelumnya telah dilaksanakan menjelang bulan Ramadhan. Namun, masih banyak amil dan relawan yang belum sempat mengikuti karena kesibukan persiapan Ramadhan. Oleh karena itu, kegiatan ini digelar sebagai tahap lanjutan untuk menjawab tingginya antusiasme masyarakat terhadap program serupa. Ke depan, kata Saidah, BAZNAS berencana menggelar tahap ketiga program serupa, dengan fokus pemeriksaan mata dan vaksinasi di wilayah Jakarta. BAZNAS juga tetap membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk sektor swasta, untuk memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat. "Kami (BAZNAS) berharap dengan hadirnya layanan kesehatan gratis ini masyarakat bisa tetap sehat dalam menjalankan aktivitas keagamaan dan sosial pasca-Ramadhan," ucapnya. Sementara itu, Plt. Kepala Divisi Kesehatan BAZNAS RI, Siti Masturoh, menjelaskan, program ini merupakan lanjutan tahap pertama yang telah memberikan bantuan 10.500 kaca mata gratis dan 1.309 penerima manfaat vaksinasi. “Khusus untuk tahap kedua ini, kami melayani 200 penerima manfaat untuk pemeriksaan mata yang mengalami masalah refraksi seperti rabun jauh (miopia), rabun dekat (hipermetropia), dan astigmatisme dan sebanyak 50 orang untuk vaksinasi. Ini merupakan batch lanjutan khusus Jakarta,” kata Siti. "Melihat antusiasme yang tinggi, kemungkinan besar akan ada tahap ketiga untuk menjangkau lebih banyak penerima manfaat dalam waktu dekat," ucapnya. Ia berharap, program yang diinisiasi BAZNAS ini bisa benar-benar membantu masyarakat. "Awalnya memang bertujuan agar ibadah mayarakat di bulan Ramadhan bisa berjalan lancar tanpa gangguan penglihatan. Tapi setelah Ramadhan pun, BAZNAS ingin masyarakat tetap terbantu, khususnya dalam aktivitas sehari-hari maupun pekerjaan, dengan kondisi penglihatan yang sehat," ujar Siti. "Begitu juga dengan vaksin, kami berharap para manfaat bisa tetap menjalani aktivitas tanpa terganggu oleh penyakit seperti flu dan kondisi kesehatan mereka bisa lebih terjaga," ucapnya.
BERITA22/04/2025 | Humas BAZNAS
Tingkatkan Pemberdayaan Perempuan, BAZNAS Tandatangani MoU Bersama KemenPPPA RI
Tingkatkan Pemberdayaan Perempuan, BAZNAS Tandatangani MoU Bersama KemenPPPA RI
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia (KemenPPPA RI) secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman sebagai upaya kolaboratif untuk meningkatkan pemberdayaan perempuan di Indonesia. Penandatanganan nota kesepahaman tersebut digelar di Kantor Kemen PPPA RI, Jakarta, Senin (21/04/2025), yang dihadiri Ketua BAZNAS, Prof. Dr. H. Noor Achmad, MA, dan Menteri PPPA, Arifah Fauzi. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan melalui pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS), serta program-program pemberdayaan yang inklusif dan berkelanjutan. Fokus utama kerja sama ini adalah meningkatkan peran perempuan dalam ekonomi keluarga dan komunitas. Ketua BAZNAS RI Prof. Dr. KH. Noor Achmad MA menyatakan, BAZNAS berkomitmen untuk memperluas dampak sosial dari pengelolaan zakat, terutama dalam mendukung kaum perempuan agar lebih mandiri secara ekonomi. Kiai Noor menyebutkan, pemberdayaan perempuan merupakan salah satu prioritas strategis BAZNAS dalam program pengentasan kemiskinan. "Karena memang sudah menjadi tugas BAZNAS untuk mengentaskan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," ujarnya. Kiai Noor berharap, kerja sama antara BAZNAS RI dan Kementerian PPPA ini tidak hanya menghasilkan program-program konkret yang dapat membantu penyelesaikan permasalahan perempuan dan pemenuhan hak anak, namun juga dapat meningkatkan dan membangkitkan kesadaran berzakat, berinfak, dan bersedekah, di lingkungan Kementerian PPPA. "Kalau di semua kementerian dibangkitkan zakatnya, digerakkan zakatnya, insya Allah pasti akan diberikan keselamatan, sehingga semakin banyak yang merasakan dampak dari berzakat," ujarnya. Sementara itu, Menteri PPPA, Arifah Fauzi mengatakan, penandatanganan nota kesepahaman ini menjadi sangat istimewa karena dilakukan bertepatan dengan tanggal 21 April, yang merupakan peringatan Hari Kartini. "Semoga semangat Kartini bisa menyemangati perempuan-perempuan Indonesia untuk aktif menuju Indonesia Emas 2045 mendatang," ujar Arifah. Arifah menambahkan, penandatangan nota ini bukan hanya mempertegas semangat kebersamaan dan sinergi antar lembaga, melainkan juga mempertegas komitmen kementerian dalam memperkuat perempuan dan pemenuhan hak anak di negara tercinta, yaitu Indonesia. "Kami menyadari bahwa permasalahan perempuan dan anak ini sangat kompleks dan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja, tetapi kami butuh kolaborasi dan sinergi untuk saling mendukung untuk bisa menyelesaikan persoalan tersebut. Semua harus berkolaborasi dan bersinergi," tuturnya. Ia berharap, dengan adanya penandatangan nota kesepahaman ini diharapkan dapat menjadi model sinergi antara kementerian lembaga dalam mencapai target pembangunan berkelanjutan. "Dengan adanya kolaborasi dan sinergi ini kita bisa memperkuat dan bersatu dalam menyelesaikan persoalan perempuan dan pemenuhan hak anak di Indonesia," ucapnya. Dengan adanya kolaborasi ini, diharapkan perempuan Indonesia, terutama yang berada dalam kondisi rentan secara ekonomi, dapat memperoleh akses yang lebih luas terhadap peluang peningkatan kesejahteraan dan kemandirian.
BERITA22/04/2025 | Humas BAZNAS
BAZNAS RI Bersama Asosiasi Ulama Palestina Perkuat Kolaborasi di Berbagai Bidang
BAZNAS RI Bersama Asosiasi Ulama Palestina Perkuat Kolaborasi di Berbagai Bidang
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI melakukan pertemuan dengan Ketua Asosiasi Ulama Palestina Diaspora Dr. Nawwaf Takruri, guna membahas penguatan kolaborasi untuk membantu masyarakat Palestina di berbagai bidang. Kunjungan tersebut tersebut diterima oleh Wakil Ketua BAZNAS RI H. Mo Mahdum di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Senin (21/04/2025). Turut hadir Sekretaris Utama BAZNAS RI Dr. H. Subhan Cholid, Lc, MA, Ketua Jamiyyah Nahdhatul Ulama Yaman Dr. Abdullah Abdul Majid Az Zindani, Anggota Asosiasi Ulama Palestina Ramadhan Eid Ramadhan, Ketua Bidang Kerjasama Luar Negeri, Asosiasi Ulama Palestina Dr. Ibrahim Muhanna, serta Waka IV BAZNAS Kota Bandung H. Arif Ramdani. Menurut Haji Mo, audiensi tersebut membahas berbagai isu penting, termasuk penguatan solidaritas umat terhadap Palestina, peningkatan kolaborasi dalam bidang pendidikan, sosial, dan kemanusiaan, serta peran strategis zakat dalam merespons isu-isu global. ??“BAZNAS RI menyambut baik berbagai bentuk kerja sama yang diinisiasi dalam pertemuan ini, sebagai wujud kontribusi nyata Indonesia dalam peta dakwah dan kemanusiaan dunia,” ujar Haji Mo. Menurut Haji Mo, Bangsa Indonesia telah berkomitmen untuk selalu mendukung dan membantu rakyat Palestina agar segera merdeka dan keluar dari kesulitan-kesulitan yang disebabkan oleh para zionis Israel. Apalagi sejak intruksi Presiden RI Prabowo Subianto yang memberikan dukungan penuh kepada BAZNAS RI, maka komitmen dalam membantu rakyat Palestina menjadi yang terdepan. “Jadi kami sangat berkomitmen untuk membantu siapa pun warga Palestina, kami juga selalu mengikuti perkembangan yang terjadi di Palestina,” kata Haji Mo. Sementara itu, Ketua Asosiasi Ulama Palestina Dr. Nawwaf Takruri mengatakan sangat mengapresiasi atas dukungan yang terus-menerus diberikan oleh rakyat Indonesia kepada negaranya, termasuk bantuan-bantuan yang diberikan melalui BAZNAS RI. “Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya tidak hanya dalam penerimaan pada hari ini tetapi juga upaya-upaya yang dilakukan Indonesia terhadap warga Palestina,” ujar Dr. Nawwaf. Menurut Dr. Nawwaf, BAZNAS RI telah mengambil peran yang sangat penting dalam membantu rakyat Palestina, baik itu dari zakat, bantuan makanan dan minuman yang diberikan, obat-obatan, termasuk bantuan-bantuan lainnya Bangsa Indonesia menjadi yang terdepan. Karena itu Dr. Nawwaf menegaskan, pentingnya agar bantuan yang diberikan BAZNAS RI tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab. Dia juga mengajak BAZNAS RI untuk dapat berkunjung langsung ke Gaza dan melihat kondisi rakyat Palestina saat ini di sana. ?“Gaza saat ini mengalami situasi yang luar biasa, tidak ada tempat tinggal, kekurangan makanan dan minuman, rumah-rumah hancur, sekolah, rumah sakit, musolah hancur. Saya berharap, BAZNAS melalui Satgasnya bisa secara langsung datang ke Gaza untuk mendistribusikan bantuannya dan kami dengan senang hati akan memfasilitasi kunjungan tersebut,” kata dia. Terakhir dia berharap, agar bantuan BAZNAS juga dapat menjangkau para dai-dai di Gaza yang terus menyebarkan dakwah dan mengibarkan semangat untuk terus berjuang melawan zionis Israel. Karena peran para dai inilah semangat rakyat Palestina masih terus membara. “Kami berharap BAZNAS bisa ikut terlibat dalam penguatan dai-dai ini untuk membantu kegiatan dakwah mereka dan untuk tetap menjaga dakwah tetap berlangsung di Palestina. Mereka juga berhak sebagai asnaf (penerima zakat),” kata dia.
BERITA22/04/2025 | Humas BAZNAS
Dukung Evakuasi Sementara untuk Sebagian Warga Palestina, BAZNAS RI Siap Fasilitasi Perawatan di Indonesia
Dukung Evakuasi Sementara untuk Sebagian Warga Palestina, BAZNAS RI Siap Fasilitasi Perawatan di Indonesia
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI mendukung niat baik Presiden RI Prabowo Subianto untuk melakukan evakuasi sementara bagi sebagian warga Gaza, Palestina yang terluka, yatim piatu, serta yang mengidap penyakit lainnya akibat agresi yang masih terus berlangsung di wilayah tersebut. “BAZNAS mendukung niat baik Presiden Prabowo untuk evakuasi sementara sebagian warga Gaza yang terluka, yatim dan mengidap penyakit lainnya, karena informasi dari Tim BAZNAS memang banyak yang harus ditolong. Kalau tidak ditolong segera, mereka bisa mati karena tidak ada perawatan dan obat-obatan,” ujar Ketua BAZNAS RI, Prof. Dr. KH. Noor Achmad, MA., dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis (17/4/2025). Kiai Noor menyampaikan, BAZNAS tidak melihat bahwa evakuasi tersebut mengikuti kebijakan Presiden Trump. “Kita perlu membedakan antara evakuasi dengan relokasi. Evakuasi bersifat sementara dan harus dikembalikan setelah sembuh.” Ia menegaskan, evakuasi tersebut bersifat sementara, bukan relokasi permanen. “Setelah mereka sembuh dan situasi memungkinkan, mereka akan dikembalikan ke Gaza. Kekhawatiran evakuasi untuk sebagian warga Gaza, yakni sekitar 1.000 sampai dengan 2.000 orang, yang disamakan dengan relokasi tentu harus ditepis karena jumlah warga Gaza itu tidak kurang dari 2,2 juta orang.” “BAZNAS siap melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memfasilitasi perawatan dan pendidikan bagi anak yang terluka, yang sakit dan yatim. Sekarang ini juga cukup banyak yang mendapat perawatan di Mesir dan Yordania,” jelasnya. “Kami menyaksikan langsung bahwa para pengungsi Palestina di Mesir maupun di Yordania juga sangat membutuhkan pertolongan. Banyak yang dirawat di rumah sakit, namun kapasitasnya tidak mencukupi. Karena itu, evakuasi resmi ke Indonesia menjadi langkah strategis,” jelas Kiai Noor. Ia menambahkan, proses evakuasi dan pengembalian ke Gaza harus dilakukan secara resmi melalui jalur diplomatik, demi menjamin perlindungan dan kepastian hukum bagi para pengungsi. Untuk itu, perlu segera dilakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri. “Termasuk rumah sakit di Mesir yang setiap hari menerima pasien baru dari Gaza. Banyak dari mereka masuk secara tidak resmi. Maka dari itu, apabila evakuasi ini dilakukan secara resmi, pengembaliannya ke Gaza juga harus melalui jalur resmi,” kata Kiai Noor. Ia menegaskan, BAZNAS siap mendukung penuh proses evakuasi untuk sebagian warga Gaza, termasuk jika diminta untuk membantu perawatan para pengungsi. “Kami siap berkontribusi, seperti yang telah kami lakukan sebelumnya,” tegasnya. Lebih lanjut, jelas Kiai Noor, BAZNAS telah lama menjalin kerja sama dengan berbagai rumah sakit dan lembaga internasional yang menangani korban konflik Palestina, termasuk King Hussein Cancer Center (KHCC) di Yordania. “Kami juga bekerja sama dengan Egyptian Red Crescent (ERC), Sunaul Hayah, Bayt Zakat, serta UNRWA dan JHCO. Bantuan yang kami berikan juga menjangkau pengungsi yang dirawat di luar Gaza,” kata Kiai Noor. “Selain bantuan ke Gaza, sebagian bantuan BAZNAS yang disalurkan melalui Grand Syeikh juga diberikan kepada korban Palestina yang sedang dirawat di Mesir,” lanjutnya. Pemerintah Indonesia sendiri dikatakan telah menyiapkan fasilitas khusus, mulai dari apartemen hingga perawatan medis, untuk menampung para pengungsi yang akan dievakuasi. “Kalau diminta, BAZNAS siap ikut serta. Kami punya pengalaman dan mitra yang cukup untuk membantu secara logistik maupun kemanusiaan,” ucapnya.
BERITA17/04/2025 | Humas BAZNAS
Info Rekening Zakat

Info Rekening Zakat

Tunaikan zakat Anda melalui rekening resmi BAZNAS Kota Bandar Lampung.

Lihat Daftar Rekening →